Ibu bagiku laksana lampu emergency di saat mati lampu. Ia mampu menerangi hati saat gulita datang dan mampu membuat bibir manyunku tersenyum kembali.
Ibu bagiku adalah koki handal kelas kakap melebihi Chef Farah Quinn. Ia mampu membuatku untuk selalu makan di rumah, meskipun hasil masakannya biasa-biasa saja. Karena hanya dia yang tahu menu favoritku di saat lidah kelu menyantap makanan.
Ibu bagiku adalah malaikat Gabriel, Michael dan Rafael digabung menjadi satu. Ia bisa menjadi lembut hati, tegas, sekaligus mampu jadi pelindung saat dibutuhkan. Ia satu-satunya makhluk yang bisa menerimaku apa adanya, sebandel dan serusak apapun aku.
Kini, aku juga seorang Ibu. Ibu yang secara garis besar punya visi dan misi yang sama dengan ibuku. Ibu yang menginginkan anak2nya bahagia, apapun pilihan hati mereka.
Menjadi Ibu bukan hanya masalah menjalani kodrat. Ia butuh keberanian. Ia butuh keikhlasan. Ia butuh perjuangan. Ia butuh sebuah hati yang selalu menyediakan cinta. Karena hanya dengan cinta, seorang ibu bisa menciptakan surga di dalam keluarga.
Menjadi ibu bukan berarti harus selalu bergaya seperti ibu-ibu. Mengubah penampilan dari apa adanya dirimu. Menjadi ibu adalah kesempatan untuk belajar memahami hidup dan berusaha menjadikannya lebih baik dari hari-hari lalu.
Menjadi ibu tidak harus membuatmu menjadi orang lain. Mengenakan topeng seperti orang lain. Seperti kata band Peter Pan, ”buka dulu topengmu.....” terutama kalau di rumah. Anak-anak lebih suka dengan ibunya yang orisinal, yang penuh kreatifitas, yang nyeni, yang mampu menghadapi masalah, yang mampu membuat mereka tersenyum dan tertawa, yang tahu kapan harus jadi teman atau kapan harus jadi satpam.
Menjadi ibu, adalah hadiah spesial dari surga yang tidak semua orang beruntung untuk mendapatkannya. Berbahagialah mereka yang sudah mengalaminya dan berbahagialah mereka yang tidak pernah bosan mengharapkannya.
Selamat hari Ibu, 22 Desember 2010, untuk para Ibu yang mengagumkan ^-^



