<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003</id><updated>2012-01-12T11:18:11.856+07:00</updated><category term='Others'/><category term='sharing'/><category term='keluarga'/><category term='Office'/><title type='text'>My Reflections</title><subtitle type='html'>KEKUATAN YANG PALING MENYEGARKAN JIWA IALAH AGAMA YANG SEHAT, TIDUR, MUSIK, SERTA KETAWA.  PERCAYALAH KEPADA TUHAN, BELAJARLAH TIDUR DENGAN PULAS, GEMARILAH MUSIK YANG INDAH, LIHATLAH SEGI HIDUP YANG MENYENANGKAN, MAKA HIDUP ANDA AKAN SEHAT DAN BAHAGIA (Dale Carnegie)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6862894759680114322</id><published>2012-01-06T10:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T10:52:36.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Halo, 2012!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini hari ke-6 di awal tahun 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca cerah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bisa dibilang&amp;nbsp;terik malah.&amp;nbsp; Jika Jakarta terlihat mengenaskan karena diguyur hujan badai seperti&amp;nbsp;kutonton di televisi kemarin malam, maka Batam cenderung penuh dengan riak angin dan belum ada tanda2 akan turun hujan.&amp;nbsp; Kalau ada yang ingin "&lt;em&gt;menggosongkan&lt;/em&gt;" kulit seperti Agnes Monica, sepertinya ini saat yang tepat untuk keluar tanpa harus memakai embel2 aksesoris penangkal sinar matahari di seluruh tubuh.&amp;nbsp; Untuk aku pribadi, kulit &lt;em&gt;gosong&lt;/em&gt;ku sekarang ini sudah cukup, tidak perlu ditambah dengan &lt;em&gt;kegosongan&lt;/em&gt; yang lebih ekstrim lagi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, aku belum punya resolusi yang "ngejreng" di tahun baru ini.&amp;nbsp; Resolusi terakhir yang kubuat, kupanjatkan dalam doa saat tutup tahun kemarin.&amp;nbsp;Itu pun&amp;nbsp;hanya satu : Semoga Tuhan memberikan kesehatan kepada keluargaku!&amp;nbsp; Yang lain belum ada.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak dari pengalaman tahun lalu, aku tidak mau terlalu muluk dalam bermimpi.&amp;nbsp; Terlalu banyak mimpi terkadang membuat aku merasa &lt;em&gt;stagnan&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Tidak tahu impian mana yang sesungguhnya kuinginkan.&amp;nbsp; Jadinya malah bingung mau melakukan apa.&amp;nbsp; Dan ujungnya malah tidak melakukan apa2.&amp;nbsp; Nil!&amp;nbsp; Jadi, di tahun ini, aku ingin menyelesaikan impianku satu-persatu.&amp;nbsp; Tiap tahun satu mimpi pun tak masalah.&amp;nbsp; Yang jelas&amp;nbsp;semoga tidak hanya menjadi satu igauan tak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini si Sulung masuk SMP.&amp;nbsp; Si Tengah masuk SD.&amp;nbsp; Dan si Bungsu masuk TK.&amp;nbsp; Aku bermimpi bisa menjadi &lt;em&gt;full day mother&lt;/em&gt; bagi mereka.&amp;nbsp; Mengantar jemput sekolah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selalu ada saat dibutuhkan.&amp;nbsp; Siap menampung berbagai cerita yang mereka punya.&amp;nbsp; Sederhana saja, kan?&amp;nbsp; Hanya saja, meskipun kelihatannya sangat sederhana, implementasinya butuh keberanian tersendiri.&amp;nbsp; Keberanian itulah yang sekarang ini, perlahan tapi pasti, sedang kuperjuangkan.&amp;nbsp; Semoga tidak meleset jauh dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ah, 2012!&amp;nbsp; Semoga perjalanan menapaki hari2mu nanti, tidak sengeri saat menonton film dengan judul yang sama.&amp;nbsp; Semoga ada banyak berkat, cinta dan waktu luang untuk bisa saling berbagi dengan banyak orang.&amp;nbsp; Semoga peziarahan panjang setahun ke depan, bisa terisi dengan banyak hal yang menyenangkan dan membahagiakan.&amp;nbsp; Semoga hari2ku senantiasa diwarnai dengan keceriaan, sama seperti udara di luar sana sekarang ini.&amp;nbsp; Apapun yang terjadi, semoga aku tidak lupa untuk selalu bersyukur dan berbagi senyuman".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;Batam, saat terik menggantung&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; -&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6862894759680114322?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6862894759680114322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6862894759680114322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6862894759680114322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6862894759680114322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2012/01/halo-2012.html' title='Halo, 2012!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6525022401264578173</id><published>2011-11-23T14:32:00.003+07:00</published><updated>2011-11-24T09:01:38.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Balada Demo UMK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya, sejak kemarin aku sudah membahas hal ini sama suamiku.&amp;nbsp; Aku berencana mau berangkat kerja agak pagian, bonceng&amp;nbsp;misua naik motor, karena diperkirakan akan ada demo besar2an menuntut kenaikan UMK keesokan harinya.﻿&amp;nbsp; Berhubung kami pisah tempat kerja, maka suami tersayangku ini, merelakan diri untuk mengantarkan aku terlebih dahulu.&amp;nbsp; Masalahnya kalau naik motor kan masih bisa &lt;em&gt;nlusep2&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dibandingkan kalau naik angkot.&amp;nbsp; Yang jelas dengan satu syarat yaitu : Harus berangkat pagi2!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lha tapi yang namanya emak2, susah juga kalau harus berangkat pagi2 sesuai rencana awal.&amp;nbsp; Meskipun sudah bangun jam lima pagi, tetap juga&amp;nbsp;tidak bisa berangkat pagi beneran.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rutinitas&amp;nbsp;pagi hari&amp;nbsp;dan urusan menyiapkan&amp;nbsp;bekal anak2 sekolah tetap harus dikerjakan.&amp;nbsp; Memastikan mereka&amp;nbsp;sudah sarapan pagi dan siap untuk berangkat sekolah adalah tanggungjawab yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.&amp;nbsp;Jadi, meski dikebut &lt;em&gt;kayak&lt;/em&gt; mana pun, ternyata jam tujuh-an juga baru bisa berangkat dari rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata oh ternyata, jam tujuh pun jalanan sudah macet total.&amp;nbsp; Berbagai macam kendaraan dan berbagai rupa manusia &lt;em&gt;tumplek blek&lt;/em&gt; jadi satu.&amp;nbsp; Dengan berbagai pertimbangan, aku dan suamiku memutar jalan dan menyempatkan diri duduk2 di pinggiran jalan, yang &lt;em&gt;apes&lt;/em&gt;nya, nggak ada satu pun warung kopi ada di situ.&amp;nbsp; Sampai jam 9 kemacetan semakin bertambah.&amp;nbsp; Para peserta demo semakin banyak berdatangan dari segenap penjuru Batam.&amp;nbsp; Alamat kalau "&lt;em&gt;bonek&lt;/em&gt;" malah akan semakin susah lewat.&amp;nbsp; Puncaknya kami memutuskan untuk pulang ke rumah dan berniat berangkat lagi jam dua belasan.&amp;nbsp; Lumayan bisa ngopi2 dulu dan berpesbuk ria.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demo UMK kali ini sepertinya tidak main2.&amp;nbsp; Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang terkenal vokal dan serikat2 pekerja lainnya nampaknya berhasil membuat lumpuh kota Batam.&amp;nbsp; Rasa geram terhadap&amp;nbsp;akal2an pengusaha dan pemerintah bisa jadi menjadi salah satu pemicu yang siap meletup kapan saja.&amp;nbsp; Bayangkan saja, Batam yang penuh dengan para investor asing, UMK-nya dari tahun ke tahun tidak pernah beranjak ke arah yang lebih baik.&amp;nbsp; Dengan biaya hidup yang sangat tinggi, UMK segitu2 saja tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja.&amp;nbsp; Untuk yang lajang saja kurang, apalagi yang sudah berumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun 2011 UMK Batam hanya Rp1.180.000.&amp;nbsp; Tahun 2012 pengusaha mengusulkan Rp1.260.000, sementara Serikat Pekerja mengusulkan Rp1.302.900 sesuai dengan survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL)&amp;nbsp;.&amp;nbsp; Sialnya lagi, KHL yang semula sudah disetujui oleh pengusaha akan direvisi lagi (yang sudah jelas berdasarkan kepentingan pengusaha) karena dianggap tidak menguntungkan pengusaha.&amp;nbsp; Dalam hal ini, ketidaktegasan pemerintah dalam mengambil keputusan semakin menambah runyam nasib buruh di kota Batam (berita terbaru menyebutkan buruh menuntut UMK 2012 sebesar Rp1.760.000 - &lt;em&gt;KHL versi FSPMI&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya, meskipun para investor asing itu bersedia membayar UMK sesuai tuntutan para pekerja, tetap saja tidak akan bisa dinikmati oleh para pekerja itu sendiri.&amp;nbsp; Berbagai macam pungli dan tingginya biaya siluman lain2 yang berlaku bagi investor asing membuat para pekerja tidak bisa menerima haknya sesuai dengan standar KHL yang diinginkan.&amp;nbsp; Jika pemerintah belum bisa membenahi mental "korupsi" dan "sogok-menyogok" di negara ini, maka jangan harap nasib para pekerja akan diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di rumah, aku terus memantau situasi dari status FB beberapa teman.&amp;nbsp; Sampai jam sebelasan belum ada kabar bahwa jalanan lancar.&amp;nbsp; Setengah jam kemudian sudah ada kabar kalau demo sudah bubaran dan aku nekat berangkat.&amp;nbsp; Ternyata jalanan tak juga lancar.&amp;nbsp; Kami terseok-seok di atas motor, menyelip sana sini, berkutat di antara ribuan motor dan manusia yang juga terseok-seok mencari celah.&amp;nbsp; Alamak!! Tahu gini, mendingan aku &lt;em&gt;ngorok&lt;/em&gt; aja di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya dengan perjuangan yang "terpaksa", karena rutenya sudah maju kena mundur kena, sampai juga aku di tempat kerja.&amp;nbsp; Aku turun di persimpangan dan lanjut perjalanan dengan jalan kaki dan naik ojek karena suamiku tidak bisa berputar lagi.&amp;nbsp; Sampai kantor jam setengah satu.&amp;nbsp; Lumayanlah...ada yang nawarin sarapan lontong sayur (makan siang kali yeee??).&amp;nbsp; Baru datang langsung makan.&amp;nbsp; Bukannya itu namanya rejeki?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut informasi, jika tuntutan kenaikan UMK kali ini dipenuhi, maka seluruh aktifitas akan berjalan normal kembali.&amp;nbsp; Tetapi jika mengalami jalan buntu, maka demo besar2an akan berlanjut lagi.&amp;nbsp; Aku sih senang2 saja.&amp;nbsp; Ada alasan untuk nggak masuk kerja......hehehe.&amp;nbsp; Tetapi sejujurnya, aku berharap Batam akan kembali jaya seperti dulu lagi.&amp;nbsp; Dulu, meskipun biaya hidup tinggi, segalanya masih bisa terbeli.&amp;nbsp; Sekarang ini, ada Pemkot, ada DPRD, ada Badan Pengelola kota Batam tapi nasib buruh tetap begitu2 saja.&amp;nbsp; Tidak berubah!&amp;nbsp; Jadi apa gunanya ada mereka?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;* Beruntung&amp;nbsp; aku&amp;nbsp;adalah seorang Golput tulen&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6525022401264578173?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6525022401264578173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6525022401264578173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6525022401264578173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6525022401264578173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/11/balada-demo-umk.html' title='Balada Demo UMK'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5997243873570023591</id><published>2011-11-10T10:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T10:19:36.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Tiba2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jadi aku hanya bisa termangu ketika seorang teman yang sedang bermasalah besar dengan suaminya bertanya,"Terus aku harus bagaimana?&amp;nbsp; Dalam hal ini kurasa sulit memberikan maaf atas apa yang telah dilakukannya padaku!".&amp;nbsp; Masih terasa nada emosi jiwa dalam suaranya.&amp;nbsp; Emosi yang sayup2 samar masih beraroma cinta.&amp;nbsp; Emosi yang menurutku memang patut diluapkan daripada terlalu lama dipendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku masih tidak percaya, mengapa ia tega melakukan ini padaku?!&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagaimana mungkin ini terjadi padaku?!&amp;nbsp; Seumur hidup aku tidak pernah membayangkan bahwa pasangan hidupku akan melakukan hal demikian.&amp;nbsp; Sudah main mata dengan perempuan lain,&amp;nbsp;main kasar pula sama istri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terdiam.&amp;nbsp; Tambah terdiam&amp;nbsp;melihatnya meneteskan air mata.&amp;nbsp; Berusaha keras supaya air mata itu tidak jatuh berderai di depanku.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jujur saja aku tidak tahu harus berkata apa.&amp;nbsp; Ini murni masalah rumah tangga.&amp;nbsp; Masalah&amp;nbsp;&lt;em&gt;internal&lt;/em&gt; yang tidak semua orang bisa ikut campur di dalamnya.&amp;nbsp; Hanya saja hatiku tiba2 ikut miris mendengar segala keluh kesahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahukah kamu, lima belas tahun yang lalu, bukan aku yang mengajaknya untuk mau menikah denganku.&amp;nbsp; Dia yang berusaha keras meyakinkan aku untuk mau menikah dengannya.&amp;nbsp; Janji2nya terasa manis waktu itu.&amp;nbsp; Janji2 untuk selalu mencintai dan melindungi.&amp;nbsp; Janji2 untuk selalu setia dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam sakit dan sehat.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Janji2 untuk melakukan apa saja yang penting aku mau menikah dengannya.&amp;nbsp; Tapi sekarang....apa buktinya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sibuk mencoret-coret kertas.&amp;nbsp; Mencoba menggambar sesuatu yang mungkin bisa kugambar.&amp;nbsp; Tapi tak ada.&amp;nbsp; Pikiranku pun kosong.&amp;nbsp; Berlari ke masa lalu di mana aku mengenal kedua pasangan ini sebagai orang baik2 yang kupikir pada waktu itu, perjalanan hidupnya akan lancar2 saja.&amp;nbsp; Dari segi finansial tidak ada yang kurang.&amp;nbsp; Lebih dari cukup malah.&amp;nbsp; Mereka dua orang yang bagiku saling melengkapi.&amp;nbsp; Yang satu ramai dan&amp;nbsp;gembira selalu.&amp;nbsp; Yang satu lagi tidak banyak bicara tapi bisa menjadi pendengar yang mengasyikkan.&amp;nbsp; Jika ternyata perjalanan hidup bisa menjadi sesuatu yang menyedihkan saat ini, aku sungguh tidak menduganya sama sekali.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang aku tidak peduli lagi.&amp;nbsp; Aku tidak mau peduli!&amp;nbsp; Mau begini kek, mau begitu, kek, itu bukan urusanku!&amp;nbsp; Aku hanya ingin bahagia!&amp;nbsp; Jika ternyata menikah&amp;nbsp; membuatku menderita, aku menyesal telah menikah.&amp;nbsp; Tujuan hidupku cuma satu sekarang, anakku, dan masa depanku kelak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku juga bukan manusia sempurna.&amp;nbsp; Hidupku sendiri juga belum bisa dikatakan baik2 saja.&amp;nbsp; Tapi dalam hal ini, apa yang harus kukatakan kepada temanku?&amp;nbsp; Jika aku berada dalam posisinya, mungkin akan lebih parah lagi keadaanya.&amp;nbsp; Belum tentu aku masih bisa tertawa sementara suamiku bermesra ria dengan perempuan lain.&amp;nbsp; Belum tentu aku masih bisa&amp;nbsp;berjalan tegak&amp;nbsp;ketika terjadi kekerasan dalam rumah tanggaku.&amp;nbsp; Diam2 aku bahkan iri pada temanku, mengapa ia bisa setegar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjam-jam berlalu setelah mendengarkan curahan hati yang panjang, aku menatapnya.&amp;nbsp; Aku tidak ganti memberikan "ceramah" panjang lebar tentang bagaimana seharusnya hidup berumah tangga.&amp;nbsp; Atau menguliahinya tentang hal-hal yang harus dilakukanya sesudah ini semua terjadi.&amp;nbsp; Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik.&amp;nbsp; Berusaha menjadi teman yang baik, "&lt;em&gt;Tidak apa2, mbak!&amp;nbsp; Semua akan baik2 saja!&amp;nbsp; Meskipun tidak bisa memberikan maaf saat ini, besok, atau besoknya lagi, pasti akan selalu ada kesempatan untuk itu&lt;/em&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 saja aku merasa, suamiku yang lelet, yang selalu "tar-sok" jika diminta mengerjakan sesuatu, adalah pasangan hidup yang terhebat di dunia.&amp;nbsp; Tiba2 saja aku merasa, meskipun dari segi finansial kami biasa2 saja, kami adalah keluarga paling&amp;nbsp;tajir sedunia.&amp;nbsp; Tiba2 saja, mataku terbuka, untuk banyak hal yang "mungkin" belum sempat kusyukuri sampai detik ini.&amp;nbsp; Tiba2 saja aku merasa, Tuhan telah memberikan yang TERBAIK dalam hidupku.&amp;nbsp; &lt;em&gt;He is my Salvation!&amp;nbsp; He has saved my life....!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;em&gt;renungan pribadi saat hari mendung&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5997243873570023591?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5997243873570023591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5997243873570023591' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5997243873570023591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5997243873570023591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/11/tiba2.html' title='Tiba2'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3574830540346274436</id><published>2011-09-17T12:02:00.000+07:00</published><updated>2011-09-17T12:02:42.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Homeschooling</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari ini aku punya kesibukan baru.&amp;nbsp; Searching blog mengenai homeschooling.&amp;nbsp; Itu loh....tentang "sekolah rumah".&amp;nbsp; Sekolah di mana anak2 tidak perlu pergi&amp;nbsp; ke sekolah untuk belajar tapi cukup "belajar" di rumah bersama orangtuanya.﻿&amp;nbsp; Bayangkan saja, anak2 bersekolah bersama kita orangtuanya!&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak2 bisa belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau.&amp;nbsp; Tidak perlu pakai seragam atau apapun aksesoris yang tidak mereka suka.&amp;nbsp; Bisa bergaul dengan siapa saja dan belajar apapun yang mereka mau.&amp;nbsp; Tidak perlu takut ibu guru marah atau teman terganggu kalau kita ribut atau ingin melakukan sesuatu. Apakah itu tidak &lt;em&gt;amazing&lt;/em&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari beberapa blog yang kubaca aku menemukan pengalaman2 seru dari para orangtua yang sudah mulai menerapkan homeschooling bagi anak2nya.&amp;nbsp; Para orangtua hebat ini begitu bersemangat untuk memberikan pendidikan yang "terbaik" untuk anak2nya.&amp;nbsp; Mereka terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran anak2 mereka mulai dari A - Z.&amp;nbsp; Berbagai cara dan metode pembelajaran bisa dicoba sekaligus&amp;nbsp; langsung dipraktekkan bersama anak2.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai orangtua yang masih&amp;nbsp;menggantungkan hidup&amp;nbsp;pada pekerjaan&amp;nbsp;dan sebagai orangtua yang anak2nya masih bersekolah di sekolah, terus terang aku iri.&amp;nbsp; Waduh, enak banget ya seandainya kita sendiri bisa jadi partner belajar bagi anak2 kita.&amp;nbsp; Kita bisa jadi guru mereka atau sebaliknya kita bisa belajar dari mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selama ini aku hanya bisa mendampingi anak2 belajar sepulang kerja.&amp;nbsp; Itu pun tidak bisa total karena keterbatasan waktu dan tenaga.&amp;nbsp; Meskipun menurutku sudah maksimal, tapi kok tetap saja terasa ada yang kurang ya :(&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anakku sulung, si Pilar, sekarang sudah kelas 6 SD.&amp;nbsp; Kalau diperhatikan, bukannya makin&amp;nbsp;hepi bersekolah&amp;nbsp;tapi malah semakin muram.&amp;nbsp; Dengan berbagai macam pelajaran yang jumlahnya berjibun sesuai standar sekolah nasional plus, masa kanak2nya nyaris habis untuk belajar saja.&amp;nbsp; Yang namanya pelajaran berdasarkan &lt;em&gt;text book&lt;/em&gt; ya otomatis teori saja, kan?&amp;nbsp;&amp;nbsp; Harus hafal ini, harus hafal itu.&amp;nbsp; Masalah prakteknya seperti apa itu urusan nanti.&amp;nbsp; Yang penting kalau ditanya jawabannya harus sesuai &lt;em&gt;text book&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;Kalau diminta menjelaskan dengan kata2 sendiri malah bingung.&amp;nbsp; Memang sih selalu masuk tiga besar di kelasnya, tapi "mood"nya&amp;nbsp; seringkali jadi tidak stabil karena&amp;nbsp;kecapekan.&amp;nbsp; Menjadi lebih mudah marah dan jarang tertawa.&amp;nbsp; Sebagai orangtua aku jadi merasa bersalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak keduaku baru TK B.&amp;nbsp; Sama seperti kakaknya, sekolah seolah menjadi masalah besar.&amp;nbsp; Mesti berhadapan dengan teman yang nakal, guru yang terkadang tidak "fair", atau suasana sekolah yang tidak nyaman, membuat pikirannya selalu dipenuhi dengan kata libur dan libur.&amp;nbsp; Tapi bagaimana lagi?&amp;nbsp; Dengan segala keterbatasan sebagai orangtua kami hanya bisa "merasa" kasihan.&amp;nbsp; Dengan alasan di rumah tidak ada siapapun selain pembantu, ya akhirnya kami putuskan untuk tetap bersekolah (meskipun sebenarnya hati ini tidak tega).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bungsuku, si Lunar, meskipun kata orang sudah waktunya masuk TK A karena sudah hampir 4 tahun, tetap belum kusekolahkan.&amp;nbsp; Sebisa mungkin belajar di rumah bersama Bunda.&amp;nbsp; Dengan nyanyian, dengan tarian, dengan permainan, dengan cerita &lt;em&gt;made in&lt;/em&gt; Bunda.&amp;nbsp; Sementara ini aku melihat, dia senang belajar dan selalu ingin belajar (sampai Bunda tidak punya kesempatan untuk nonton drama Korea).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya, meskipun hanya sebagai peminat&amp;nbsp;dari "jauh", sedikit demi sedikit aku mulai belajar metode pembelajaran homeschooling.&amp;nbsp; Nggak papa kan, meneladan sesuatu yang kuanggap bagus?&amp;nbsp; Yang jelas aku punya kemauan kuat untuk menjadikan bahwa belajar itu sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menakutkan.&amp;nbsp; Itu sebabnya, secapek apapun, aku menyempatkan diri untuk terlibat secara penuh dengan anak2.&amp;nbsp; Belajar, nonton TV dan bermain bersama.&amp;nbsp; Beruntung karena pembantuku pulang hari.&amp;nbsp; Pagi&amp;nbsp;datang sore pulang, tanggal merah libur.&amp;nbsp; Jadi ketergantungan anak2 kepada pembantu bisa diatasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai ibu yang anak2nya tidak (belum punya kesempatan) menjadi siswa homeschooling, aku berharap bahwa suatu saat nanti ada kesempatan untuk itu.&amp;nbsp; Mungkin akan ada pro dan kontra.&amp;nbsp; Tapi bukankah anak2 juga punya hak untuk memilih?&amp;nbsp; Bukankah anak2 punya hak untuk bahagia?&amp;nbsp; Kita saja sebagai orangtua masih pengin hepi2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apalagi anak2.&amp;nbsp; Tapi.....kapan ya semua mimpi itu bisa kuwujudkan???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3574830540346274436?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3574830540346274436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3574830540346274436' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3574830540346274436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3574830540346274436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/09/homeschooling.html' title='Homeschooling'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1994713793783217608</id><published>2011-08-18T12:01:00.000+07:00</published><updated>2011-08-18T12:01:44.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>"Ayo Rek, Upacara!"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jadi ceritanya, kemarin, pagi2 sekali aku sudah dijemput untuk ikut upacara di kantor.&amp;nbsp; Perasaan sih masih pagi sekali ketika suara "than thin" klakson mobil di depan rumah mengganggu tidurku yang lelap.&amp;nbsp; Gedubrak!!!&amp;nbsp; Aku baru ingat kalau pagi itu mesti pergi upacara.&amp;nbsp; Waks!&amp;nbsp; Ternyata sudah jam 6 kurang seperempat.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secepat kilat aku lari ke kamar mandi.&amp;nbsp; Menggosok gigi cepat2 dan mencuci muka dengan tak kalah cepat.&amp;nbsp;Membasahi rambut sedikit dan bergegas ganti "onderdil" serta memakai baju batik sesuai &amp;nbsp;instruksi dalam undangan.&amp;nbsp; Semua serba kilat.&amp;nbsp; Pakai bedak&amp;nbsp;sekaligus nyomot parfum si&amp;nbsp; Pilar biar agak wangi dikit.&amp;nbsp; Lipstik bisa diurus nanti dalam mobil.&amp;nbsp; Rambut tinggal diacak-acak dikit sudah rapi sendiri.&amp;nbsp; Lha wong potongannya sudah mirip dengan &lt;em&gt;Catam (maksute : Calon Tamtama)&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Yang penting siap dulu&amp;nbsp; untuk berangkat.....eng ing eng......!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jalanan sepi.&amp;nbsp; Entah pengaruh puasa atau pengaruh libur 17 Agustusan aku nggak tahu.&amp;nbsp; Yang jelas sampai tujuan ternyata memang masih sepi.&amp;nbsp; Hanya ada para petugas upacara yang sudah siap siaga sejak pagi.&amp;nbsp; Walah...tahu gitu aku sempatkan mandi dulu.&amp;nbsp; Sudah datang kepagian ternyata arena masih kosong.&amp;nbsp; Mencoba &lt;em&gt;update&lt;/em&gt; status di FB ternyata server Indosat lagi macet.&amp;nbsp; Mungkin disetting biar pada pergi upacara duluan kali ya?&amp;nbsp; Terpaksalah &amp;nbsp;duduk manis menunggu datangnya peserta upacara yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ngemeng2&lt;/em&gt;.....mungkin inilah salah satu sebab mengapa negaraku nggak maju2 meskipun sudah 66 tahun merdeka.&amp;nbsp; Nggak bisa tepat waktu!&amp;nbsp; Tertulis di undangan jam 06.30WIB.&amp;nbsp; Kenyataannya satu jam kemudian baru dimulai.&amp;nbsp; Bagaimana bisa mengisi kemerdekaan jika dengan sengaja &lt;em&gt;telat &lt;/em&gt;melulu?&amp;nbsp; Jadi &lt;em&gt;tengsin&lt;/em&gt; diriku dengan pak Bosku yang ganteng, si expatriat yang sedari pagi sudah &lt;em&gt;njagong&lt;/em&gt; di situ.&amp;nbsp; Wah...maaflah ya&amp;nbsp;Pak.....!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun setengah mengantuk karena tidak sempat mandi, sedikit banyak aku bisa menikmati ikut upacara 17 Agustusan kali ini.&amp;nbsp; Marching Band anak2 sekolah yang lumayan &lt;em&gt;apik&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Inspektur upacara yang kumisnya lebat nggak ketulungan (dari TNI kayaknya).&amp;nbsp; Pasukan pengibar bendera yang ciamik meskipun mayoritas adalah anggota Satpam.&amp;nbsp; Lagu2 kebangsaan yang "untunglah" masih kuingat dan bisa kunyanyikan dengan baik.&amp;nbsp; Pokoknya jadi bernostalgia ke masa muda saat dulu sering mimpin lagu Indonesia Raya kalau upacara bendera.&amp;nbsp; Hanya satu yang ketinggalan dari upacara ini : Pembacaan Pancasila!&amp;nbsp; Entah memang lupa atau sengaja lupa aku tidak tahu.&amp;nbsp; Yang jelas, Bapak Inspektur upacara yang berkumis lebat itu, tugasnya hanya membacakan amanat yang sudah diketik di secarik kertas dari paduka yang terhormat Bapak Gubernur Kepri.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya, dengan segala keterbatasannya upacara pun selesai.&amp;nbsp; Setelah berpamitan kepada pak Bosku yang ganteng, aku langsung &lt;em&gt;ngacir&lt;/em&gt; meninggalkan arena.&amp;nbsp; "&lt;em&gt;Sorry Pak, I have to get coffee........my eyes can't open....!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai di rumah suasana betul2 seperti merdeka betulan.&amp;nbsp; Anak2 sudah hilang sendiri2 dan meninggalkan rumah seperti&amp;nbsp;medan perang.&amp;nbsp;Misua yang tadinya libur ditelpon kantor supaya masuk karena ada masalah yang harus diselesaikan.&amp;nbsp; Tidak mau kalah dengan mereka, aku pun merayakan kemerdekaan dengan sepenuh jiwa.&amp;nbsp; Buka laptop....main Sudoku....sambil nontonin orang ganteng&amp;nbsp; pinter yang lagi diwawancara di TV One (Anis Bawesdan emang ganteng, kan?).&amp;nbsp; Wawancara yang hanya sekelumit itu betul2 ciamik dan sanggup membuatku mengangguk-angguk mirip "&lt;em&gt;manuk engkuk&lt;/em&gt;".&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Adalah menjadi tugas kita semua untuk menjadikan negara ini menjadi sebuah negara yang besar.&amp;nbsp; Bukan hanya tugas pemerintah.&amp;nbsp; Bukan hanya tugas DPR.&amp;nbsp; Tugas kita semua.&amp;nbsp; Jangan pernah puas dengan hasil yang sudah kita capai sekarang.&amp;nbsp; Mengkritiklah dengan bijak.&amp;nbsp; Berikanlah solusi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lakukanlah sesuatu yang baik mulai dari diri sendiri.&amp;nbsp; Ajarkanlah dari rumah nilai2 kejujuran dan keadilan yang sebenarnya.&amp;nbsp; Para koruptor yang merajalela adalah bukti bahwa masih banyak orangtua yang belum menanamkan hakikat kejujuran yang sebenarnya kepada anak2 mereka.&amp;nbsp; Bagaimana&amp;nbsp;bisa mengajarkan kejujuran kepada anak jika kita sendiri suka berkata bohong kepada mereka?&amp;nbsp; Bangsa ini akan benar2 menjadi bangsa yang sakit dan akhirnya sekarat jika tidak ada yang mau peduli satu sama lain....dst...dst.....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, memasang bendera di rumah, ikut upacara di manapun tempatnya, itu belumlah cukup.&amp;nbsp; Kita akan menjadi bangsa yang betul2 merdeka, jika setiap orang mau berusaha untuk merdeka.&amp;nbsp; Merdeka dari keserakahan.&amp;nbsp; Merdeka dari ketidakjujuran.&amp;nbsp; Merdeka dari kemunafikan.&amp;nbsp; Merdeka dari kebodohan.&amp;nbsp; Merdeka dari KKN.&amp;nbsp; Merdeka dari&amp;nbsp; rasa dendam, iri hati dan benci.&amp;nbsp; Memerdekakan diri sendiri, adalah kunci untuk menuju kemerdekaan yang sejati.&amp;nbsp; MERDEKA!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;* 17 Agustus 2011&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dirgahayu Tanah Airku, Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1994713793783217608?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1994713793783217608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1994713793783217608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1994713793783217608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1994713793783217608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/08/ayo-rek-upacara.html' title='&quot;Ayo Rek, Upacara!&quot;'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2489561451684899361</id><published>2011-07-26T16:25:00.000+07:00</published><updated>2011-07-26T16:25:01.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Berbagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari, saat pulang kampung, pagi2 kulihat ibuku sudah menyeduh dua gelas kopi.&amp;nbsp; Kalau dilihat dari ukurannya sih sudah pasti bukan untuk aku atau suamiku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Lho....nggo sopo&lt;/em&gt;, Bu?" dengan heran aku bertanya.&amp;nbsp; Setahuku sudah lama tidak ada yang ngopi2 lagi di rumah semenjak bapakku terkena sakit liver dan aku hengkang ke perantauan.&amp;nbsp; Jadi buat siapa ibu menyeduh kopi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Nggo wong sing biasa ngangkut sampah&lt;/em&gt;,"&amp;nbsp;jawab ibuku.&amp;nbsp; Aku dobel heran.&amp;nbsp; Tukang ngangkut sampah mesti dibikinin kopi?&amp;nbsp; Sejak kapan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari beberapa tanya jawab ringan pagi itu aku jadi tahu, bahwa ibu2 di kampungku memang sepakat untuk memberikan apresiasi kepada para pengangkut sampah&amp;nbsp;yang ada di kampung&amp;nbsp;secara bergiliran.&amp;nbsp; Setiap hari ada yang&amp;nbsp;membuatkan mereka kopi.&amp;nbsp; Ada juga yang menyediakan&amp;nbsp;sarapan pagi berupa nasi &lt;em&gt;pecel&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;gorengan&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Memang tidak seberapa nilainya.&amp;nbsp; Tapi bagi para pengangkut sampah yang harus memulai pekerjaan sejak dini hari tanpa sempat sarapan, itu merupakan suatu berkah yang sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Wah..Bu, duwik'e soko endi&lt;/em&gt;?" aku bertanya lagi.&amp;nbsp; Bagaimana bisa para ibu&amp;nbsp; memberikan pelayanan yang spesial terhadap orang2 yang profesinya masih banyak dipandang sebelah mata itu?&amp;nbsp; Duitnya dari mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Halah...nggak usah dipikirlah duwik'e&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Namanya ngasih ya ngasih saja....nggak usah itung-itungan&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Seikhlasnya&lt;/em&gt;!&amp;nbsp; &lt;em&gt;Lagipula mesakno wong2 iku&lt;/em&gt;......" jawab ibuku sambil tersenyum seperti biasa.&amp;nbsp; Alamak!&amp;nbsp; Seikhlasnya?&amp;nbsp; Kasihan?&amp;nbsp; Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya aku tersinggung.&amp;nbsp; Gaya hidup seperti ibuku dan ibu2 kampung lainnya bisa dibilang sudah pudar dari hidupku.&amp;nbsp; Rutinitas hidup di tanah rantau sepertinya sudah menggerus sebagian besar hati yang kumiliki.&amp;nbsp; Keinginan untuk berbagi ada.&amp;nbsp; Tetapi dengan banyak embel2 di belakangnya.&amp;nbsp; Nantilah kalau ada uang lebih.&amp;nbsp; Nantilah kalau ada waktu.&amp;nbsp; Nantilah kalau memang dibutuhkan, dll....dll.... Sementara ibu2 itu sungguh2 rela berbagi dari kekurangannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu aku belajar satu hal lagi dari ibuku, yaitu pelajaran hidup, tentang bagaimana harus berbagi.&amp;nbsp; Tentang bagaimana harus memberi tanpa pamrih.&amp;nbsp; Jika kita ingin membantu orang lain, ya bantu saja.&amp;nbsp; Tidak perlu&amp;nbsp;memastikan terlebih dahulu dia&amp;nbsp;sukunya apa.&amp;nbsp; Tidak perlu mendata agamanya apa.&amp;nbsp; Tidak perlu tahu asalnya dari mana atau dari kelompok apa.&amp;nbsp; Tidak perlu bertanya serba "&lt;em&gt;jlimet&lt;/em&gt;"seolah-olah kita petugas sensus dari negara.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Kalau mau ngasih ya ngasih saja...gitu aja kok repot!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2489561451684899361?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2489561451684899361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2489561451684899361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2489561451684899361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2489561451684899361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/07/berbagi.html' title='Berbagi'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3259446384951664704</id><published>2011-06-15T15:07:00.000+07:00</published><updated>2011-06-15T15:07:17.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Sejenak Ngelantur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun berpenampilan &lt;em&gt;slenge'an&lt;/em&gt;, pada dasarnya aku ini sensi banget...(jieee..sensi nih yee...).&amp;nbsp; Entah karena kebanyakan baca buku atau kebanyakan nonton sinetron, aku sendiri juga nggak tahu.&amp;nbsp; Yang jelas, apapun itu, jika pas menyentuh hati, selalu saja bisa membuatku meneteskan air mata (kecuali pas &lt;em&gt;klilipan&lt;/em&gt; atau pas &lt;em&gt;kejulek &lt;/em&gt;jari sendiri kali ya).&amp;nbsp; Mau berita sedih kek, berita senang kek, waduh, jangan ditanya lagi pokoknya.&amp;nbsp; Bisa2 butuh ember tersendiri untuk menampung semua kesedihan maupun kegembiraan itu.&amp;nbsp; Jadi jangan heran kalau pagi ini, aku sudah dibuat meneteskan air mata ketika membaca blog seorang sahabat yang berkisah tentang kematian suami tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi menyesal, karena beberapa bulan belakangan ini&amp;nbsp; tidak sempat&amp;nbsp; "melongok" blog&amp;nbsp; beberapa teman maupun berbagi status di FB.&amp;nbsp; Akibatnya aku ketinggalan&amp;nbsp;&lt;em&gt;update&lt;/em&gt; berita penting dari beberapa sahabat dunia maya dengan alasan nggak sempat tadi.&amp;nbsp; Ada yang sudah jadi guru, ada yang melahirkan anak kedua, ada yang &lt;em&gt;pregnant&lt;/em&gt; lagi. Bahkan suami si Riris meninggal pun aku nggak tahu.&amp;nbsp; Pokoknya menyedihkan banget kesannya.&amp;nbsp; Menyedihkan sekaligus mengesalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya meskipun nggak online, bukan berarti aku sudah tidak cinta &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt; maupun berbagi cerita dengan para sahabat di dunia maya.&amp;nbsp; Aku masih cinta kok.&amp;nbsp; Suer!&amp;nbsp; Hanya saja kemarin2 itu, tingkat kejenuhan dalam hidupku sedang berada pada posisi paling tinggi.&amp;nbsp; Namanya jenuh ya pasti&amp;nbsp;akan diiringi oleh rasa malas.&amp;nbsp;Kalau sudah tidur malas bangun.&amp;nbsp; Kalau sudah bangun malas&amp;nbsp;masak.&amp;nbsp; Kalau sudah masak malas makan.&amp;nbsp; Kalau sudah makan malas mandi.&amp;nbsp; Kalau sudah mandi malas kerja.&amp;nbsp; Kalau sudah kerja malas &lt;em&gt;ngidupin&lt;/em&gt; komputer.&amp;nbsp; Kalau sudah gitu jangankan &lt;em&gt;ngenet&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ngetik&lt;/em&gt; pun males.&amp;nbsp; Ujung2nya bengong &lt;em&gt;wae&lt;/em&gt; depan komputer.&amp;nbsp; Semacam simbiosis yang nggak jelas begitulah.&amp;nbsp; Berderet-deret rutinitas yang semuanya serba membosankan dan harus dijalani sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditelisik dan dirunut-runut ke belakang, &lt;u&gt;salah satu&lt;/u&gt; obat dari segala kejenuhan tadi ternyata sepele saja, yaitu : kembali duduk depan komputer dan mulai ngenet lagi.&amp;nbsp; Ngeblog, menuliskan rasa hati, berbagi status, menanyakan kabar dan berbagi ilmu di forum diskusi online, dan perbanyak main Sudoku.&amp;nbsp;&lt;u&gt;Salah duanya&lt;/u&gt;&amp;nbsp;aku mulai buka buku2 doa lagi&amp;nbsp;dan kembali menempatkan diri pada posisi bertobat.&amp;nbsp; &lt;u&gt;Salah tiganya&lt;/u&gt; aku harus banyak tertawa dan bercanda lagi dengan anak2, serta memperbanyak&amp;nbsp; sabar hati dalam menghadapi kenakalan mereka.&amp;nbsp; &lt;u&gt;Salah empatnya&lt;/u&gt; harus memperbaiki komunikasi yang mulai bolong2 dengan suami, supaya tidak memberikan kesempatan kepada setan untuk memperkeruh suasana.&amp;nbsp; &lt;u&gt;Salah limanya&lt;/u&gt; ya seperti sekarang ini, menikmati hidup dengan mengerjakan sesuatu yang memang ingin sekali kukerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kawan, urusan jenuh-jenuhan dan bosan-bosanan seperti di atas, separah apapun, bisa diakalin kok.&amp;nbsp; Tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan.&amp;nbsp; Apalagi kalau masalahnya hanya jenuh atau bosan.&amp;nbsp; Hanya butuh sedikit kreatifitas dan kemauan untuk meloncat keluar dari semua itu.&amp;nbsp; Intinya sih, tidak perlu repot2 memikirkan segala sesuatu yang belum pasti.&amp;nbsp; Pikirkan yang sudah pasti2 saja biar kayak iklan rokok.&amp;nbsp; Yang penting &lt;em&gt;enjoy your life&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Jangan sia2kan hidup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Iya kalau bisa hidup seribu tahun lagi.&amp;nbsp; Kalau&amp;nbsp;nggak sampai esok&amp;nbsp; hari gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&amp;nbsp;teringat dengan syair dari pujangga Romawi kuno, Horacius,&amp;nbsp;yang dikutip dalam buku Dale Carnegie seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berbahagialah orang, dan berbahagialah dia sendiri&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia yang dapat menyatakan hari ini miliknya,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia yang dapat menyelamatkan diri dengan berkata,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Biarlah esok menjadi hari yang paling buruk,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;toh saya hidup pada hari ini".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, memandang puisi di atas, apa salahnya membuat resolusi &lt;em&gt;dadakan&lt;/em&gt;, meskipun sudah tengah tahun, bahwa hidup harus dinikmati dan dijadikan&amp;nbsp;&lt;em&gt;happy&lt;/em&gt;?&amp;nbsp; Setujukah kawan???&amp;nbsp; Kalau tidak dan belum setuju, sebaiknya mulai memperbanyak doa pribadi.&amp;nbsp; Siapa tahu....karena yang namanya penyesalan biasanya muncul belakangan....hehehe......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3259446384951664704?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3259446384951664704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3259446384951664704' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3259446384951664704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3259446384951664704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/06/sejenak-ngelantur.html' title='Sejenak Ngelantur'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8170708309611872067</id><published>2011-05-19T11:35:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T11:35:22.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>In Memoriam : Nurul F. Huda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Secara pribadi aku tidak mengenalnya.&amp;nbsp; Aku hanya&amp;nbsp;tahu namanya&amp;nbsp;sepintas lewat beberapa kolom tulisan di koran pagi mengenai perkumpulan orang2 yang suka menulis dan bergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) di kota Batam.&amp;nbsp; Melihat gambar wajahnya yang terlihat ramah dan penuh semangat hidup, aku yakin bahwa dia adalah sosok perempuan yang hebat.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat beberapa tulisan di koran itu pula aku tahu bahwa Nurul adalah seorang penulis kreatif dan telah menghasilkan beberapa buku&amp;nbsp;yang menginspirasi banyak&amp;nbsp;penulis pemula untuk mulai berkarya lewat tulisan.&amp;nbsp;Lewat tulisan2nya ia menjadi inspirator bagi banyak orang.&amp;nbsp; Sejatinya sejak lama aku ingin bergabung dalam komunitas yang didirikannya.&amp;nbsp; Tetapi selalu tertunda dengan alasan tidak terlalu percaya diri.&amp;nbsp; Merasa belum mampu.&amp;nbsp; Merasa tidak siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan klimaksnya pagi ini......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membaca berita di harian pagi yang sama, bahwa Nurul F. Huda, sang pendiri Forum Lingkar Pena, telah berpulang ke pangkuanNya.&amp;nbsp; Penyakit jantung dan paru2 telah membuatnya menyerah pada Sang Waktu.&amp;nbsp; Ia berpulang kemarin pagi, Rabu, 18 Mei 2011 pukul 3 dini hari di R.S Sarjito Yogyakarta.&amp;nbsp; Membaca ringkasan riwayat hidupnya serasa menohok ulu hatiku.&amp;nbsp; Membuatku malu.&amp;nbsp; Menampar wajahku dengan keras.&amp;nbsp; Menjadi peringatan bagiku bagaimana seharusnya menjadi manusia yang mampu bersyukur dalam segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul F. Huda, dengan wajah yang selalu tersenyum dalam setiap fotonya.&amp;nbsp; Perempuan berkerudung yang tidak pernah kukenal secara pribadi itu, pagi ini telah membawa kesadaran baru dalam diriku.&amp;nbsp; Dengan segala masalah dalam hidupnya, ia tetap&amp;nbsp; tegar dan tidak pernah berhenti berkarya.&amp;nbsp; Penyakit dan permasalahan hidup yang membelit tidak bisa menghentikannya untuk tetap menulis dan menulis.&amp;nbsp; Baginya, menulis adalah sebuah terapi hidup yang tidak ternilai harganya.&amp;nbsp; Dengan menulis ia telah menjadi manusia yang berbeda dari manusia yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan teman.....meskipun hanya kukenal namamu lewat koran......!&amp;nbsp; Ijinkan aku mengucapkan terimakasih, karena lewat permenungan kecil pagi ini, berita mengenai kepergianmu, telah membuatku bangkit kembali.&amp;nbsp; Tidak seharusnya aku berhenti menulis, apapun yang terjadi dalam hidupku.&amp;nbsp; Jika dengan menulis aku bisa menikmati hidup, mengapa harus menghentikannya?&amp;nbsp; Rasa malas, rasa tidak bisa, rasa bosan, dan rasa2 tidak bermutu lainnya, seharusnya kubuang jauh2.&amp;nbsp; Jika engkau yang rapuh dengan penyakit bisa terus menulis, mengapa aku tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga Detak Jantungku Berhenti "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah buku karya terakhirmu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seperti menjadi suatu pembuktian bahwa menulis&amp;nbsp;harus menjadi&amp;nbsp;api yang tak boleh padam dengan alasan apapun.&amp;nbsp; Dengan menulis kita bisa menjadi manusia yang lebih dicintai dan mencintai Tuhan.&amp;nbsp; Dengan menulis kita bisa berbagi cinta dengan siapa saja dan di mana saja.&amp;nbsp; Dengan menulis kita bisa mengobati luka.&amp;nbsp; Dengan menulis kita bisa menjadi diri kita, menunjukkan pada dunia, jati diri kita yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, selamat jalan teman!&amp;nbsp; Semoga berbahagia di tempat seharusnya engkau memang patut menerimanya.&amp;nbsp; Semoga kita bisa berkenalan pada saatnya nanti, meskipun kemarin kita tidak sempat bersua.&amp;nbsp; Selamat jalan dan sampai&amp;nbsp;bertemu lagi......Tuhan mencintaimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* In memoriam : Nurul F. Huda, penulis yang tidak pernah kukenal secara pribadi, tapi kutahu sebagai orang hebat lewat hasil kerja keras dan senyuman yang tak lekang dari wajahnya...Forum Lingkar Pena (FLP).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8170708309611872067?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8170708309611872067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8170708309611872067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8170708309611872067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8170708309611872067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/05/in-memoriam-nurul-f-huda.html' title='In Memoriam : Nurul F. Huda'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3922559839584838341</id><published>2011-05-03T15:26:00.001+07:00</published><updated>2011-05-03T15:35:53.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Makna Hari Buruh (untukku)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan ini sebenarnya ingin kutulis pada Hari Buruh dua hari yang lalu.&amp;nbsp; Tapi batal karena&amp;nbsp;ada beberapa gangguan internal harus meredakan perang&amp;nbsp;saudara ke sekian di antara ketiga anakku.&amp;nbsp; Biasalah...namanya juga &lt;em&gt;holiday.&lt;/em&gt;&amp;nbsp; Suasana rumah jadi super sibuk dan&amp;nbsp;bising&amp;nbsp;nggak ketulungan.&amp;nbsp; Ditunjang dengan cuaca mendung dan gerimis&amp;nbsp;berkepanjangan di luar lengkap sudah tugasku hari itu sebagai seorang satpam galak di rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara tentang nasib buruh laksana berkaca pada diri sendiri yang sampai detik ini masih juga menggantungkan harapan pada upah atau gaji yang diterima setiap bulan dari perusahaan.&amp;nbsp; Teorinya sih ingin banyak berteriak dan &lt;em&gt;berkoar&lt;/em&gt; tentang banyak ketidakadilan yang nampak jelas di depan mata.&amp;nbsp; Tapi fakta tentang banyak orang yang di"&lt;em&gt;black list&lt;/em&gt;" dan diacuhkan perusahaan karena terlalu vokal juga bukan masalah yang bisa diabaikan begitu saja.&amp;nbsp; Intinya sebagai orang yang masih menggantungkan&amp;nbsp;asa pada perusahaan banyak&amp;nbsp;orang &amp;nbsp;yang pada akhirnya harus merelakan begitu saja takdir berjalan di depan matanya termasuk diriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih terbayang dengan jelas dalam ingatan bagaimana di kantorku, kami selalu&amp;nbsp;mendapatkan ancaman terselubung bagi yang berani "mbalelo" dan mempertanyakan kebijakan perusahaan.&amp;nbsp; Dalam setiap briefing yang diadakan untuk karyawan, selain menyinggung masalah kinerja, big boss akan menambahkan petuahnya dengan senjata pamungkas berikut ini : "&lt;em&gt;Kalau merasa tidak cocok di sini ya keluar saja.&amp;nbsp; Di luar toh masih banyak orang yang butuh pekerjaan&lt;/em&gt;!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu kalimat itu yang diulang-ulang dalam setiap briefing.&amp;nbsp; Kalimat yang menurutku sungguh menohok ulu hati karena bagi&amp;nbsp;karyawan yang sudah mentok umur sudah jelas bahwa mencari pekerjaan lain di luar itu bukanlah perkara gampang.&amp;nbsp; Kecuali, tentu saja, jika ada niat berwirausaha secara mandiri dan tidak tergantung pada gaji setiap bulan.&amp;nbsp; Sakit hati banget rasanya jika setiap keluhan terhadap kebijakan perusahaan senantiasa disikapi dengan sinis dan tidak bersahabat seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangankan protes, komplain, atau bicara terus terang masalah kebijakan.&amp;nbsp; Yang&amp;nbsp;jelas2 diatur dan direstui oleh undang2 pun tidak dihiraukan,&amp;nbsp;misalnya :&amp;nbsp; Serikat Buruh.&amp;nbsp; Teorinya memang perusahaan harus memberi kesempatan kepada karyawan yang ingin bergabung atau aktif dalam&amp;nbsp;serikat buruh.&amp;nbsp; Tapi praktek dan faktanya adalah&amp;nbsp;NOL.&amp;nbsp; Jangan pernah bergabung dengan serikat buruh apapun jika masih ingin bekerja, itu intinya.&amp;nbsp; Sekali ketahuan bergabung, tamatlah riwayatmu untuk memperbaiki taraf hidup dan masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah suatu hari bossku (Alm.) memanggilku ke dalam ruangan.&amp;nbsp; Setengah berbisik dia bertanya&amp;nbsp;apakah benar&amp;nbsp;aku aktif dalam serikat buruh.&amp;nbsp;Seseorang&amp;nbsp;baru saja memberinya informasi.&amp;nbsp;Aku ternganga.&amp;nbsp;&lt;em&gt;"Tidak, Pak!&amp;nbsp; Saya tidak aktif dalam serikat apapun selama saya bekerja di perusahaan ini.&amp;nbsp; Tapi untuk diketahui, suami saya anggota SPMI aktif!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku keluar dengan bibir merengut.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Aya2 wae mah etah Bapak&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Jadi apa buktinya bahwa karyawan boleh berserikat dan berkumpul jika faktanya terus dipermasalahkan?&amp;nbsp; Terus dipantau?&amp;nbsp; Terus diintimidasi?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari yang lalu mataku tak berkedip menonton berita.&amp;nbsp; Tentang demo buruh.&amp;nbsp; Tentang potret buruh yang masih saja buram semuram kisah perjalanan hidup mereka.&amp;nbsp; Tentang bagaimana kenaikan upah minimum tiap tahun yang tidak berarti apa2 karena harga2 berbagai macam kebutuhan akan ikut melonjak tak terkendalikan.&amp;nbsp; Tentang susah payahnya seorang buruh jika suatu saat jatuh sakit dan tidak bisa bekerja.&amp;nbsp; Jadi, di luar semua itu, kepada siapakah sebenarnya para buruh harus mengaduh atas nasib mereka?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Selamat Hari Buruh!"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada lagi yang bisa kusampaikan selain kata2 itu.&amp;nbsp; Kata yang keluar dari lubuk hati terdalam.&amp;nbsp; Ungkapan rasa yang seringkali harus disimpan rapat atas nama loyalitas kepada perusahaan.&amp;nbsp; Jika tidak ada lagi yang bisa memperjuangkan nasib kita, siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang harus berjuang?&amp;nbsp; Buruh adalah tolak ukur kemakmuran suatu negara.&amp;nbsp; Jika buruh sejahtera, sudah pasti makmurlah suatu negara.&amp;nbsp; Jika buruh masih juga menderita, sudah pasti harus dipertanyakan tolak ukur keberhasilan negara tersebut.&amp;nbsp; Selagi nasib buruh belum berubah, selagi kemiskinan masih merajalela, tidak salah jika aku tetap memilih untuk GOLPUT.&amp;nbsp; Setia pada panggilan hidup sebagai orang bebas merdeka dan tidak mudah percaya pada janji2 palsu kaum pembohong dan penipu yang mengatasnamakan rakyat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, Selamat Hari Buruh!&amp;nbsp; Jangan pernah surut langkah dalam berjuang!&amp;nbsp; Merdeka!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;*&amp;nbsp; Minggu, 1 Mei 2011&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; Di rumahku yang seperti surga&amp;nbsp; -&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3922559839584838341?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3922559839584838341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3922559839584838341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3922559839584838341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3922559839584838341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/05/makna-hari-buruh-untukku.html' title='Makna Hari Buruh (untukku)'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7608663664156406993</id><published>2011-05-03T11:20:00.000+07:00</published><updated>2011-05-03T11:20:21.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Takut Hidup?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memasuki usia kepala empat terus terang membuatku gamang.&amp;nbsp; Banyak pikiran aneh2 yang tiba2 saja datang menghantui.&amp;nbsp; ﻿Bukan masalah penampilan yang jelas sudah tidak imut2 lagi seperti dulu.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bukan juga karena kondisi fisik yang jadi lebih gampang capek dari jaman muda dulu.&amp;nbsp; Kegamangan ini terjadi ketika tiba2 aku sadar bahwa masih ada waktu beberapa saat ke depan yang mau tidak mau harus dihadapi dan dijalani.&amp;nbsp; Bisa jadi sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, tiga puluh tahun lagi atau bahkan beberapa menit saja dari sekarang.&amp;nbsp; Semua itu tidak bisa diprediksi.&amp;nbsp; Yang jelas sampai detik ini ada HIDUP yang mesti dijalani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Terus terang aku tidak mau mati di usia tua!" pernah terlontar kata2 itu dari mulutku. "Bayangkan saja, betapa sengsaranya kita, jika sudah tua, tuli, mata rabun, badan bongkok dan kita nggak mati2?!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dasar sinting, Lu!" seorang teman menyahut. "Banyak orang pengin berumur panjang, dikau malah minta dipendekin!" ia menggerutu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Lho..ini serius, &lt;em&gt;pren&lt;/em&gt;!&amp;nbsp; Bukannya minta pendek umur atau tidak bersyukur akan hidup.&amp;nbsp; Aku hanya tidak bisa membayangkan, seandainya diberi kesempatan hidup lebih lama lagi, apakah aku akan bersyukur atau malah menyesali diri.&amp;nbsp; Sekarang saja, trenyuh rasanya melihat mereka yang sudah berusia lanjut, tidak bisa apa2, tapi tidak mati2!&amp;nbsp; Belum lagi jika anak2 yang seharusnya merawat dan mengurus mereka di usia tua serba tidak peduli dan lebih mementingkan diri sendiri.&amp;nbsp; Aku tidak sanggup membayangkan jika berada di posisi itu!" aku menambahkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Temanku geleng2 kepala.&amp;nbsp; Aku mengangguk-anggukkan kepala.&amp;nbsp; Satu menggeleng, satu mengangguk.&amp;nbsp; Jaka Sembung bawa golok.&amp;nbsp;Jadi sebenarnya, perasaan gamang ini karena aku takut hidup atau takut mati ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkah kalian berpikir, sebelum kita ada, dimanakah adanya kita?&amp;nbsp; Jika pada akhirnya tiada, mengapa Tuhan meng-ada-kan kita?&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Tiada&lt;/strong&gt; - &lt;strong&gt;ada&lt;/strong&gt; - &lt;strong&gt;tiada&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Nothing&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Seperti banyak nasehat yang kutemukan dalam komik Kho Ping Hoo jaman kecilku dulu pada akhirnya kita semua akan menuju ke ketiadaan.&amp;nbsp; Jadi sebenarnya, apakah inti dari hidup itu sendiri jika pada akhirnya&amp;nbsp; harus mati?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukannya semakin terang, aku semakin gamang.&amp;nbsp; Entah ini efek dari tambah umur atau efek dari kematangan hidup aku tak tahu.&amp;nbsp; Entah karena anak2 terlihat semakin besar dan semakin pintar atau karena aku yang semakin terlalu protektif dan terlalu banyak bicara aku juga tak tahu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Betul2 merasa&amp;nbsp;nggak jelas&amp;nbsp;gitu loh...!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi kata suamiku : "Ayo....bangun...bangun....!&amp;nbsp; Mau mati muda atau tua, jangan pernah menyia-nyiakan hidup.&amp;nbsp; Takut boleh, tapi pesimis jangan!&amp;nbsp; Apa yang sudah diberikan kepada kita, tidak pernah akan sia2 adanya....selagi kita senantiasa berpengharapan dalam iman!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Is that true?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7608663664156406993?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7608663664156406993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7608663664156406993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7608663664156406993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7608663664156406993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/05/takut-hidup.html' title='Takut Hidup?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4550267925712458251</id><published>2011-03-21T16:00:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T16:00:11.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Selamat Jalan, Pak!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sabtu, 19 Maret 2011, jam setengah dua belas&amp;nbsp;malam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tin, Pak Sup meninggal!" suara teman kantorku terdengar gemetar di telepon.&amp;nbsp; "Barusan jam sebelas tadi!" ia menyambung lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku terbengong.&amp;nbsp; Ikutan gemetar.&amp;nbsp; Hilang sudah rasa kantukku.&amp;nbsp; Bagaimanapun juga aku masih terkaget-kaget mendengar berita menyedihkan itu meskipun sudah tahu bahwa pada akhirnya memang akan seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, setelah hampir delapan bulan melewati masa2 sulitnya, bossku dipanggil Tuhan.&amp;nbsp; Kanker paru2 telah menghancurkan seluruh harapannya untuk menikmati masa pensiun yang membahagiakan bersama keluarga.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Minggu, 20 Maret 2011&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi2 sekali kami sudah menyeberang ke negara tetangga.&amp;nbsp; Nggak sempat sarapan, nggak sempat bawa bekal, nggak sempat bawa obat2an.&amp;nbsp; Kalau biasanya pagi2 sudah ngopi sekarang hanya sempat menghirup angin laut.&amp;nbsp; Segar sih, tapi tidak mengenyangkan.&amp;nbsp; Malah semakin membuat perut keroncongan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai di imigrasi Singapore, cerita pertama muncul.&amp;nbsp; Dari 13 orang datang, 3 orang kena "giliran" masuk interogasi.&amp;nbsp; Yang satu bernama Nasrun, dicurigai sebagai teroris (mungkin), karena namanya hanya satu kata.&amp;nbsp; Orang Sing membacanya &lt;em&gt;Nesroun&lt;/em&gt;....!&amp;nbsp; Yang satu lagi karena &lt;em&gt;bonek&lt;/em&gt; masuk Singapore meskipun tahu passport dah hampir expired.&amp;nbsp; Untung dengan wajah &lt;em&gt;melas&lt;/em&gt; bisa menyakinkan petugas imigrasinya ("Mau melayat, Om.&amp;nbsp; Suer!").&amp;nbsp; Yang satu lagi terlalu "&lt;em&gt;trendi"&lt;/em&gt; dalam bergaya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mirip inang2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jadi dikira&amp;nbsp;mau&amp;nbsp;daftar TKW.&amp;nbsp; So...tiga orang keong racun ini terpaksa untuk beberapa lama (hampir setengah jam-an) harus berhadapan dengan petugas imigrasi Singapore yang sangar2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat kata, kami sampai di rumah duka.&amp;nbsp; Pelayat &lt;em&gt;full&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Memang betul kata pepatah, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.&amp;nbsp; Bagaimana orang itu hidup bersama dengan orang lain ketika di dunia, dibuktikan dari banyak sedikitnya manusia yang mengantarnya ke pemakaman ketika ia meninggal.&amp;nbsp; Bosku memang hebat.&amp;nbsp; Tidak menyangka kalau temannya sebanyak itu.&amp;nbsp; Kami harus ikutan berjubel di dalam rumah untuk bisa melihat jenasahnya terakhir kali sebelum dikafani dan disholatkan.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wajah&amp;nbsp;bosku terlihat tenang dan damai.&amp;nbsp; Seperti orang tidur saja.&amp;nbsp; Tidak terlihat lagi raut wajah kesakitan.&amp;nbsp; Semua sudah berlalu.&amp;nbsp; Kulihat hampir semua yang datang meneteskan air mata.&amp;nbsp; Istrinya terlihat lebih tabah.&amp;nbsp; Dengan tegar Ibu menerima salam belasungkawa dari para pelayat yang datang termasuk kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita kedua muncul di pemakaman.&amp;nbsp; Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, sampailah kami di pemakaman.&amp;nbsp; Di sana sudah terlihat banyak orang berkumpul dan berdoa di pinggir liang lahat.&amp;nbsp; Lucunya lagi, karena mengira kami datang terlambat, dengan &lt;em&gt;pede-&lt;/em&gt;nya kami ikut bergerombol di tepi liang lahat dan ikut berdoa.&amp;nbsp; Ternyata oh ternyata, beberapa saat baru kami sadar bahwa yang sedang kami doakan itu bukan jenasah bosku.&amp;nbsp; Jenasah bosku sendiri baru diturunkan dari keranda ketika kami baru saja sampai.&amp;nbsp; Pantesan nisan kayunya bertulis Afandi.&amp;nbsp; Nah, lho!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ketiga waktu mau mencari stasiun MRT terdekat.&amp;nbsp; Dari pemakaman, bus mengantar kami kembali ke rumah duka.&amp;nbsp; Dari sana rencananya kami mau naik bus menuju stasiun MRT.&amp;nbsp; Tapi ada seorang kerabat almarhum yang menawarkan diri mengantar ke stasiun MRT terdekat.&amp;nbsp; "Just di belakang building" katanya sambil menunjuk bangunan apartemen di depan kami.&amp;nbsp; Jadi kami iya-kan saja.&amp;nbsp; Dengan bersemangat kami berjalan mengikutinya dengan harapan cepat sampai di stasiun MRT dan bisa secepatnya mengisi perut yang keroncongan dari pagi belum keisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu menit, dua menit.&amp;nbsp; Sampai setengah jam lewat.&amp;nbsp; Keringat sudah deras mengucur dari dahi kami masing2.&amp;nbsp; Tapi yang namanya MRT terdekat tidak kunjung terlihat.&amp;nbsp; Dua orang manager dan satu orang senior manager yang berada satu tim dengan kami sudah mulai ikutan patah arang (tahu apa nggak sih ini orang?).&amp;nbsp; Langkah kaki yang semula lincah dan bergegas menjadi tak bersemangat dan kehilangan tenaga.&amp;nbsp; Mau tak mau kami mengikuti si penunjuk arah sampai beneran tiba di stasiun MRT yang dimaksud.&amp;nbsp; (Alamak, ini mah bukan dekat atuh....tapi jauh banget......!&amp;nbsp; Tahu gitu kami naik taksi aja dari tadi.....nasib....nasib....!)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya setelah sampai di stasiun kami sempatkan mengisi "bahan bakar" dulu.&amp;nbsp; Masing2 memesan sesuai porsi dan menu masing-masing.&amp;nbsp; Waduh....seperti berhari-hari nggak makan pokoknya.&amp;nbsp; Tapi karena sudah terlalu capek kelihatannya jadi asal makan.&amp;nbsp; Yang penting makan dulu.&amp;nbsp; Masalah rasa itu urusan belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena terlambat makan dan kecapekan, aku jadi &lt;em&gt;teler&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Kepalaku berdenyut-denyut.&amp;nbsp; Sudah gitu tidak ada satupun yang membawa P3K.&amp;nbsp; Celakanya lagi, ferry berikutnya yang kami dapat untuk pulang ke Batam jam enam-an sore.&amp;nbsp; Masih tiga jam lagi harus menunggu.&amp;nbsp; Jadi dengan kepala berdenyut dan kaki "&lt;em&gt;gempor&lt;/em&gt;" karena kebanyakan jalan, mau tidak mau kami menghabiskan waktu di Harbour Front.&amp;nbsp; Hanya duduk2 menikmati teh tarik.&amp;nbsp; Sesudah itu muter2 membeli&amp;nbsp;coklat buat anak2.&amp;nbsp; Terpaksa deh oleh2nya hanya sebatas coklat, lha wong budget memang terbatas.&amp;nbsp; Namanya juga berita mendadak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari itu sungguh perjalanan yang paling tidak menyenangkan buatku.&amp;nbsp; Duit cekak, kepala sakit, dan kaki lecet2.&amp;nbsp; Di dalam ferry kupergunakan waktu sebaik-baiknya untuk sejenak bermimpi.&amp;nbsp; Memimpikan kasur.&amp;nbsp; memimpikan makan enak meskipun perutku mual.&amp;nbsp; Hanya saja di atas semua itu aku bersyukur, karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk melihat wajah bosku terakhir kalinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Selamat jalan, Pak.&amp;nbsp; Semoga Bapak nggak menderita lagi.&amp;nbsp; Saya, kami semua anak buah Bapak, mengucapkan terima kasih, karena&amp;nbsp;selama jadi bos, bapak telah mengajarkan kami banyak hal.&amp;nbsp; Kejujuran, kerjasama, kepintaran, dll.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memang Bapak bukan bos yang sempurna.&amp;nbsp; Tapi di antara semua bos yang lain, Bapak termasuk the best.&amp;nbsp; Maafkan kami anak buah yang sering kurang ajar dan suka membantah, tapi mau dapat nilai A terus tiap tahun.&amp;nbsp; Selamat jalan, Pak.&amp;nbsp; Doa kami semua untuk Bapak, supaya Bapak mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya.&amp;nbsp; Amin!"&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4550267925712458251?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4550267925712458251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4550267925712458251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4550267925712458251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4550267925712458251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/03/selamat-jalan-pak.html' title='Selamat Jalan, Pak!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5761552073467940255</id><published>2011-03-14T12:46:00.000+07:00</published><updated>2011-03-14T12:46:54.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Don't be lebay!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;﻿"Jangan terlalu berlebihan!" nasehat ibuku dulu.&amp;nbsp; "Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kupikir-pikir memang betul nasehat itu.&amp;nbsp; Kata kerennya sekarang adalah "&lt;em&gt;Don't be&amp;nbsp;lebay&lt;/em&gt;!"&amp;nbsp; Orang yang terlalu lebay bisa membuat orang lain jijay.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang teman mendadak berubah 360 drajad ketika naik pangkat.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bukan hanya berubah sikap, tapi juga berubah gaya bicara dan berubah penampilan.&amp;nbsp; Bahkan sampai cara berjalannya pun ikutan berubah.&amp;nbsp; Dianggun-anggunkan meski sebenarnya setanpun tahu kalau dia nggak akan pernah bisa terlihat anggun, manis, apalagi tampil menawan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada lagi yang berubah lebay karena tiba2 jadi &lt;em&gt;OKB&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Kalau dulu melihat orang lain penuh dengan senyum dan keramahan, sekarang selalu memandang orang lain seperti pembantu.&amp;nbsp; Berlagak cukong.&amp;nbsp; Bergaya boss.&amp;nbsp; Tapi &lt;em&gt;lokek-&lt;/em&gt;nya tak tertandingi lagi.&amp;nbsp; Semua hal selalu dihitung untung dan rugi.&amp;nbsp; Semua hal diukur dari seberapa banyak perhiasan emas dan uang yang kau miliki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya sih&amp;nbsp; wajar2 saja.&amp;nbsp; Karena yang namanya naik pangkat atau jadi kaya mendadak pasti akan ada yang berubah.&amp;nbsp; Tapi yang bikin tidak wajar adalah lagak dan gaya yang terlalu berlebihan.&amp;nbsp; Biasa saja kenapa sih?&amp;nbsp; Toh banyak orang yang naik pangkat bisa tetap bersikap biasa2 saja.&amp;nbsp; Toh banyak orang jadi kaya tapi tetap bisa tampil bersahaja.&amp;nbsp; Tetap berbicara seperti biasa.&amp;nbsp; Tetap bergaya seperti biasa.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurutku, orang yang terlalu lebay adalah orang munafik.&amp;nbsp; Hipokrit.&amp;nbsp; Orang yang ingin bersembunyi dari segala kekurangannya.&amp;nbsp; Orang yang kemana-kemana selalu memakai topeng.&amp;nbsp; Selalu menjadi orang lain sesuai dengan peran yang diinginkan oleh keadaan.&amp;nbsp; Orang yang berusaha menutupi jati diri yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biasanya orang tidak akan &lt;em&gt;respect&lt;/em&gt; dengan orang yang terlalu lebay.&amp;nbsp; Lebay dalam hal apapun.&amp;nbsp; Bisa jadi yang ada hanya rasa jijay!&amp;nbsp; Eneg.&amp;nbsp; Pengin muntah!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar dari orang2 lebay di sekitarku, aku jadi lebih bisa&amp;nbsp; introspeksi diri.&amp;nbsp; Belajar untuk tidak lebay dalam segala sesuatu.&amp;nbsp; Belajar untuk tidak menjadi manusia yang hipokrit.&amp;nbsp; Belajar untuk tidak mengenakan topeng.&amp;nbsp; Belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.&amp;nbsp; Belajar untuk selalu menghadirkan senyuman dan senantiasa berbagi kegembiraan dengan makhluk hidup lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Doaku adalah, jangan sering2 aku dipertemukan dengan orang yang terlalu lebay.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Whoever!&amp;nbsp; Wherever!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; ***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Note :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; lokek means pelit full... :)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5761552073467940255?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5761552073467940255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5761552073467940255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5761552073467940255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5761552073467940255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/03/dont-be-lebay.html' title='Don&apos;t be lebay!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4067629438053933181</id><published>2011-03-08T13:24:00.000+07:00</published><updated>2011-03-08T13:24:04.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Maaf</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Maaf, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapan terakhir kita berbincang tentang ﻿kita?&amp;nbsp; Bukan tentang anak2.&amp;nbsp; Bukan tentang pekerjaan.&amp;nbsp; Bukan tentang teman.&amp;nbsp; Bukan tentang keluarga di kampung halaman.&amp;nbsp;Bukan tentang romansa picisan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maaf,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapan terakhir kita bisa tertawa lebar?&amp;nbsp; Betul-betul tertawa.&amp;nbsp; Tanpa sekat.&amp;nbsp; Tanpa dibuat-buat.&amp;nbsp; Tanpa topeng.&amp;nbsp; Berdua terbahak dalam ribuan lelucon dan gurauan.&amp;nbsp; Hingga tersengal meredakan gejolak riang yang membuncah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maaf, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapan terakhir kita saling memuji?&amp;nbsp; Bahu kokohmu tempat aku biasa bersandar.&amp;nbsp; Atau kerling&amp;nbsp;nakal yang selalu kupunya untukmu.&amp;nbsp; Tanpa basa-basi.&amp;nbsp; Tanpa intervensi.&amp;nbsp; Tanpa pikir panjang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tanpa&amp;nbsp;&amp;nbsp;perlu nalar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maaf,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapan terakhir kita saling bergandeng tangan?&amp;nbsp; Menyalurkan hasrat.&amp;nbsp; Menyatukan mimpi.&amp;nbsp; Tidak aku di depan.&amp;nbsp; Atau engkau di belakang.&amp;nbsp; Tidak juga sejajar.&amp;nbsp; Ataupun&amp;nbsp;berjarak.&amp;nbsp; Hanya bergandengan tangan.&amp;nbsp; Saling&amp;nbsp;menggenggam dan merasa nyaman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maaf jika boleh mengingatkan,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa jadi selama ini, kita memang lupa diri.&amp;nbsp; Sampai2 terlalu banyak lupa.&amp;nbsp; Lupa berbincang.&amp;nbsp; Lupa tertawa.&amp;nbsp; Lupa memuji.&amp;nbsp; Lupa merasa nyaman.&amp;nbsp; Lupa rasanya bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, maaf,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;masih perlukah kita&amp;nbsp;bermimpi bersama?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4067629438053933181?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4067629438053933181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4067629438053933181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4067629438053933181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4067629438053933181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/03/maaf.html' title='Maaf'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3844939673289694861</id><published>2011-02-05T11:48:00.000+07:00</published><updated>2011-02-05T11:48:05.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Ghibah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari yang lalu ada yang merasa seperti cacing kepanasan di kantor.&amp;nbsp; Beberapa staff senior, semua perempuan, dipanggil dan dikuliahi berkaitan dengan topik di atas.&amp;nbsp; Alasannya ada salah seorang staff yang merasa "GR" dengan tatapan mata staff yang lain, berkaitan dengan gosip terkini yang menyatakan dia mau &lt;em&gt;resign&lt;/em&gt; karena "something wrong".&amp;nbsp; Jadi si Bapak mengumpulkan para ibu dan gadis2 lajang untuk mengklarifikasi tentang yang katanya something wrong tadi, menjadi sesuatu yang seharusnya "bukan" something wrong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, apa hubungannya Ghibah dengan kaum perempuan?&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari "klarifikasi" yang singkat, jelas dan padat, bisa ditarik kesimpulan bahwa&amp;nbsp; kaum perempuan "dituding" sebagai biang kerok terjadinya ghibah atau gunjing menggunjing di kantor.&amp;nbsp; Padahal kalau mau fair, yang punya mulut dan telinga sebenarnya bukan hanya perempuan, toh?&amp;nbsp; Harusnya semua staff dikumpulkan dan dibriefing.&amp;nbsp; Bukan hanya para wanitanya.&amp;nbsp; Ini penting karena berkaitan dengan reputasi sebuah organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jujur aku tersinggung.&amp;nbsp; Dan aku yakin, beberapa teman yang lain juga tersinggung.&amp;nbsp; Terutama sekali yang tidak tahu menahu duduk persoalan apalagi sampai mempergunjingkannya.&amp;nbsp; Lebih parahnya lagi, yang sebenarnya tidak tahu persoalan jadi tahu gara2 dipanggil untuk ber"&lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt;" tadi.&amp;nbsp; Sharing yang kalau direkam pun sungguh akan sangat memalukan untuk didengar, karena ceritanya sudah didramatisir sedemikian rupa seolah-olah permasalahannya menjadi begitu rumit dan pelik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Orang yang suka berghibah, mendingan dia jadi pelacur saja sekalian, karena ghibah itu hukumnya lebih berat daripada berzinah&lt;/em&gt;!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun tersinggung, aku pribadi tidak terlalu peduli.&amp;nbsp; Tidak peduli malah !&amp;nbsp;Mau berghibah kek, mau tidak berghibah kek, tidak ada urusannya denganku.&amp;nbsp; Sama seperti mayoritas yang lain, aku tidak tahu apa2.&amp;nbsp; Lagipula jika dikaitkan dengan topik permasalahan, tidak ada kaitan denganku &amp;nbsp;sama sekali karena aku sudah keluar dari keanggotaan organisasi beberapa bulan sebelumnya.&amp;nbsp; Jadi, &lt;em&gt;it's not my business!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa orang saling berbisik.&amp;nbsp; Mencoba memperjelas masalah.&amp;nbsp; Ujung2nya malah memperluas wilayah ghibah.&amp;nbsp; Orang yang awalnya tidak tahu jadi pengin tahu.&amp;nbsp; Korek sana.&amp;nbsp; Korek sini.&amp;nbsp; Dan akhirnya malah jadi ghibah beneran.&amp;nbsp; Jadi bergunjing beneran.&amp;nbsp; Bah!&amp;nbsp; Jadi bener nggak sih tindakan si Bapak mengumpulkan kami untuk mengklarifikasi masalah ghibah meng-ghibah tadi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari topik di atas, ada satu pelajaran yang bisa dipetik :&amp;nbsp; Jangan pernah bergunjing tentang sesuatu yang belum pasti kebenarannya.&amp;nbsp; Kalau pun&amp;nbsp; sudah pasti benar, sampaikanlah dengan baik lewat jalur yang seharusnya.&amp;nbsp; Ini kan menyangkut kredibilitas organisasi.&amp;nbsp; Sudah pasti berkaitan dengan banyak orang.&amp;nbsp; Jadi apa salahnya diperjelas pada jalur yang seharusnya?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu lagi, kalau memang&amp;nbsp; tidak melakukan suatu perbuatan yang merugikan orang lain, mengapa harus GR terhadap tatapan mata banyak orang sih?&amp;nbsp; Tersinggung.&amp;nbsp; Salah tingkah.&amp;nbsp; Nggak enak bodi.&amp;nbsp; Anggap saja orang yang ngeliatin kita itu orang yang memang ngefans sama kita.&amp;nbsp; Titik.&amp;nbsp; PeDe aja lagi.&amp;nbsp; Ngapain harus kebakaran jenggot dan meminta suaka pada yang berwenang?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kurasa lain kali si Bapak perlu melakukan investigasi terlabih dahulu sebelum ngajak kami, para perempuan, untuk bersharing.&amp;nbsp; Kalau perlu menyewa Hercule Poirot.&amp;nbsp; So everything will be clear.&amp;nbsp; No need to explain!&amp;nbsp; No need to argue!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bah!&amp;nbsp; Sekali lagi....bah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3844939673289694861?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3844939673289694861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3844939673289694861' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3844939673289694861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3844939673289694861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/02/ghibah.html' title='Ghibah'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5240203387672176090</id><published>2011-01-28T13:01:00.000+07:00</published><updated>2011-01-28T13:01:06.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>To be New!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bukan suatu hal yang berlebihan jika semua orang punya pengharapan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.&amp;nbsp; ﻿Begitu juga aku.&amp;nbsp; Seperti manusia yang lain, aku menyimpan begitu banyak harapan di tahun ini.&amp;nbsp; Begitu besar energi&amp;nbsp;yang tersimpan dan begitu&amp;nbsp;dasyat semangat yang ingin kuimplementasikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjadi manusia baru!&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mungkin itu klise.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tapi itulah harapanku.&amp;nbsp; Bisa jadi secara materi tidak ada perubahan sama sekali.&amp;nbsp; Bisa jadi kalaupun ada perubahan nilainya kecil sekali.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tapi bagiku, pengharapan yang paling utama adalah adanya perubahan pola pikir dan&amp;nbsp;perkembangan spiritual.&amp;nbsp; Bagaimana menjadi seorang manusia yang tidak hanya tahu bahwa&amp;nbsp;aku seorang manusia, tapi juga sadar bahwa aku &lt;strong&gt;ADA&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;NYATA&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika di masa lampau aku terlalu banyak membuang waktu, sekarang, jika sekiranya mungkin aku ingin menjalani apa yang ada dengan sepenuh jiwa.&amp;nbsp; Aku ingin membaca sebanyak-banyaknya.&amp;nbsp; Aku ingin menulis dengan sejujur-jujurnya.&amp;nbsp; Aku ingin melukis dengan seindah-indahnya.&amp;nbsp; Aku ingin memamerkan senyuman paling manis kepada dunia dan mengatakan bahwa&amp;nbsp;BAHAGIA bisa ditemukan dan didapatkan di mana saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejatinya aku ingin tertawa keras ketika seorang teman berpendapat bahwa dalam hidup ini uang adalah segala-galanya.&amp;nbsp; Diam2 aku menertawakan pola pikirnya yang menurut aku &lt;em&gt;katrok&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;kampungan&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Memang benar uang itu penting, tapi&amp;nbsp;tetap saja bukan segala-galanya.&amp;nbsp;Ia mungkin bisa dipakai untuk membeli apa saja, tapi tetap saja tidak bisa membeli ketulusan dan cinta.&amp;nbsp; Ia mungkin bisa dipakai untuk membeli pertemanan, tapi tidak bisa dipakai membeli teman sejati.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjadi manusia baru adalah harapanku.&amp;nbsp; Harapan yang akan terus kuperjuangkan.&amp;nbsp; Mulai membenahi diri seolah-olah besok akan mati.&amp;nbsp; Mulai berkaca diri supaya tidak mudah menyimpan rasa dengki.&amp;nbsp; Mulai merefleksikan banyak kejadian di sekitar yang bisa dijadikan pelajaran. Mulai memilah-milah apa yang sekiranya perlu dan tak perlu dijadikan acuan dalam hidup.&amp;nbsp; Mulai belajar menjalani hidup dengan lebih berwarna dan beraura.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak mudah menjadi manusia baru.&amp;nbsp; Tapi paling tidak aku punya harapan.&amp;nbsp; Punya kemauan.&amp;nbsp; Jika harus &lt;em&gt;stagnan&lt;/em&gt; dan menunggu waktu, jadi entah kapan aku bisa menjadi seorang manusia yang sungguh BAHAGIA?&amp;nbsp; &lt;em&gt;I really don't know&lt;/em&gt;.......!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5240203387672176090?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5240203387672176090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5240203387672176090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5240203387672176090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5240203387672176090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2011/01/to-be-new.html' title='To be New!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8962396743019648359</id><published>2010-12-31T09:28:00.001+07:00</published><updated>2010-12-31T10:42:28.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Coretan Akhir tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini adalah hari terakhir di 2010.&amp;nbsp; Suasananya tidak jauh beda dengan hari-hari kemarin.&amp;nbsp; Hanya auranya memang lebih berwarna karena hampir semua wajah yang kulihat memancarkan keceriaan.&amp;nbsp; Maklum, hari ini kantorku&amp;nbsp; dengan sukarela memberikan kelonggaran pulang lebih awal setengah hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurutku yang membedakan hari ini dan hari-hari kemarin adalah harga-harga di pasar yang sejak dini hari tadi sudah meroket ke langit ketujuh. Harga ikan yang biasanya&amp;nbsp;mahal karena alasan gelombang tinggi sekarang lebih gila2an lagi.&amp;nbsp; Mentang2 banyak orang cari ikan untuk acara tutup tahun terus harganya direkayasa jadi setinggi bintang.&amp;nbsp; Imbasnya adalah bagi para ibu seperti aku ini sudah jelas :&amp;nbsp; tambah sakit kepala jika terlalu lama &lt;em&gt;muter2&lt;/em&gt; di pasar!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara pribadi, aku mengalami banyak hal indah di tahun 2010.&amp;nbsp; Indah karena berkat pengalaman2 itu aku bisa belajar untuk menjalani hidup dengan lebih baik.&amp;nbsp; Indah karena dalam guratannya yang menyedihkan maupun membahagiakan ada banyak hal yang bisa diambil hikmah dan segi positifnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar dari kisah perselingkuhan seorang teman di awal tahun, berlanjut dengan perasaan gegap-gempita mengirim anak &lt;em&gt;lanang&lt;/em&gt;ku pulang kampung dan ternyata tidak sesuai dengan harapan.&amp;nbsp; Ada kisah si Sulung yang dapat ranking 2&amp;nbsp;dan naik ke kelas 5 biarpun jarang2 buka buku.&amp;nbsp; Ada kisah liburan yang "melelahkan" isi kantong dan jiwa raga.&amp;nbsp; Klimaksnya adalah mertua laki2ku meninggal dunia dua minggu sebelum Natal dan membuat suamiku harus pulang kampung lagi.&amp;nbsp; Ditutup&amp;nbsp; dengan gambaran wajah ceria si Sulung yang (lagi2) mendapatkan ranking 2 meskipun tidak pernah buka buku di semester 1 ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagiku, semua kisah tadi bukanlah suatu kisah yang terjadi &amp;nbsp;secara kebetulan semata.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagiku, semua kisah selalu punya maknanya tersendiri.&amp;nbsp; Jika sejenak mau "berdiam diri",&amp;nbsp;akan terlihat dengan jelas, bahwa semua itu bukannya tidak punya arti.&amp;nbsp; Tergantung kepada&amp;nbsp;diri kita masing2 sejauh mana&amp;nbsp;bisa memahami makna yang tersembunyi di dalam setiap peristiwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Puji syukur kepada Tuhan yang Ajaib, yang telah menjagaku dan keluargaku dalam genggaman tangan kasihNya dalam tahun ini.&amp;nbsp; Puji syukur&amp;nbsp;atas keberadaan para teman dan sahabat yang terkadang kebaikannya melebihi saudara kandung sekalipun.&amp;nbsp; Puji syukur atas segala &lt;em&gt;keribetan&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;keruwetan&lt;/em&gt; yang kualami sebagai seorang ibu yang harus bertanggungjawab terhadap anak2 dan suami.&amp;nbsp; Puji syukur atas segala kebahagiaan dan kesedihan yang telah kualami sepanjang tahun ini.&amp;nbsp; Puji syukur atas segala kelebihan dan kekurangan yang kumiliki karena&amp;nbsp;hal itulah yang membuatku belajar untuk&amp;nbsp;tidak menjadi manusia pongah.&amp;nbsp; Puji syukur tak terhingga karena selalu ada kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terima kasih untukmu 2010.&amp;nbsp; Dari awal sampai akhir aku boleh melewatkanmu dengan banyak cerita dalam buku kehidupanku.&amp;nbsp; Harapanku adalah, 2011 menjadi tahun yang tak kalah manis darimu.&amp;nbsp; Bisa jadi ada kisah2 hebat lainnya yang boleh mampir dalam hidupku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;"Happy Eve of New Year 2010 !"&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8962396743019648359?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8962396743019648359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8962396743019648359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8962396743019648359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8962396743019648359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/12/coretan-akhir-tahun.html' title='Coretan Akhir tahun'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8619330675128727800</id><published>2010-12-21T16:11:00.000+07:00</published><updated>2010-12-21T16:11:25.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>IBU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu bagiku laksana lampu emergency di saat mati lampu. Ia mampu menerangi hati saat gulita datang dan mampu membuat bibir manyunku tersenyum kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu bagiku adalah koki handal kelas kakap melebihi Chef Farah Quinn. Ia mampu membuatku untuk selalu makan di rumah, meskipun hasil masakannya biasa-biasa saja. Karena hanya dia yang tahu menu favoritku di saat lidah kelu menyantap makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu bagiku adalah malaikat Gabriel, Michael dan Rafael digabung menjadi satu. Ia bisa menjadi lembut hati, tegas, sekaligus mampu jadi pelindung saat dibutuhkan. Ia satu-satunya makhluk yang bisa menerimaku apa adanya, sebandel dan serusak apapun aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, aku juga seorang Ibu. Ibu yang secara garis besar punya visi dan misi yang sama dengan ibuku. Ibu yang menginginkan anak2nya bahagia, apapun pilihan hati mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi Ibu bukan hanya masalah menjalani kodrat. Ia butuh keberanian. Ia butuh keikhlasan. Ia butuh perjuangan. Ia butuh sebuah hati yang selalu menyediakan cinta. Karena hanya dengan cinta, seorang ibu bisa menciptakan surga di dalam keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi ibu bukan berarti harus selalu bergaya seperti ibu-ibu. Mengubah penampilan dari apa adanya dirimu. Menjadi ibu adalah kesempatan untuk belajar memahami hidup dan berusaha menjadikannya lebih baik dari hari-hari lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi ibu tidak harus membuatmu menjadi orang lain. Mengenakan topeng seperti orang lain. Seperti kata band Peter Pan, ”buka dulu topengmu.....” terutama kalau di rumah. Anak-anak lebih suka dengan ibunya yang orisinal, yang penuh kreatifitas, yang &lt;em&gt;nyeni&lt;/em&gt;, yang mampu menghadapi masalah, yang mampu membuat mereka tersenyum dan tertawa, yang tahu kapan harus jadi teman atau kapan harus jadi satpam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi ibu, adalah hadiah spesial dari surga yang tidak semua orang beruntung untuk mendapatkannya. Berbahagialah mereka yang sudah mengalaminya dan berbahagialah mereka yang tidak pernah bosan mengharapkannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat hari Ibu, 22 Desember 2010, untuk para Ibu yang mengagumkan ^-^&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8619330675128727800?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8619330675128727800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8619330675128727800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8619330675128727800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8619330675128727800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/12/ibu.html' title='IBU'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5494905162850938477</id><published>2010-12-20T13:15:00.002+07:00</published><updated>2010-12-20T13:20:00.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Selamat Hari Ibu !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;strong&gt;Ibu&lt;/strong&gt;" adalah sebuah profesi yang sangat mengagumkan.&amp;nbsp; Menurutku, ia bahkan melebihi berbagai macam profesi yang ada di dunia.&amp;nbsp; Ia bukan hanya sekedar nama "panggilan" seorang perempuan yang telah melahirkan kita ke dunia.&amp;nbsp;Ia juga bukan hanya sekedar pelengkap penderita dalam sebuah tatanan keluarga.&amp;nbsp; Ia adalah dokter, tukang masak, manajer keuangan, guru, &lt;em&gt;private consultant&lt;/em&gt;, teman baik, insinyur, mandor, karyawan,&amp;nbsp;&lt;em&gt;auditor&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;investigator, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;controller&lt;/em&gt; dan satpam di dalam keluarga.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ia&amp;nbsp;adalah &lt;em&gt;the real&lt;/em&gt; &lt;em&gt;General Manager&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman menjadi seorang Ibu telah membuka mataku tentang betapa hebatnya perjuangan seorang Ibu.&amp;nbsp; Bayangkan saja, dari mengandung, melahirkan dan menyusui saja, sebenarnya itu sudah serba menyakitkan dan melelahkan.&amp;nbsp; Ditambah lagi dengan merawat, mendidik, dan mengasuh anak2 serta&amp;nbsp;memastikan kebutuhan gizi seluruh keluarga terpenuhi.&amp;nbsp; Bagiku menjadi seorang ibu bukan hanya sekedar kodrat perempuan.&amp;nbsp; Ini membutuhkan kekuatan mental dan ketabahan yang luar biasa&amp;nbsp;di mana&amp;nbsp;tidak semua orang sanggup menjalaninya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku heran, bagaimana dulu para ibu sanggup mengurus anak2 mereka yang notabene jumlahnya lebih dari empat atau lima. Belum lagi harus menghadapi sifat dan tingkah pola masing2 anak yang tentu saja berbeda-beda.&amp;nbsp; Sekarang saja aku dengan tiga orang kurcaci kecil (plus satu kurcaci besar) sudah kewalahan.&amp;nbsp; Harus selalu menyediakan ruang esktra di dalam hati untuk bisa memaklumi kenakalan2 mereka.&amp;nbsp; Apalagi kalau mengingat masa laluku yang tidak "lebih baik" dari anak2ku sekarang.&amp;nbsp; Beti!&amp;nbsp; Beda tipis!&amp;nbsp; Malah lebih parah lagi kayaknya...hehehe..!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di hari Ibu tanggal 22 Desember nanti, meskipun tidak mengenakan sanggul dan kebaya, secara spesial aku ingin mengenang ibuku.&amp;nbsp; Ibu yang dengan ikhlas mau dan rela menjadi ibuku seburuk dan senakal apapun aku.&amp;nbsp; Ibu yang selalu tersenyum dan tertawa meskipun tidak punya uang di dalam saku.&amp;nbsp; Ibu yang selalu menyediakan makan meskipun aku lagi ngambek dan menolak untuk makan.&amp;nbsp; Ibu yang sering kubantah habis-habisan dengan berbagai macam logikanya yang seringkali tidak masuk akal buatku.&amp;nbsp; Aku berdoa semoga Tuhan senantiasa memberikan kebahagiaan di usianya yang beranjak senja.&amp;nbsp; Aku ingin ibu dan juga bapakku selalu seia sekata, setia sampai ajal memisahkan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku memang tidak akan menjadi ibu yang bersanggul dan berkebaya.&amp;nbsp; Tapi paling tidak aku mau menjadi ibu yang bisa mencintai dan dicintai oleh keluargaku.&amp;nbsp; Meskipun hanya bercelana jeans dan berkaos oblong, aku&amp;nbsp;ingin menjadi ibu, yang bisa menjadi kebanggaan anak-anakku.&amp;nbsp; Ibu yang selalu ada jika mereka membutuhkanku.&amp;nbsp; Ibu yang biarpun nggak jago masak tapi minimal bisa masak.&amp;nbsp; Ibu yang bisa menjadi penyanyi, pelukis, dan kadang pengarang di rumah.&amp;nbsp; Yang jelas aku ingin menjadi Ibu yang selalu bisa menciptakan suasana surga di rumah, di mana semua orang yang tinggal di dalamnya selalu punya kerinduan untuk pulang.......^-^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5494905162850938477?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5494905162850938477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5494905162850938477' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5494905162850938477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5494905162850938477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/12/selamat-hari-ibu.html' title='Selamat Hari Ibu !'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2481921408105995264</id><published>2010-12-12T20:44:00.001+07:00</published><updated>2010-12-12T20:48:03.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Dedicated for employees or commitee?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tahun ini entah ide dari mana aku terpilih menjadi salah satu panitia Year End Function (acara akhir tahun) di kantor.&amp;nbsp; ﻿Biasanya sih aku selalu bisa kasih alasan untuk bisa menghindar karena bosku nggak&amp;nbsp;mau aku ikut panitia2an seperti itu, yang bisanya kalau &lt;i&gt;meeting&lt;/i&gt; saja bisa mengambil waktu berjam-jam sehingga pekerjaan inti malah nggak kelar2. &amp;nbsp;Hanya saja karena kemarin sempat lowong karena nggak punya bos, akhirnya ada yang '&lt;i&gt;mbisiki'&lt;/i&gt; pak Chairman supaya aku dimasukin dalam daftar panitia.&amp;nbsp; Mau tidak mau aku "&lt;i&gt;ho'o&lt;/i&gt;" karena nggak ada alasan lain lagi untuk menolak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari meeting pertama dan seterusnya sebenarnya aku sudah males.&amp;nbsp; Masalahnya terlalu banyak ide2 "dramatis" yang&amp;nbsp;kalau ditelisik lebih jauh lagi ujung2nya hanya untuk memuaskan idealisme beberapa gelintir manusia saja.&amp;nbsp; Banyak maunya.&amp;nbsp; Mau inilah mau itulah, harus inilah harus itulah, nggak boleh inilah itulah, dll....dll.....!&amp;nbsp; Pak Chairman&amp;nbsp; nggak mau acaranya terkesan kampungan seperti acara panggung tujuh belasan (katanya!).&amp;nbsp; Pokoknya semua mesti eksklusif.&amp;nbsp; Biar nggak malu-maluin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gladi kotor, gladi bersih, kulewatkan dengan setengah hati.&amp;nbsp; Gladi kotor jatuhnya tanggal merah, alamat harus ninggalin anak2 seharian penuh.&amp;nbsp; Gladi bersih juga mesti pulang malem karena menyesuaikan dengan jadwal pengantaran panitia ke masing2 tujuan.&amp;nbsp; Sementara otakku lebih terfokus kepada anak sulungku yang lagi ujian semester (biasanya aku&amp;nbsp; mendampingi dia belajar pada saat2 seperti ini).&amp;nbsp; Walhasil mengikuti gladi2an ini malah membuatku sakit kepala.&amp;nbsp; Apalagi melihat susunan acaranya yang terus terang saja sudah membuatku pengin tidur sebelum dilaksanakan.&amp;nbsp; Nggak ada yang &lt;i&gt;nyenengin &lt;/i&gt;blas (kecuali acara pembacaan Lucky Draw tentunya!). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuai prediksiku semula, acaranya emang membosankan banget.&amp;nbsp; &lt;i&gt;Garing abis, Rek!&lt;/i&gt; Tidak berjalan sesuai dengan skenario.&amp;nbsp; MC-nya biarpun katanya artis ibu kota tetep nggak bisa menghangatkan suasana.&amp;nbsp; Band-nya biarpun katanya band undangan khusus dari Bandung, kualitasnya nggak jauh beda dengan band kantor yang sudah lama ada.&amp;nbsp; Secara keseluruhan acara tidak bisa dibilang menarik.&amp;nbsp; Tidak seimbang dengan panggung megah yang sudah dikerjakan selama berbulan-bulan oleh panitia.&amp;nbsp; First Lucky draw berupa mobil juga tidak seimbang karena tidak semua karyawan dapat lucky draw.&amp;nbsp; Terlalu "&lt;i&gt;njomplang&lt;/i&gt;" kata orang Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menurutku bisa jadi dilupakan oleh panitia.&amp;nbsp; Acara akhir tahun didedikasikan untuk karyawan.&amp;nbsp; Tapi tidak ada karyawan yang boleh terlibat dalam mengisi acara.&amp;nbsp; Semua pengisi acara adalah orang luar yang diundang.&amp;nbsp; Orang luar yang tidak dikenal oleh para karyawan yang notabene adalah pekerja lapangan.&amp;nbsp; Jadi apakah benar acara ini didedikasikan untuk karyawan?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau benar acara ini didedikasikan untuk karyawan, sudah pasti karyawan merasa terhibur dan terpuaskan . Jika benar acara ini untuk karyawan, mengapa terlalu banyak aturan yang mesti dipatuhi oleh karyawan?&amp;nbsp; Bagiku sebagai bagian dari karyawan, acara YEF adalah acara untuk bersenang-senang, bergembira bersama karyawan lainnya.&amp;nbsp; Panggung megah dan sajian acara hanyalah penunjang belaka.&amp;nbsp; Yang utama adalah makan enak, tersenyum, tertawa, dan menantikan dapat lucky draw.&amp;nbsp; Biarpun hanya dapat sendok tapi tetap terasa hepi.&amp;nbsp; Itu tujuan YEF.&amp;nbsp; Bersenang-senang setelah satu tahun terperangkap dalam rutinitas kerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pada akhirnya karyawan tidak terpuaskan dan banyak yang merasa kecewa, itu karena panitia terlalu egois dan hanya mengharap pujian semata.&amp;nbsp; Padahal, siapa yang mau memuji?&amp;nbsp; Paling juga hanya orang2 yang memang hobinya cari muka sama Mr Chairman. Orang2 yang tetep saja merasa PeDe dan tidak mau peduli apakah karyawan hepi atau tidak hepi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Next year, jika masih ada yang nekad nunjuk aku jadi bagian dari panitia, aku dengan berat hati akan mengatakan :"Maaf, bukannya saya tidak mau, tapi saya tidak mau jadi orang yang hipokrit alias munafik.&amp;nbsp; Saya hanya ingin jadi karyawan biasa, yang akan datang YEF untuk bersenang-senang.&amp;nbsp; Bukan untuk cari muka dengan mengingkari suara hati! Maaf"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2481921408105995264?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2481921408105995264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2481921408105995264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2481921408105995264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2481921408105995264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/12/dedicated-for-employees-or-commitee.html' title='Dedicated for employees or commitee?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5904974012842391734</id><published>2010-10-08T12:05:00.001+07:00</published><updated>2010-10-08T14:43:50.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Permenungan Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah tiga bulan ini aku tidak punya bos.&amp;nbsp; 'Tidak punya' di sini berarti status si bos masih tetap bosku tapi secara kasat mata ia tidak ada di depanku.&amp;nbsp; Tidak memberi perintah seperti biasanya.&amp;nbsp; Tidak juga memperdengarkan suara garangnya sedang memarahi para anak buah.&amp;nbsp; Iya, betul, bosku sudah tiga bulan ini sedang mengambil &lt;em&gt;medical leave﻿&lt;/em&gt; akibat&amp;nbsp;penyakit yang dideritanya.&amp;nbsp; Dokter memvonis dengan penyakit yang aku yakin seribu persen sungguh sangat tidak diharapkannya.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Kanker paru-paru&lt;/em&gt;, dengan kesempatan hidup menurut medis hanya enam bulan.&amp;nbsp; Bayangkan! Hanya enam bulan!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana perasaanmu jika ada orang yang berkata kepadamu demikian?&amp;nbsp; 'Umur Anda tinggal enam bulan!' Panik?&amp;nbsp; Kalut?&amp;nbsp; Takut?&amp;nbsp; Cemas?&amp;nbsp; Sedih?&amp;nbsp; Pasti sudah carut marut rasa hatimu.&amp;nbsp; Sama halnya dengan bosku.&amp;nbsp; Pupus sudah angan2 dan harapan untuk menikmati hari tua dengan tenang bersama anak cucu.&amp;nbsp; Kecemasan dan ketakutan itu juga yang membuat bosku tampak terlihat lebih kurus dari biasanya.&amp;nbsp; Sangat kurus malah.&amp;nbsp; Berat badannya turun drastis.&amp;nbsp; Bukan karena tidak doyan makan, tapi lebih karena tidak bisa tidur.&amp;nbsp; Malam2nya selalu dipenuhi mimpi buruk.&amp;nbsp; Merasa tidak siap untuk mati.&amp;nbsp; Merasa belum menjadi 'manusia' seutuhnya yang layak masuk surga.&amp;nbsp; Masih banyak yang ingin dilakukan dan dikerjakan di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkaca pada nasib bosku dan kejadian yang menimpa beberapa teman akhir-akhir ini, aku merasa menjadi lebih '&lt;em&gt;sensi&lt;/em&gt;'.&amp;nbsp; Jika kematian merupakan permulaan suatu kehidupan, mengapa banyak orang yang tidak berani menghadapinya?&amp;nbsp; Mengapa bagi sebagian orang, kematian menjadi momok tersendiri bahkan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan?&amp;nbsp; Bukankah pada saatnya nanti, kapanpun itu, kita semua memang akan mati?&amp;nbsp; &lt;em&gt;'Kematian datang seperti pencuri!&lt;/em&gt;'&amp;nbsp; Itu betul sekali.&amp;nbsp; Itu sebabnya Tuhan tidak memberikan kesempatan untuk tawar menawar terlebih dahulu.&amp;nbsp; Coba kalau diberikan kesempatan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bayangkan berapa panjang antrian orang yang mendaftar!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rekaman beberapa peristiwa yang menimpa beberapa teman akhir2 ini, membuatku jadi lebih bersemangat&amp;nbsp;dalam menjalani hidup.&amp;nbsp; Lebih &lt;em&gt;meditatif &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;komunikatif &lt;/em&gt;dengan Tuhan.&amp;nbsp;Lebih bisa memandang hidup dengan kacamata lain&amp;nbsp;menjadi lebih indah.&amp;nbsp; Minimal aku tidak menjalani hidup melulu berdasarkan penilaian orang secara fisik semata.&amp;nbsp; Materi yang berlimpah, harta yang menggunung, tidak menjamin seseorang mampu menjalani hidupnya dengan bahagia, bukan?&amp;nbsp; Keluarga, anak2, orang2 yang mencintai kita itu lebih penting daripada sekedar harta benda yang sewaktu-waktu bisa musnah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi ingat dengan seorang teman yang sampai hari ini terus menggugat Tuhan atas kematian putranya.&amp;nbsp; Sampai detik ini ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.&amp;nbsp;Ia terus menyalahkan Tuhan.&amp;nbsp; Ia terus berkutat dengan&amp;nbsp;pemikiran bahwa Tuhan sungguh tidak adil.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagaimana mungkin Tuhan mengambil nyawa anaknya sementara selama ini ia dengan giat melakukan pelayanan di gereja?&amp;nbsp; Mengapa bukan anak orang lain saja?&amp;nbsp; Dan temanku ini benar2 mogok total.&amp;nbsp; Ia tidak pernah lagi pergi ke gereja dan menggantinya dengan ritual pergi ke kuburan setiap hari.&amp;nbsp; Padahal peristiwa itu sudah berlangsung satu tahun lebih lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Temanku ini bisa jadi lupa, bahwa menurut keyakinannya, kematian adalah permulaan hidup yang kekal.&amp;nbsp; Tanpa disadari atau tidak ia telah menyangkal imannya sendiri.&amp;nbsp; Bahkan yang lebih parah lagi, ia lupa bahwa masih ada "kehidupan" lain yang butuh untuk diperhatikan dan dicintai.&amp;nbsp; Masih ada anak yang satunya lagi.&amp;nbsp; Sementara ia tenggelam dalam penyesalan akan kehendak Tuhan, anaknya&amp;nbsp; yang masih hidup ia lupakan.&amp;nbsp; Sekali lagi tanpa disadari, ia telah mematikan jiwa putra yang satunya lagi, dengan melibatkannya untuk terus berkutat dalam kesedihan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ia mematikan kehidupan dengan terus menghidupkan yang mati dalam alam pikirannya.&amp;nbsp; Sungguh tragis dan memiriskan hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua peristiwa itu, secara tidak langsung menjadi suatu teguran bagiku.&amp;nbsp; Jika selama ini aku kurang bersyukur untuk segala sesuatu, maka mulai hari ini aku bisa belajar &lt;strong&gt;BERSYUKUR&lt;/strong&gt; untuk apapun yang diberikan Tuhan padaku.&amp;nbsp; Tidak protes.&amp;nbsp; Tidak komplain.&amp;nbsp; Tidak&amp;nbsp;juga berkeluh kesah.&amp;nbsp;Untuk apapun di muka bumi ini, semua ada waktunya.&amp;nbsp; Untuk apapun yang kita punya, semua adalah anugerah.&amp;nbsp; Jika Tuhan punya mau, segala sesuatu bisa terjadi.&amp;nbsp; Bukankah hidup atau mati&amp;nbsp; kita ini milik Tuhan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Life is amazing!&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; Pergunakan kesempatan&amp;nbsp;itu dengan sebaik-baiknya.&amp;nbsp;Setiap detik, setiap menit, setiap jam semua berharga.&amp;nbsp; Jangan pernah menyia-nyiakan waktu.&amp;nbsp; Sehingga bila tiba saatnya nanti, kita bisa pulang dengan sesungging senyuman menghiasi&amp;nbsp;wajah kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;*&amp;nbsp; Batam, ketika hatiku kebat-kebit memikirkan&amp;nbsp;sakit si Bos yang tak kunjung membaik.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5904974012842391734?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5904974012842391734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5904974012842391734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5904974012842391734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5904974012842391734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/10/permenungan-hati.html' title='Permenungan Hati'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3781596304174979819</id><published>2010-08-31T12:55:00.004+07:00</published><updated>2010-09-04T11:52:15.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Introspeksi...???</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Duluuuu......dulu sekali......aku selalu takut pada yang namanya "&lt;strong&gt;pernikahan&lt;/strong&gt;"!&amp;nbsp; Tidak seperti teman2 lain pada umumnya yang sibuk merancang dan memimpikan masa depan bersama pasangan, aku malah sibuk kesana-kemari tanpa tujuan demi menghindari keseriusan dalam menjalani sebuah hubungan.&amp;nbsp; Pokoknya membayangkannya saja aku sudah &lt;em&gt;parno&lt;/em&gt; banget.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terekam dalam benakku nasib beberapa teman yang ternyata sungguh sangat&amp;nbsp;memprihatinkan setelah mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan yang dulu dianggapnya sebagai belahan jiwa.&amp;nbsp; Sangat kontradiktif dengan cita2 dan harapan mereka dulu sebelum menikah.&amp;nbsp; Ada yang menjadi lebih mirip pembantu rumah tangga daripada ibu rumah tangga.&amp;nbsp; Ada pula yang menjadi&amp;nbsp;lebih mirip budak daripada teman sehati sejiwa.&amp;nbsp; Bahkan ada yang lebih mirip, maaf, PSK daripada istri tercinta.&amp;nbsp; Suami "hanya" mencintainya pada saat meminta jatah.&amp;nbsp; Yang lebih parah lagi, ada yang tiba2 saja harus mengubah diri menjadi orang lain dan lupa bahwa di dalam dirinya ada sebuah jiwa yang terkungkung lara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kala itu, bagiku pernikahan adalah sesuatu yang sungguh sangat mengerikan.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Very horrible&lt;/em&gt;!&amp;nbsp; Seperti bermain judi.&amp;nbsp; Seperti memilih kucing dalam karung.&amp;nbsp; Seperti menggantungkan angan pada sesuatu yang tak pasti.&amp;nbsp; Semua serba samar2!&amp;nbsp; Tidak bisa diprediksi dengan pasti.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Serba kira2!&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Kira-kira....semua akan baik2 saja nggak ya?.....kira-kira si dia akan berubah atau tidak ya?.....kira-kira cinta ini akan bertahan berapa lama ya?" &lt;/em&gt;dan seterusnya...dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi menjadi sesuatu yang mencengangkan banyak pihak ketika dengan tiba2 aku berubah sikap.&amp;nbsp; Dengan tatap keheranan semua seolah tidak percaya ketika aku memberanikan diri untuk mengatakan ya ketika ada yang mengajak menikah.&amp;nbsp; &lt;em&gt;"Kamu???&amp;nbsp; Menikah???&amp;nbsp; Ooo....no..no...serius nih???"!&amp;nbsp; &lt;/em&gt;Dengan nada cengengesan.&amp;nbsp; Dengan nada meremehkan.&amp;nbsp; Tidak percaya!&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada yang tahu bahwa keputusan itu adalah keputusan yang diambil setelah melalui suatu pergumulan panjang dan penuh perjuangan.&amp;nbsp; Tidak ada yang tahu bahwa aku masih terlilit dengan ketakutan2 yang sama tentang pernikahan.&amp;nbsp; Tidak ada yang tahu bahwa kenekatanku saat itu hanya didasarkan pada satu hal :&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Tuhan tidak akan pernah membiarkan aku menjalaninya sendirian!&amp;nbsp; Dia akan selalu ada untukku.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan sekarang setelah sepuluh tahun berlalu.&amp;nbsp; Ternyata ketakutan2 itu bukannya tanpa dasar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sehebat apapun merancang dan membangun pernikahan, jika&amp;nbsp;tidak ada minat&amp;nbsp;untuk merawatnya, semua akan menjadi sia2 belaka.&amp;nbsp; Keluarga dibangun bukan hanya berdasarkan rasa cinta.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tapi juga harus ada penghargaan&amp;nbsp;dan penghormatan kepada&amp;nbsp;pasangan.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jika itu semua tidak ada, siap2 sajalah menghadapi bencana.&amp;nbsp; Rasa bosan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rasa antipati.&amp;nbsp; Rasa tidak disayangi.&amp;nbsp; Rasa marah.&amp;nbsp; Rasa sedih.&amp;nbsp; Rasa kecewa.&amp;nbsp; Frustasi.&amp;nbsp; Atau bisa jadi sebaliknya, malah &lt;strong&gt;mati rasa&lt;/strong&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku jadi ingat seorang teman yang suaminya berselingkuh.&amp;nbsp; Padahal&amp;nbsp;sang suami&amp;nbsp;dikenal santun dan penuh kesetiaan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Alasannya karena si istri terlalu mandiri dan suka "lupa" kalau punya suami.&amp;nbsp; Padahal dulu sebelum hidup &lt;em&gt;tajir&lt;/em&gt; seperti sekarang ini, semuanya biasa2 saja.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Semua &amp;nbsp;kekurangan dan kelebihan tidak pernah menjadi masalah.&amp;nbsp; Pas giliran sudah &lt;em&gt;berduit&lt;/em&gt; semua hal bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan kesalahan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadi pertanyaanku, &lt;em&gt;mengapa harus menikah jika tidak merasa bahagia&lt;/em&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini ketika aku sedang berada dalam titik jenuh.&amp;nbsp; Hari ini aku hanya butuh pertolongan tangan Tuhan ketika&amp;nbsp;kesabaran seperti berada di ujung tanduk.&amp;nbsp; Aku hanya ingin sejenak berdiam diri.&amp;nbsp; Meng-introspeksi diri sendiri.&amp;nbsp; Bisa jadi sebagai perempuan aku memang belum "layak" disebut sebagai perempuan.&amp;nbsp; Bisa jadi sebagai istri aku belum "layak" disebut sebagai istri.&amp;nbsp; Bisa jadi sebagai ibu aku belum "layak" disebut sebagai ibu.&amp;nbsp; Bisa jadi terlalu banyak yang kuangankan meskipun baru sedikit yang kudapatkan.&amp;nbsp; Bisa jadi terlalu banyak&amp;nbsp;yang kuimpikan&amp;nbsp;sehingga tidak&amp;nbsp;sadar bahwa kaki masih menjejak di bumi.&amp;nbsp; Hanya Tuhan yang tahu bahwa semua ini harus segera diselesaikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oh perempuan, oh wanita, betapa sulit memasuki relung hatimu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;betapa sulit memahami bahwa bagimu &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;langit belum tentu biru dan laut belum tentu menggelora.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oh perempuan, oh wanita, cukilan dari tulang rusuk pria&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;betapa&amp;nbsp; tak kan pernah mudah dimengerti&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;apa yang menjadi tanya apa yang menjadi pinta&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oh perempuan, oh wanita, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;lekaslah bilas sembab matamu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;dan katakan pada dunia&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;jalan cinta tak seharusnya menjadi neraka&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;karna sejatinya&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;ia adalah gambaran surga&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;*&amp;nbsp; Batam, saat lebay :((&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3781596304174979819?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3781596304174979819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3781596304174979819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3781596304174979819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3781596304174979819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/08/instrospeksi.html' title='Introspeksi...???'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3030897425854578625</id><published>2010-08-11T14:08:00.004+07:00</published><updated>2010-08-12T13:13:46.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Aku, Batuk dan Keong Racuners</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu ini aku uhuk uhuk terus.&amp;nbsp; Ketularan anak2 yang sudah duluan ambil jatah.&amp;nbsp; Sampai2 waktu dibawa ke dokter, dokternya heran, sakit kok bisa rombongan ya?!.&amp;nbsp; Dengan suara batuk yang bersahut-sahutan, lama-lama jadi kayak dengerin konser.&amp;nbsp; Awalnya sih bising, tapi lama2 malah bikin pusing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang namanya batuk ya memang nggak enak semua.&amp;nbsp; Sakit di perut, sakit di dada, sakit di kepala.&amp;nbsp; Belum lagi seperti biasa batuk selalu datang bersama saudara seperguruannya yaitu pilek.&amp;nbsp; Hidung buntu, nggak enak makan, nggak enak tidur, apalagi nyanyi, lebih nggak enak lagi!&amp;nbsp; Itu sebabnya kalau batuk&amp;nbsp; bawaanya muram melulu, susah diajak senyum.&amp;nbsp; Semuanya serba nggak enak untuk dilihat.&amp;nbsp; Menyedihkan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di saat lagi menikmati datangnya batuk pilek yang mendera, aku dapat undangan menghadiri pernikahan anak bos di Singapore.&amp;nbsp; Mau nggak mau, enak nggak enak mesti pergi.&amp;nbsp; Masalahnya beliaunya langsung yang memerintah.&amp;nbsp; Untunglah segerombolan "keong racun" yang baru urus passport mau diajak ikutan pergi.&amp;nbsp; Dapat 10 orang.&amp;nbsp; Lumayan, daripada jalan sendiri.&amp;nbsp; Apalagi tiketnya free.&amp;nbsp; Lebih lumayan lagi gitu loh!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7 Agustus 2010&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diiringi hujan badai di pelabuhan, akhirnya kami pergi juga.&amp;nbsp; Naik ferry kedua jam 07.20 WIB.&amp;nbsp; Sebenarnya ngeri&amp;nbsp; bepergian pada saat cuaca sedang tidak bersahabat.&amp;nbsp; Tapi mau gimana lagi.&amp;nbsp; Tanggung mau balik kucing.&amp;nbsp; Malu-maluin!&amp;nbsp; Sebagai penumpang yang paling akhir datangnya, sungguh tidak etis jika kami tidak jadi naik ferry gara2 takut gelombang laut yang mengerikan.&amp;nbsp; Penumpang yang lain mungkin sedang sibuk mengomel dalam hati, menunggu dan mengira-ngira siapa sih penumpang yang datangnya telat tapi tetap nggak naik2 itu?!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekitar setengah jam mendaraskan doa2 supaya kapal tidak oleng diterjang ombak, sampai juga kami di negara tetangga.&amp;nbsp; Ujian pertama untuk para keong racun yang passpornya baru jadi.&amp;nbsp; Menghadapi petugas imigrasi yang beda2 persepsi.&amp;nbsp; Kalau lancar ya boleh terus, kalau nggak lancar ya harus siap di "&lt;em&gt;interview&lt;/em&gt;" lebih mendalam.&amp;nbsp; Beberapa orang berhasil lolos.&amp;nbsp; Satu orang harus masuk ruangan khusus karena kartu kedatangannya bermasalah.&amp;nbsp; Deg!&amp;nbsp; Waduh, terpaksa kami harus menunggu sampai semua &lt;em&gt;clear&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Sambil nunggu menyempatkan diri dulu bernarsis ria.&amp;nbsp; Nampak kali kalau dari Indonesia.&amp;nbsp; Narsis bin norak...wkwkwk.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TGORCHVN2GI/AAAAAAAAAOU/qJOrXgQk_Nc/s1600/S6303382.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TGORCHVN2GI/AAAAAAAAAOU/qJOrXgQk_Nc/s320/S6303382.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ujian kedua adalah bagaimana caranya tiba di tempat undangan dengan selamat tanpa tersesat.&amp;nbsp; Siasat jitu mulai dipakai.&amp;nbsp; Ditunjuklah staff&amp;nbsp;yang senior dan punya jam terbang tinggi "&lt;em&gt;klayapan&lt;/em&gt;" sebagai penunjuk jalan.&amp;nbsp; Tukang ngasih tahu gimana caranya beli tiket MRT, tukang ngasih tahu kemana mesti melangkahkan kaki di station yang "&lt;em&gt;mbulet&lt;/em&gt;" dan serba membingungkan bagi orang awam terutama bagi mereka yang bahasa Inggrisnya cuman bisa&amp;nbsp;&lt;em&gt;Yes&lt;/em&gt; and &lt;em&gt;No &lt;/em&gt;doang.&amp;nbsp; Terpaksalah si Senior memimpin di depan diikuti segerombolan keong racun yang dari berangkat sampai tujuan mulutnya nggak pernah berhenti ber"&lt;em&gt;nyanyi&lt;/em&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wedding anak bosku adalah acara yang cukup&amp;nbsp;membahagiakan sekaligus mengharukan.&amp;nbsp; Membahagiakan karena akhirnya si Bos berhasil menikahkan anak ketiganya dengan sukses.&amp;nbsp; Mengharukan karena sebenarnya acara pernikahan ini dimajukan dari jadwal semula karena si Bos ketahuan mengidap sakit kanker.&amp;nbsp; Jadilah acara itu menjadi ajang curhat-curhatan kami semua.&amp;nbsp; Rasanya seperti mimpi karena tidak menyangka bahwa si Bos akan mengalami nasib sedemikian rupa.&amp;nbsp; Nasib yang sewaktu-waktu bisa jadi dapat menimpa diriku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TGOMr0eK_bI/AAAAAAAAANs/pFq8M8-FByc/s1600/S6303414.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TGOMr0eK_bI/AAAAAAAAANs/pFq8M8-FByc/s320/S6303414.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepulang dari &lt;em&gt;kondangan&lt;/em&gt; acara jalan dilanjutkan.&amp;nbsp; Ke Bugis Street dulu.&amp;nbsp; Cari oleh2 dengan harga miring.&amp;nbsp;Naik MRT lagi.&amp;nbsp; Jalan kaki lagi.&amp;nbsp; Bosen di Bugis, lanjut ke Orchad Road.&amp;nbsp; Photo2 lagi.&amp;nbsp; Narsis lagi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untunglah, senorak apapun gayanya nggak ada yang ngomentari.&amp;nbsp; Semua orang ternyata pada sibuk bergaya juga.&amp;nbsp; Jadi nggak terlalu malu2in.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Capek di Orchard, sebagian mau lanjut ke Singa muntah.&amp;nbsp; Daerah&amp;nbsp;Raffles kalau nggak salah.&amp;nbsp; Aku dan&amp;nbsp;si Senior nggak ikutan.&amp;nbsp; Singa muntah hanya ditujukan untuk mereka yang pasportnya baru dan belum pernah nginjek Singapore.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Membayangkan saja aku sudah keringetan, apalagi kalau harus ikutan.&amp;nbsp; Jadi delapan orang melanjutkan langkah ke&amp;nbsp; Raffles, aku dan si Senior melanjutkan langkah ke Harbour&amp;nbsp;Front.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Penat melangkah dan belanja coklat di Harbour Front,&amp;nbsp;waktunya mencari para keong racun yang lain untuk pulang Batam.&amp;nbsp;Ambil ferry terakhir.&amp;nbsp; Acara tunggu menunggu dan saling tunggu diisi dengan menikmati segelas teh tarik dan sepiring&amp;nbsp;roti perata (roti India).&amp;nbsp; Nikmat banget.&amp;nbsp; Apalagi kepalaku sudah mulai &lt;em&gt;senut2&lt;/em&gt; lagi karena kebanyakan jalan.&amp;nbsp;Batuk yang sempat terlupakan oleh&amp;nbsp;acara jalan2 kembali datang menyerang.&amp;nbsp; Walah, malah jadi kayak nenek2 aku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, dengan badan penat dan kepala nyut2 kami pulang ke&amp;nbsp;Batam.&amp;nbsp; Meskipun ombak terasa gelombangnya sampai ke jantung tapi acara pulang&amp;nbsp;yang terasa lebih lama waktunya dari saat berangkat tadi menjadi acara hahahihi yang paling seru.&amp;nbsp; Membicarakan&amp;nbsp;&lt;em&gt;kenorakan2&lt;/em&gt; para pemegang pasport baru&amp;nbsp;&amp;nbsp;yang banyak lucunya daripada seriusnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak peduli penumpang lain yang&amp;nbsp;mencoba memejamkan mata dan tidur, aku dan gerombolan keong racun terus saja tak bisa menahan tawa.&amp;nbsp; Ditambah batuk yang sungguh menyiksa jiwa maka komplitlah acara perjalanan hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari itu semua, kudoakan semoga bosku segera mendapatkan kesembuhan.&amp;nbsp; Semoga ikhlas dan tabah dalam menerima cobaan ini.&amp;nbsp; Siapa tahu dengan mengihklaskan segalanya, maka kesembuhan akan datang dengan sendirinya.&amp;nbsp; Secanggih apapun diagnosa dokter, hanya Tuhanlah yang menentukan segalanya.&amp;nbsp; Selagi masih bernafas, tidak rugi untuk meluangkan waktu memperbaiki semuanya.&amp;nbsp; Life must go on.......!!!&amp;nbsp; Semangat Bos....semangat.......!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3030897425854578625?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3030897425854578625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3030897425854578625' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3030897425854578625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3030897425854578625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/08/antara-aku-batuk-dan-gerombolan-keong.html' title='Aku, Batuk dan Keong Racuners'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TGORCHVN2GI/AAAAAAAAAOU/qJOrXgQk_Nc/s72-c/S6303382.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-124927996462632867</id><published>2010-07-21T15:07:00.002+07:00</published><updated>2010-07-21T15:14:30.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Maafkan Bunda, Mas!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini, setiap memandang wajah anak lelakiku, selalu terbesit&amp;nbsp; rasa yang sama :&amp;nbsp; &lt;strong&gt;PERASAAN BERSALAH&lt;/strong&gt;!&amp;nbsp;Apalagi jika mendengarnya selalu mengulang-ulang perkataan bahwa ia ingin pulang ke rumah.&amp;nbsp; Pulang ke Batam!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih kuingat kurang lebih empat bulan yang lalu aku menyetujui begitu saja ketika ayahnya menyarankan untuk menitipkannya di Jogya.&amp;nbsp; Saat itu kebetulan ia tepat berusia 4 tahun dan sudah waktunya masuk sekolah.&amp;nbsp; Sekalian aku berharap supaya dia bisa memperlancar "&lt;em&gt;omongan"&lt;/em&gt; mengingat bicaranya tidak selancar anak-anak lain seusianya.&amp;nbsp; Jika bersekolah di Batam aku akan lebih banyak kuatir karena kakak pengasuhnya tidak bisa menungguinya di sekolah sama seperti pada saat si Sulung dulu bersekolah.&amp;nbsp; Kakak pengasuh harus fokus pada si Bungsu yang masih berusia 2.5 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan berat hati aku melepasnya pergi ke tempat kelahiran ayahnya.&amp;nbsp; Di sana ada Budenya yang bersedia merawat dan mengurusnya.&amp;nbsp; Aku berusaha menghibur diri sendiri dengan membayangkan di sana pasti hidupnya lebih teratur dan ada banyak saudara yang akan ikut menjaganya.&amp;nbsp; Lagipula kan ada sarana telepon yang bisa menghapus rasa rinduku jika aku kangen padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat liburan kemarin aku dibuat ternganga.&amp;nbsp; Anak "&lt;em&gt;lanang&lt;/em&gt;"ku yang pada saat pergi bisa dibilang berisi, kujumpai hari itu begitu mengenaskan.&amp;nbsp; Sudah &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt;......kurus lagi....!&amp;nbsp; Memang sih&amp;nbsp; kulit gosongnya itu adalah warisan dariku.&amp;nbsp; Tapi melihat badannya yang kurus seperti tidak keurus tanpa sadar membuatku naik pitam.&amp;nbsp; Tanpa basa-basi ku"&lt;em&gt;semprot&lt;/em&gt;" suamiku tentang kondisi anakku.&amp;nbsp; Seperti anak yang tidak pernah makan dan kekurangan gizi.&amp;nbsp; Walah!&amp;nbsp; Pantesan kalau kutelpon pas jam makan selalu dijawab sedang makan pakai telur ceplok.&amp;nbsp; Waksss!!&amp;nbsp; Hari-hari makan telor ceplok???&amp;nbsp; Bagaimana dengan susunya?&amp;nbsp; Sudah jarang minta karena sibuk main kemana-mana.&amp;nbsp; Jarang minta atau karena memang tidak ada orang kepada siapa ia bisa minta???&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ngambek sama ayahnya.&amp;nbsp; Hampir sepanjang hari telinganya tidak terlewat dari omelanku.&amp;nbsp; Gimana sih?&amp;nbsp; Katanya anakku &lt;em&gt;happy&lt;/em&gt; di sana.&amp;nbsp; Tapi kenapa&amp;nbsp;kondisinya mirip orang Etiopia???&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan tapi pasti mataku "dicelikkan" olehNya.&amp;nbsp; Aku melihat dengan mata kepala sendiri bahwa anakku&amp;nbsp;memang serba tidak teratur hidupnya.&amp;nbsp; Serba tidak terurus.&amp;nbsp; Bukan karena tidak mampu, tapi tidak ada seorang pun yang punya waktu untuk mengurusnya.&amp;nbsp; Semua sibuk dengan urusan dan pekerjaaan masing-masing.&amp;nbsp; Dan anakku mencari hiburannya sendiri.&amp;nbsp; Klayapan ke seluruh kampung sampai2 hampir semua penghuni kampung mengenalnya.&amp;nbsp; Anak sekecil itu setiap hari dibiarkan sendirian klayapan ke seluruh kampung.&amp;nbsp; Bagaimana dia bisa krasan di rumah jika tidak ada seorangpun yang bisa dia ajak main di rumah?&amp;nbsp; Bagaimana jika terjadi apa2 padanya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi aku menangis diam-diam.&amp;nbsp; Merasa bersalah!&amp;nbsp; Aku yang harusnya paling disalahkan dengan kondisinya seperti itu.&amp;nbsp; Mengapa dulu kuijinkan dia untuk dititipkan di kampung?&amp;nbsp; Mengapa aku begitu percaya begitu saja bahwa dia akan mendapatkan pengasuhan yang maksimal?&amp;nbsp; Dan masih banyak lagi mengapa2 yang lainnya, yang intinya menyalahkan diriku sebagai orangtuanya.&amp;nbsp; Orangtua yang sungguh tidak bertanggung jawab!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, tanpa ba bi bu aku kembali mengambil keputusan.&amp;nbsp; Dia harus ikut pulang bersama kami.&amp;nbsp; Tidak peduli dia sudah didaftarkan di sebuah sekolah TK ternama di kota Jogya.&amp;nbsp; Tidak peduli uang pendaftaran sudah dibayarkan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak peduli harga tiket peswat Jogya - Batam lagi tinggi2nya karena tepat hari terakhir libur sekolah.&amp;nbsp; Segera kupesan tiket pesawat kepada seorang teman yang pada hari itu kebetulan menghubungiku.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dan wajahnya kembali bersinar ketika kuberitahu bahwa ia akan pulang ke rumah bersama kami : Ayah, Bunda, kakak Pilar dan adik Lunar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai hari ini perasaan itu masih&amp;nbsp;membekas di hati.&amp;nbsp; Perasaan bersalah karena telah menelantarkannya.&amp;nbsp; Perasaan bersalah karena tega meninggalkannya sendirian di Jogya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perasaan bersalah karena telah melukai hatinya yang sensitif.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan sampai hari ini masih&amp;nbsp;menjadi trauma bagi&amp;nbsp;ingatan kanak-kanaknya, takut ditinggal di Jogya oleh Ayah dan Bunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Maafkan Bunda,&amp;nbsp;Mas!&amp;nbsp; Ijinkan Bunda menebus semuanya mulai sekarang ini.&amp;nbsp; Biarpun sekolahmu yang sekarang bukan sekolah elit seperti di kampung sana, tapi Bunda akan selalu ada.&amp;nbsp; Biarpun rumahmu &amp;nbsp; bukan rumah keren mentereng seperti di kampung sana, tapi Bunda pasti selalu ada.&amp;nbsp; Engkau bisa mencium dan memeluk kapanpun kau mau.&amp;nbsp; Juga ada Ayah....ada kakak....ada adik.....!&amp;nbsp; Semua orang yang menyayangimu dengan sepenuh hati.......!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Sekali lagi, maafkan Bunda Mas!&amp;nbsp; Tidak akan pernah lagi Bunda ulangi kesalahan yang sama.....!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-124927996462632867?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/124927996462632867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=124927996462632867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/124927996462632867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/124927996462632867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/07/maafkan-bunda-mas.html' title='Maafkan Bunda, Mas!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6164586782583106459</id><published>2010-07-14T12:56:00.000+07:00</published><updated>2010-07-14T12:56:55.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Liburan Sekolah - Malang Jogya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;22 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malang......I'm coming.....!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku pulang juga setelah 6 tahun tidak pernah menginjakkan kaki di kampung halaman.&amp;nbsp; Selain&amp;nbsp; masalah teknis karena harus membawa 3 orang kurcaci yang tidak bisa duduk tenang....juga karena masalah waktu yang memang baru bisa terwujud hari itu.&amp;nbsp; Pilar libur sekolah dan dua adiknya sudah bisa berjalan sendiri tanpa harus digendong-gendong.&amp;nbsp; Minimal&amp;nbsp; kerepotan dan keribetan saat liburan sudah bisa teratasi sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penerbangan sore hari yang tertunda selama dua jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Surabaya ke Malang akhirnya sampai rumah juga tepat jam 11 malam.&amp;nbsp; Pfffiuhh........rasa penat dan stress sepanjang perjalanan akhirnya terselesaikan juga.&amp;nbsp; Melihat raut bahagia di wajah bapak ibuku yang mulai beranjak tua segala kepenatan itu menguap entah kemana.&amp;nbsp; Yang jelas aku &lt;em&gt;happy&lt;/em&gt; bisa pulang ke rumah bersama keluarga kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari di Malang hanya diisi dengan "jalan" kecil-kecilan.&amp;nbsp; Artinya tidak sampai jalan2 keluar kota seperti yang kurencanakan sebelumnya.&amp;nbsp; Semua kurang fit karena perubahan cuaca yang mendadak dari udara panas ke dingin.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ujungnya anak-anak pada "&lt;em&gt;meler&lt;/em&gt;" dan batuk terkena flu.&amp;nbsp; Terpaksa enam hari di Malang hanya dihabiskan untuk makan tidur doang.&amp;nbsp; Kalaupun jalan paling banter ke mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya aku sempat ketemuan dengan beberapa teman SMA 1-ku dulu di salah satu mall (&lt;em&gt;Sas dan Endu.....I miss you&lt;/em&gt;).&amp;nbsp; Sebagian tidak bisa datang karena kesibukan masing-masing.&amp;nbsp; Selagi anak2 digiring suamiku ke Kids Zone, aku dan temanku&amp;nbsp;ngobrol sedikit bernostalgia tentang kenangan masa silam yang menyenangkan.&amp;nbsp; Serasa muda lagi pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai dewei eniwei baswei......meskipun membosankan aku tidak menyesal bisa pulang ke rumah.&amp;nbsp; Melihat bapak ibuku sehat2 saja aku sudah senang.&amp;nbsp; Harapanku sih setiap liburan aku bisa pulang menjenguk orangtua.&amp;nbsp; Doaku Tuhan memberi rejeki lagi tahun depan....amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;27 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan beralih ke Jogya.&amp;nbsp; Diiringi lagu "&lt;em&gt;naik kereta api..tut...tut...tut&lt;/em&gt;" sepanjang jalan oleh anak lelakiku, kami pun &lt;em&gt;boyongan&lt;/em&gt; ke Jogya.&amp;nbsp; Perjalanan selama 8 jam berlalu tanpa terasa karena kami semua menikmatinya.&amp;nbsp; Sampai di Jogya jam 12 malem tet.&amp;nbsp; Mau tidak mau sampai rumah langsung molor sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jogya agak lumayan.&amp;nbsp; Paling tidak selama kurang lebih dua minggu anak-anak ada kesempatan untuk jalan kemana-mana.&amp;nbsp; Ke Kraton, ke Benteng Vendenberg (&lt;em&gt;tul gak ya tulisane?&lt;/em&gt;), ke Taman Pintar Jogya, ke Kebon Binatang, ke candi Prambanan, ke waterboom, dll.&amp;nbsp; Sesudahnya banyak nongkrong di rumah atau sekedar jalan ke alun2 dan Malioboro (&lt;em&gt;kali ini emang bener2 jalan karena jarak dari rumah ke alun2 cuma sepuluh menitan&lt;/em&gt;).&amp;nbsp; Maklum jalanan kota Jogya dipadati dengan peserta muktamar Muhamadiyah, anak2 sekolah yang lagi liburan, ditambah dengan kunjungan turis lokal dari berbagai daerah.&amp;nbsp; Di mana-mana macet.&amp;nbsp; Ceritanya kalau bisa jangan keluar rumah deh.&amp;nbsp; Ditanggung tambah &lt;em&gt;gosong&lt;/em&gt; terpanggang matahari karena terjebak kemacetan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dua minggu di Jogya tidak terasa sudah mendekati endingnya.&amp;nbsp; Dengan penuh semangat kami berkemas untuk balik lagi ke Batam.&amp;nbsp; Nggak tahu kenapa, perasaan antusias lebih terasa saat akan balik ke Batam daripada saat di kampung halaman.&amp;nbsp; Mungkin karena anak2 lahir di&amp;nbsp;Batam semua.&amp;nbsp; Jadi pulang kampung hanya menjadi sekedar ajang "holiday" dan menghabiskan waktu liburan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, liburan sekolah kali ini paling tidak sudah memberikan Pilar rasa senang karena bisa pulang ke rumah mbah Kakung dan mbah Putri.&amp;nbsp; Sekaligus menambah wawasan dengan melakukan kunjungan ke berbagai tempat yang selama ini hanya ada di buku sekolahnya.&amp;nbsp; Untuk adik2nya, yang pasti semua senang karena selama hampir tiga minggu bisa ketemu dengan ayah bunda "&lt;strong&gt;full&lt;/strong&gt;" dari pagi sampai paginya lagi.&amp;nbsp; Dan kurasa, aku boleh menjadi ibu yang bahagia karena bisa melihat anak2ku menikmati kebahagiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I think it's a great holiday for us&amp;nbsp;this year.....*_^&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6164586782583106459?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6164586782583106459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6164586782583106459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6164586782583106459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6164586782583106459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/07/liburan-sekolah-malang-jogya.html' title='Liburan Sekolah - Malang Jogya'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3718355011615508481</id><published>2010-05-31T16:25:00.003+07:00</published><updated>2010-09-17T10:04:14.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>28 Mei 2010 - Pantai Mirota Batam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Horeee......libur lagi.......!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah seruan yang keluar dari mulutku ketika ada kesempatan untuk libur sekali lagi.&amp;nbsp; Setelah hari Rabu, 26 Mei, KPU daerah memberikan jatah libur satu hari dalam rangka pemilihan gubernur Kepri, maka hari Jumat saat peringatan Waisak, sekali lagi, &amp;nbsp;menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu.&amp;nbsp; Besoknya adalah Harpitnas (hari kejepit nasional).&amp;nbsp; Dan besoknya lagi libur hari Minggu......!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesuai dengan rencana aku dan beberapa keluarga muda mantan Mudika Algonz&amp;nbsp;(kumpulan mudika di salah satu kawasan industri di Batam) plus beberapa anggota mudika beneran pergi me"&lt;em&gt;refreshing&lt;/em&gt;"kan diri ke pantai Mirota, Batam.&amp;nbsp;Mau kemana lagi kalau bukan ke pantai?&amp;nbsp;&amp;nbsp;Satu2nya tujuan rekreasi yang asyik di Batam ya emang &amp;nbsp;pantai.&amp;nbsp; Nggak mungkin kan lesehan di mall pakai tikar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menumpang bus ber-AC yang jalannya "&lt;em&gt;lelet&lt;/em&gt;" lambat merayap mirip &lt;em&gt;ulat keke&lt;/em&gt;t kami berangkat.&amp;nbsp; Melintasi jembatan&amp;nbsp;1 Barelang yang cantik menawan......jembatan 2........jembatan 3......jembatan 4....dan akhirnya jembatan 5.&amp;nbsp; Perjalanan tidak terlalu membosankan karena disuguhi pemandangan kiri kanan berupa hutan dan semak belukar.&amp;nbsp; Selain itu yang lebih penting lagi kami disuguhi sarapan pagi yang mengenyangkan baik untuk anak2 maupun&amp;nbsp;penumpang lainnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;So, apalagi yang mau dikomplainkan meskipun bus berjalan terseok-seok mirip perempuan hamil mau melahirkan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TAcefwpW8pI/AAAAAAAAANc/OYide3b7_YQ/s1600/Mirota.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" gu="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TAcefwpW8pI/AAAAAAAAANc/OYide3b7_YQ/s320/Mirota.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pantai benar2 full booked hari itu.&amp;nbsp; Tidak ada tempat lapang sedikitpun untuk lalu lalang sepanjang tepiannya.&amp;nbsp; Untung kami sudah pesan tempat duluan.&amp;nbsp; Ya biarpun cuman dapat tempat beratap langit dan teduhnya pepohonan, itu sudah cukup bagus bagi kami.&amp;nbsp; Yang penting tidak kepanasan.&amp;nbsp; Apalagi sebagian dari kami membawa anak2 yang notabene sayang kalau dibiarkan terpanggang panas matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diperhatikan benar2, ternyata kapling kami diapit dua kumpulan PD (persekutuan doa)&amp;nbsp;entah dari&amp;nbsp;gereja mana.&amp;nbsp; Semuanya orang muda.&amp;nbsp; Sejak datang sampai mau pulang mereka begitu sibuk memuji dan memuliakan Tuhan.&amp;nbsp; Berdoa...menyanyi..menari.......!&amp;nbsp; Walah....kasihan juga ya pesertanya.....!&amp;nbsp; Namanya juga orang muda....pasti mereka &lt;em&gt;ngiler&amp;nbsp;&lt;/em&gt; untuk sejenak cuci mata.&amp;nbsp; Kalau seharian acaranya serius melulu seperti itu apa enaknya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sesuai kesepakatan, acara kami hari itu hanyalah bersenang-senang.&amp;nbsp; Setelah doa pembukaan yang juga tidak terlalu panjang, sepatah kata dari diriku&amp;nbsp;sebagai ketua kelompok, dilanjutkan dengan acara bayar-membayar CU (Credit Union).&amp;nbsp; Tidak ada acara religius sedikitpun.&amp;nbsp; Lha wong kanan kiri kapling sudah seru banget acaranya sampai kami merasa ikut didoakan...!&amp;nbsp; Setelah itu.....wah sudah lincah sendiri2 para anak buah dalam mencari kesenangan diri.....!&amp;nbsp; Ada yang langsung &lt;em&gt;njebur&lt;/em&gt;&amp;nbsp;ke laut seperti aku....ada yang makan2.....ada yang langsung tiduran karena baru pulang kerja shift malem....ada yang ngrumpi.....ada yang mencari kerang....ada yang sibuk ngurusi anak....dll....dll....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TAcexRMtXZI/AAAAAAAAANk/gkMyfcW84mY/s1600/Mirota2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" gu="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TAcexRMtXZI/AAAAAAAAANk/gkMyfcW84mY/s320/Mirota2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sore hari saat laut mulai pasang kami mulai berkemas.&amp;nbsp; Membereskan barang masing2....mencari anak masing2.....dan membersihkan sampah yang tersisa.&amp;nbsp; Istilahnya jangan sampai pantai yang indah ini dikotori oleh sampah.&amp;nbsp; Sesudahnya ditutup dengan doa dan pengumuman.&amp;nbsp; Bagaimanapun juga datang dan pergi kami tetap&amp;nbsp;berharap untuk selalu berada&amp;nbsp;dalam perlindungan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya....ciao pantai Mirota......!&amp;nbsp; Ciao rekan2 muda........!&amp;nbsp; Sayang cuman sebentar....coba kalau ada kesempatan pasang tenda....pasti lebih seru lagi......!&amp;nbsp; Terimakasih untuk satu hari yang indah....di tepian pantai yang tak kalah indahnya......^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3718355011615508481?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3718355011615508481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3718355011615508481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3718355011615508481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3718355011615508481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/05/28-mei-2010-pantai-mirota-batam.html' title='28 Mei 2010 - Pantai Mirota Batam'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/TAcefwpW8pI/AAAAAAAAANc/OYide3b7_YQ/s72-c/Mirota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-9124847595057862868</id><published>2010-05-30T18:46:00.002+07:00</published><updated>2010-05-31T16:04:33.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Sepenggal Pendapat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sore ini aku menonton tayangan ulang Kick Andy di Metro TV.&amp;nbsp; Kali ini berkisah tentang pasangan kontroversial yang akhirnya bergulir ke pengadilan : Alter dan Jane.&amp;nbsp; Alterina Hofan, si "laki2" yang sejatinya adalah perempuan di akte kelahiran, dan tuduhan tentang pemalsuan identitas diri oleh pengadilan.&amp;nbsp; Istrinya, Jane, anak seorang taipan yang harus kehilangan warisan karena menikah dengan Alterina.&amp;nbsp; Sebuah kisah yang mengharukan dilihat dari kacamata seorang perempuan sepertiku, sekaligus kisah yang menyedihkan dilihat dari kacamata&amp;nbsp;kedua orangtua Jane yang merasa tertipu dengan identitas Alter.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku bukannya mau berpihak kepada siapa2.&amp;nbsp; Aku hanya ingin memberikan sepenggal pendapat dalam kapasitasku sebagai seorang manusia biasa.&amp;nbsp; Seorang manusia yang (mungkin) juga bisa mengalami hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Andy Noya menanyakan hal apa yang ingin disampaikan oleh Jane kepada ibundanya, Jane menangis sambil berlutut.&amp;nbsp; Ia hanya minta ibunya membiarkannya hidup bahagia dengan pilihannya.&amp;nbsp; Ia bahagia, kenapa orangtuanya harus susah?&amp;nbsp; Hanya satu permohonannya kepada orangtuanya :&amp;nbsp; &lt;strong&gt;hidup bahagia&lt;/strong&gt;!&amp;nbsp; Jadi apa yang salah dengan keinginan sederhana itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melihat Jane berlutut sambil memohon seperti itu membuat perasaanku ikut tercabik.&amp;nbsp; Seperti penonton lain yang hadir di studio air mataku mengalir.&amp;nbsp; Menangisi nasib Alter dan Jane yang kurang beruntung.&amp;nbsp; Menangisi sesuatu yang aku sendiri tidak tahu mengapa mesti kutangisi.&amp;nbsp; Terlepas dari bagaimana kisah ini bermula, yang terlihat di mataku hanyalah dua orang anak manusia yang sedang bergulat memperjuangkan nasibnya.&amp;nbsp; Jika "kelainan" yang dibawa Alterina dimulai sejak lahirnya, jadi siapakah yang mesti disalahkan?&amp;nbsp; Tuhan sebagai pencipta ataukah orangtua yang tidak bisa menerima kekurangan anak apa adanya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari banyak buku yang kubaca, kisah Alter ternyata tidak sendiri.&amp;nbsp; Masih banyak manusia2 terbuang yang bingung dengan identitasnya.&amp;nbsp; Jadi perempuan salah, jadi laki2 juga salah.&amp;nbsp; Tidak tahu harus mencari pembenaran di mana ketika lingkungan dan masyarakat sekitar cenderung menyalahkan sekaligus mengucilkan.&amp;nbsp; Ketika kita menghakimi seseorang atas kekurangannya, seharusnya kita juga bisa memberikan solusi atas permasalahan yang ada.&amp;nbsp; Mendatanginya, menemani, bertanya apa yang bisa kita lakukan untuk mereka.&amp;nbsp; Hanya saja, mungkin, memang sudah menjadi watak manusia, hanya bisa menghakimi tanpa bisa memberikan solusi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menonton Kick Andy sore ini, aku seperti disadarkan bahwa segala sesuatu bisa terjadi dalam hidup ini.&amp;nbsp; Bisa saja peristiwa2 itu bukanlah peristiwa yang kita harapkan, seperti keinginan kita.&amp;nbsp; Yang menjadi masalah adalah, sanggupkah kita menghadapinya?&amp;nbsp; Sanggupkah kita menerima tatap mata mencemooh dari masyarakat yang pada dasarnya suka memberikan penghakiman atas apapun yang menimpa kita?&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belajar dari kasus Alter dan Jane, aku berharap untuk bisa menjadi orangtua yang sesungguhnya.&amp;nbsp; Orangtua yang lebih baik.....manusia yang lebih baik........!&amp;nbsp; Belajar untuk menyikapi apapun pendapat anak2ku sebijak mungkin.&amp;nbsp; Belajar mendengar dengan lebih baik.&amp;nbsp; Tidak egois.&amp;nbsp; Tidak mau menang sendiri.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sudah berubah.......yang tidak akan pernah berubah seharusnya adalah cinta antara anak dan orangtua...!&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;* .....anakmu bukanlah milikmu.....(Kahlil Gibran)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-9124847595057862868?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/9124847595057862868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=9124847595057862868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9124847595057862868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9124847595057862868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/05/sepenggal-pendapat.html' title='Sepenggal Pendapat'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4015317251066146426</id><published>2010-05-12T12:42:00.002+07:00</published><updated>2010-09-17T10:18:48.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>UN - Menurut Kacamata Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ujian Nasional?&amp;nbsp; Siapa takut??!! -&lt;/strong&gt; (diucapkan dengan penuh rasa percaya diri dan bangga)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan pernah berharap jawaban seperti di atas, jika sekarang ini kita tanyakan masalah UN kepada anak-anak Indonesia.&amp;nbsp; Kurasa 75% di antaranya akan mengangkat tangan tinggi2 dan menjawab : "Sayaaaa.......saya takut UN.......!&amp;nbsp; Takut banget malah!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kurasa tidak perlu dipertanyakan lagi.&amp;nbsp; Sudah terbukti bahwa UN seolah menjadi ajang &lt;em&gt;pembantaian&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bagi anak-anak Indonesia sekarang ini.&amp;nbsp; Setelah UN ditetapkan sebagai standar penentu kelulusan bagi seorang siswa, maka hasil kerja keras selama masa 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA hanya akan menjadi suatu kesia-siaan belaka.&amp;nbsp; Tidak hanya siswa yang otaknya pas-pasan.&amp;nbsp; Yang berotak encer pun terkadang bisa&amp;nbsp;&lt;em&gt;kebobolan&lt;/em&gt; dan akhirnya harus menanggung malu karena tidak lulus UN.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai seorang ibu aku patut merasa gundah.&amp;nbsp; Sejujurnya aku tidak setuju jika prestasi seorang anak hanya dinilai dari&amp;nbsp;beberapa mata pelajaran yang diujikan&amp;nbsp;sekejab mata.&amp;nbsp; Jika tidak tercapai target nilai satu saja, maka tidak lulus.&amp;nbsp; Alangkah tragisnya nasib anak-anak kita.&amp;nbsp; Menyedihkan dan sangat tidak masuk akal.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mengapa tidak diperhitungkan usaha dan kerja keras mereka selama beberapa tahun&amp;nbsp;menuntut ilmu di sekolah?&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mengapa tidak dilihat betapa mereka telah berusaha&amp;nbsp;belajar dari titik nadir di mana&amp;nbsp;mereka mulai dari tidak tahu apa-apa, menjadi tahu&amp;nbsp;segala hal?&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak sulungku sekarang memang baru kelas 4 SD.&amp;nbsp; Tapi sudah cukup membuatku depresi memikirkan nasibnya kelak dalam perjalanan waktu.&amp;nbsp; Berbagai peristiwa dan tayangan berita di media massa mengenai UN begitu menyengat dan memedihkan hatiku.&amp;nbsp; Sanggupkah anak-anak ini menghadapi berbagai macam tekanan yang bertubi-tubi?&amp;nbsp; Bagaimana dengan mereka yang akhirnya nekat mengakhiri hidup hanya gara-gara tidak lulus UN?&amp;nbsp; Tidakkah anak-anak memiliki hak untuk belajar pelajaran apa yang mereka sukai dan mereka ingini?&amp;nbsp; Mengapa pemerintah begitu ambisius untuk membentuk mereka menjadi suatu kesatuan yang sama?&amp;nbsp; Bukankah dalam suatu taman bisa saja terdiri dari bunga mawar, melati, anggrek, atau bougenvil?&amp;nbsp; Meskipun sama-sama bunga, tapi mereka tetap punya ciri khas masing-masing.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Doaku, harapanku adalah, ada PERUBAHAN secepatnya.&amp;nbsp; Semoga negara ini mau dan bisa belajar dari negara-negara maju di mana potensi setiap anak begitu dihargai.&amp;nbsp; Tidak penting&amp;nbsp;mereka jatuh di nilai eksata atau bukan eksata.&amp;nbsp; Yang penting&amp;nbsp; mereka bisa menjadi seorang manusia Indonesia seutuhnya, yang menjadi diri sendiri, berkarya sesuai dengan kemampuan masing-masing, dan memiliki rasa cinta tanah air dan bangsa yang sesungguhnya.&amp;nbsp; Tidak menjadi koruptor apalagi menjadi provokator.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demi anggaran bermilyar-milyar.....akankah UN tetap ada???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4015317251066146426?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4015317251066146426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4015317251066146426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4015317251066146426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4015317251066146426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/05/un-menurut-kacamata-seorang-ibu.html' title='UN - Menurut Kacamata Seorang Ibu'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-151978726887831054</id><published>2010-04-26T15:37:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T15:37:16.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Menjelang Seremonial</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Mak Nyak....bagaimana rasanya memasuki usia kepala empat?" seorang teman menanyakan lewat SMS.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepala empat?&amp;nbsp; Perasaan belum sampai ke sana deh.&amp;nbsp; Hampir, iya !&amp;nbsp; Itu pun kalau tahun depan masih diberi kesempatan untuk memperpanjang hidup.&amp;nbsp; Yang jelas umurku nambah dan "pekerjaan rumah" juga tambah banyak.&amp;nbsp; Tugas sebagai istri, ibu, anak, menantu, dan warga masyarakat semakin &lt;em&gt;complicated&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan &lt;em&gt;njlimet.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diam-diam aku &lt;em&gt;cengengesan.&lt;/em&gt;&amp;nbsp; Perasaan nggak ada bedanya usia kepala satu....dua.....tiga.....atau empat...!&amp;nbsp; Itu semua toh tidak akan mengubah&amp;nbsp;diriku&amp;nbsp;menjadi secantik Putri Salju atau Cinderella.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Semua sama saja.&amp;nbsp; Ini tetap aku yang sama seperti dulu.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Cilik&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ireng&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;mbeling&lt;/em&gt;, keras kepala, dan &lt;em&gt;ngeyelan&lt;/em&gt;....!&amp;nbsp; Tetap berambut cepak, bercelana jeans dan berkaos oblong.&amp;nbsp; Tetap menggebu-gebu dan penuh semangat 45.&amp;nbsp; Tetap cerewet dan penuh dengan canda tawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi tua atau muda apa bedanya?&amp;nbsp; Tidak semua yang muda itu menggairahkan dan tidak semua yang tua itu membosankan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yang membedakan adalah cara pandang masing2 dalam menjalani hidup.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ada yang berusia muda tapi&amp;nbsp; "&lt;em&gt;mlempem&lt;/em&gt;" sebelum tua dan ada yang mendekati tua tapi masih&amp;nbsp;full dengan semangat &amp;nbsp;muda.&amp;nbsp;Intinya terletak pada cara kita&amp;nbsp; mensyukuri segala sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukur karena diberikan anak-anak yang sehat.&amp;nbsp; Bersyukur karena masih bisa mencintai dan dicintai pasangan.&amp;nbsp; Bersyukur karena masih bisa memberi dari kekurangan.&amp;nbsp; Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup.&amp;nbsp; Bersyukur karena masih bisa mengungkapkan rasa syukur.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi peringatan hari lahir tidak selalu istimewa buatku.&amp;nbsp; Tetapi semangat orang-orang tercinta di sekelilingku selalu membuatnya&amp;nbsp; terasa istimewa.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Whatever they are, special birthday is dedicated for special person only.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;*&amp;nbsp; When my 39 years is coming.......&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-151978726887831054?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/151978726887831054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=151978726887831054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/151978726887831054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/151978726887831054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/04/menjelang-seremonial.html' title='Menjelang Seremonial'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2479917175343839077</id><published>2010-04-19T10:17:00.002+07:00</published><updated>2010-04-21T14:22:54.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Ketemuan Nuliser (Batam)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa waktu sempat tertunda karena berbagai alasan, akhirnya kesampaian juga aku ketemuan sesama nuliser yang ada di Batam.&amp;nbsp; Dan ini adalah sekilas infonya........theng...theng........=&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;Sabtu, 17 April 2010&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku janjian sama Imelda Wijaya.&amp;nbsp;Seorang teman nuliser berprofesi&amp;nbsp; dokter yang punya hobi nulis dan sudah menghasilkan banyak tulisan di blog rame-rame kami yaitu YukNulis.&amp;nbsp; Mumpung hari Sabtu adalah hari kemerdekaanku karena bisa &lt;em&gt;klayapan&lt;/em&gt; untuk beberapa saat, maka kami sepakat untuk ketemu sore itu jam 15.30 WIB di sebuah&amp;nbsp;mall.&amp;nbsp; Kebetulan&amp;nbsp;Imel harus mengantar&amp;nbsp;Nanda, putri tunggalnya, untuk les balet sore itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke!&amp;nbsp; Deal!&amp;nbsp;&amp;nbsp;Solaria, 15.30 sore!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil menunggu jam setengah empat aku ikutan mengantar seorang teman ke bandara (temanku itu mau hunting ke Malang ngapelin cowoknya). &amp;nbsp;Di bandara kongkow2 sampai jam 2.&amp;nbsp; Terus lanjut ke mall tempat aku dan Imel janjian.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat para "sahabat" dalam perut yang belum dikasih makan seharian, maka aku sempatkan untuk berbaikan dulu dengan mereka.&amp;nbsp; Menu pilihan adalah seporsi bakso kuah dan es teh.&amp;nbsp; Betul2 gak sehat &lt;em&gt;blas&lt;/em&gt;!&amp;nbsp; Tapi&amp;nbsp;karena pas&amp;nbsp;seleranya itu ya mau apalagi.&amp;nbsp; Itu juga yang diembat.&amp;nbsp; Duduk di Lapangan Tembak beberapa waktu sambil termenung...membayangkan wajah si Imel.......(penasaran.com).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ada waktu!&amp;nbsp; Jadi aku muter2 dulu di mall.&amp;nbsp; Melihat ini, melihat itu.&amp;nbsp; Mengobrak-abrik diskonan......&lt;em&gt;membolak-balik&lt;/em&gt; pilihan.....antusiasme tinggi ketika melihat banyak baju baby lucu2....(untung nggak terhipnotis untuk beli karena anakku bukan bayi lagi).&amp;nbsp; Terus menyempatkan diri nelpon suami minta disamperin saat dia pulang kerja.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15.30 WIB!&amp;nbsp; Imelda SMS dia datang agak telat.&amp;nbsp;Ketemuan mundur&amp;nbsp;ke jam 16.00.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Yo wes gak popo&lt;/em&gt;...nanggung&amp;nbsp; nih...jadi mesti ditunggu.&amp;nbsp; Nggak mungkin mundur setelah beberapa lama nunggu.&amp;nbsp; Ditemani segelas teh tarik dan sepiring pangsit goreng (yang bener2 gak garing) aku&amp;nbsp;menunggunya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;em&gt;"Mbak'e penjual pangsit......aku pesen pangsit goreng....bukan pangsit mlempem......!"&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan....eng ing eng.......yang ditunggu2 pun muncul.....!&amp;nbsp; Imelda Wijaya and husband.....!&amp;nbsp; Dia baju ungu....aku kaos kuning.....!&amp;nbsp; Karena ketemuannya di tempat umum ya kami tidak seberapa histeris teriakannya...!&amp;nbsp; Hanya senyum lebar yang mewakili betapa &lt;em&gt;we are very happy&lt;/em&gt; atas pertemuan ini.&amp;nbsp; Cipika cipiki bentar.....muah....muah...!&amp;nbsp; Imelda yang wangi karena sudah sempat mandi.....dan diriku yang asem karena belum kesentuh air......hehehe....(itu sebabnya aku agak malu2 waktu diphoto......takut orang yg ngliat photonya pada kabur......mambuuu....).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak sempat membahas beberapa buku dan kaos pesanan.&amp;nbsp; Kami langsung ngrumpi ngalor ngidul....tentang ibu kost yuk nulis.....(sorry Lini!&amp;nbsp; Ai lop yu...).......tentang anak2....tentang jejaring sosial yang bikin mumet...tentang internet yang suka ngadat......deelel....deelel.....!&amp;nbsp; Sayang begitu singkat.&amp;nbsp; Cuman setengah jam!&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kurang man.......^-*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teryata sesuai dengan photonya.... si ibu dokter satu ini emang ayu.....ramah.....dan suka tersenyum.....(pasti senang tuh yang jadi pasiennya).&amp;nbsp; Suaminya pun menyenangkan.&amp;nbsp; Ramah.&amp;nbsp; Pokoke biarpun waktunya serba terbatas....aku puas!&amp;nbsp; Kalau nggak inget umur sudah mau kepala empat....pasti aku sudah loncat2 kayak si Pilar kalau lagi happy.....!&amp;nbsp; Saking senengnya aku malah lupa kalau bawa digital camera.&amp;nbsp; Giliran udah salam pisah baru inget......wuaaah......piye toh iki?&amp;nbsp; Bahkan ambil poto pakai&amp;nbsp;hp pun aku gak ingat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untung sebelumnya si Imel kreatif....!&amp;nbsp; Sang misua ambil foto kami berdua pakai hp dirinya.&amp;nbsp; Satu gula satu kopi.....hahaha....!&amp;nbsp; Senyum lebar....piss.....!&amp;nbsp; Maunya kami bergaya banyak2 ya.....tapi mengatisipasi pandangan mata banyak orang ya terpaksa agak terkontrol gayane.....malu2....tapi mau.....(padahal malu2in).&amp;nbsp; Kalau photo banyak2 takutnya ada yang datang minta tanda tangan......^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setengah jam berlalu dan kami harus berpisah.&amp;nbsp; Suamiku sudah telpon2 dan&amp;nbsp;Imel pun harus segera menjemput sang buah hati.&amp;nbsp; Akhirnya cipika cipiki lagi.......dan say good bye.....diiringi janji2 lain kali mau ketemuan lagi......!&amp;nbsp; Ya....semoga terkabul dah....siapa tahu next time ada peserta yg lain lagi....!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sekilas info dari Batam.&amp;nbsp; Tina melaporkan untuk Anda para sahabat tercinta di dunia maya......GBU&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2479917175343839077?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2479917175343839077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2479917175343839077' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2479917175343839077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2479917175343839077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/04/ketemuan-nuliser-batam.html' title='Ketemuan Nuliser (Batam)'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8827883811402162538</id><published>2010-04-15T15:49:00.002+07:00</published><updated>2010-04-15T15:52:34.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Intermezo Hari Kartini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bunda, Siapakah ibu Kartini itu?” tiba-tiba si Sulungku bertanya ketika kami sedang asyik menonton TV sore itu. Tangannya sibuk memegang remote control&amp;nbsp;sambil memilih-milih channel yang disukainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Loh….bukankah di sekolah sudah diajarkan?” aku balik bertanya. “Setahu Bunda ia merupakan salah satu pahlawan wanita yang dimiliki oleh Indonesia!” aku menjelaskan secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya sih….aku tahu kalau dia itu pahlawan. Tapi pahlawan apa? Yang namanya pahlawan itu kan orang yang berperang membela tanah air dan berjuang sampai mati?!” ia bertanya lagi masih dengan gayanya yang cuek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sedikit bingung. Bukan karena tidak tahu apa maksud pertanyaannya. Tapi bingung bagaimana hendak menjelaskan arti pahlawan kepada seorang anak kelas 4 SD yang baru berumur sembilan tahun, supaya jawabannya tidak menjadi semakin membingungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Yang namanya pahlawan adalah orang yang berjuang untuk membela tanah airnya. Membela bangsanya. Intinya&amp;nbsp;pahlawan adalah orang -orang yang membela kebenaran dan berjuang bagi orang lain terutama bagi mereka yang yang tertindas!” aku berusaha memberikan penjelasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menoleh.&amp;nbsp; ”Apakah ibu Kartini berjuang membela tanah air sampai mati? Apakah ia ikut berperang? Bagaimana ia bisa berperang dengan memakai sanggul dan berpakaian seperti itu? Bagaimana caranya?” anakku masih juga mengajukan tanya.&amp;nbsp; Rupanya jawabanku kurang memuaskan hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yang Bunda tahu, Ibu Kartini tidak ikut berperang dengan menggunakan senjata. Tidak juga dengan menggunakan sanggul! Emang sanggulnya mau dipakai untuk melempar penjajah?” aku tersenyum lebar.&amp;nbsp;Si Sulung ikutan&amp;nbsp;terkekeh. ”Beliau berperang dengan cara yang lain. Berjuang melawan kebodohan. Pada jaman penjajahan dulu kan tidak semua perempuan bisa sekolah. Yang bisa sekolah hanya beberapa orang saja. Nah, ibu Kartini salah satu di antaranya. Karena beliau sekolah, maka ia ingin membagikannya kepada orang lain juga! Caranya dengan menulis buku dan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak perempuan pada masa itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kalau begitu teacher Yati dan teacher Etha pahlawan dong.&amp;nbsp; Mereka kan yang mengajar aku supaya pintar!" ia menyebutkan nama dua orang guru&amp;nbsp;di sekolahnya.&amp;nbsp; Satu wali kelasnya sekarang, yang satu lagi mantan wali kelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Lha itu&amp;nbsp;Kakak tahu.....! Semua orang bisa jadi pahlawan, Kak. Dengan caranya masing-masing. Pahlawan bagi keluarganya, pahlawan bagi teman-temannya, pahlawan bagi masyarakatnya, pahlawan bagi macam-macam deh pokoknya!” aku menambahkan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kembali lagi ke ibu Kartini, mengapa ia diperingati setiap tanggal 21 April, Bunda?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Karena beliau dilahirkan pada tanggal 21 April. Mungkin kalau ia lahir di tanggal yang lain, hari Kartini tidak akan diperingati tanggal 21 April.&amp;nbsp; Betul tidak?" aku bertanya dengan gaya A'a Gym.&amp;nbsp; Ia &lt;em&gt;cengengesan.&amp;nbsp; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Satu lagi, mengapa di sekolah mesti pakai sanggul dan kebaya untuk memperingati hari Kartini?” lagi-lagi ia mengajukan tanya yang membuatku sakit kepala. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejujurnya pertanyaannya adalah pertanyaan yang sama dengan pertanyaanku pada tahun-tahun yang telah lampau. Sebuah pertanyaan yang menurutku sungguh tak masuk akal. Jika mau dipertanyakan lagi, apa yang mau kita kenang dari ibu Kartini? Penampilannya atau semangatnya? Mengapa dari tahun ke tahun perayaannya hanya difokuskan pada gaya dan penampilan saja? Mengapa tidak pernah terpikir untuk memperingati Hari Kartini dengan kegiatan yang lebih positif lagi? Mengarang kek, membuat blog kek, memberikan kursus gratis kek, dll....dll....dll... kek..!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Bunda rasa sekolah punya tujuan tertentu. Mungkin supaya murid-murid lebih mencintai kebudayaan masing-masing!” aku mencoba berkilah. Padahal dalam hati aku sendiri tidak setuju dengan peringatan hari Kartini yang itu-itu saja dari tahun ke tahun. Kalau tidak lomba berkebaya, lomba merias wajah. Kalau tidak lomba masak memasak, lomba merangkai bunga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Jadi ibu Kartini pahlawan budaya dong! Bukan pahlawan kebodohan. Buktinya, di sekolah-sekolah murid-murid disuruh pakai baju daerah!”&amp;nbsp;si Sulung berkata&amp;nbsp;lagi. Kali ini benar-benar membuat kepalaku pening.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Bukan begitu, Kak. Baju daerah hanyalah sarana untuk mengingatkan saja.&amp;nbsp; Yang penting adalah, berkat perjuangan ibu&amp;nbsp;Kartini,&amp;nbsp;banyak wanita di Indonesia&amp;nbsp; boleh sekolah. Tidak duduk di rumah saja. Dan mereka pintar-pintar loh. Bisa membuktikan bahwa mereka sama pintarnya dengan laki-laki.&amp;nbsp; Ada yang jadi dokter, ada yang jadi astronout, insinyur, dosen, guru dan banyak lagi yang lainnya.&amp;nbsp; Kalau dulu ibu Kartini tidak memberi contoh, mungkin sampai sekarang kaum perempuan tidak bisa sekolah!” panjang lebar aku menjelaskan.&amp;nbsp; Berharap dia mengerti dan&amp;nbsp; tidak ada pertanyaan lagi.&amp;nbsp; Terus terang&amp;nbsp; pelajaran Sejarah sudah banyak yang kulupa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau Bunda jadi ibu Kartini sekarang, apa yang akan Bunda lakukan?" tiba-tiba saja ia bertanya lagi.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bunda?&amp;nbsp; Bunda akan menjadi apa saja supaya keluarga Bunda bahagia!" dengan santai aku menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Contohnya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bunda akan jadi koki supaya anak-anak bisa makan enak tiap hari.&amp;nbsp; Bunda akan jadi guru supaya&amp;nbsp;anak-anak tidak kesulitan belajar setiap hari.&amp;nbsp; Bunda akan jadi dokter pada saat ada yang sakit di rumah ini.&amp;nbsp; Bunda akan jadi tukang cat jika rumah perlu dicat.&amp;nbsp; Bunda akan jadi pengarang jika anak-anak perlu cerita pengantar tidur.&amp;nbsp; Pokoknya Bunda siap jadi apa saja!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wah....kalau begitu Bunda&amp;nbsp;juga pahlawan dong....!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Semua ibu adalah pahlawan.&amp;nbsp; Yang penting bukan pahlawan kesiangan. Pahlawan yang bangunnya siang-siang!" aku menambahkan sambil terkekeh.&amp;nbsp; Hidungku kembang-kempis mendengar pujiannya.&amp;nbsp; Dan kepalaku terasa mengembang seperti balon.&amp;nbsp; Gak papalah dipuji anak sendiri.&amp;nbsp; Daripada nggak ada yang muji???&amp;nbsp; Betul tidak???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8827883811402162538?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8827883811402162538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8827883811402162538' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8827883811402162538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8827883811402162538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/04/intermezo-hari-kartini.html' title='Intermezo Hari Kartini'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-9066563028099053269</id><published>2010-04-13T10:50:00.003+07:00</published><updated>2010-09-17T10:20:52.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Laporan dari balik Gorden</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah berhari-hari nggak &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt; dan pesbukan rasanya seperti berabad-abad nggak ketemu orang tersayang.&amp;nbsp; Alasannya sih banyak.....ada yang klise ada yang jujur.&amp;nbsp; Semuanya sama2 alasan.&amp;nbsp; Jadi para pembaca dipersilahkan untuk memilih sendiri alasan mana yang pas untuk tidak &lt;em&gt;meng-upda&lt;/em&gt;te blog ataupun untuk tidak mengomentari status kawan sementara waktu...!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;Alasan Pertama :&amp;nbsp; Tidak ada waktu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurutku ini alasan klise meskipun situasinya ya memang benar2 seperti itu.&amp;nbsp; Gimana mau ngeblog kalau pekerjaan di kantor nggak habis2.&amp;nbsp; Ditambah lagi dengan boss yang terlalu banyak mau maka komplitlah alasan tidak ada waktu untuk &lt;em&gt;mengeblog&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Jangankan untuk &lt;em&gt;update&lt;/em&gt;, hanya sekedar baca2 saja&amp;nbsp;&amp;nbsp;susah cari waktunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pas giliran sampai rumah dan ide kembali muncul, lagi2 tidak ada waktu untuk update.&amp;nbsp; Selain jaringan internet yang terkadang mati hidup sesukanya, juga&amp;nbsp;karena skala prioritas yang pasti &amp;nbsp;sudah harus berganti sasaran kalau sudah sampai di rumah.&amp;nbsp; Anak2!&amp;nbsp; Si Sulung yang mesti ditungguin kalau belajar.&amp;nbsp; Dan si Bontot yang lagi cerewet2nya karena sedang berada dalam taraf menambah perbendaharaan kata (Untung si Tengah lagi ngungsi di Jogya).&amp;nbsp; Dalam hal ini jangan pernah mengharapkan bantuan bapaknya.&amp;nbsp; Melihatnya terkapar lelah sepulang kerja rasanya tidak etis kalau mesti meminta bantuannya untuk &lt;em&gt;menghandle&lt;/em&gt; anak2 sementara emaknya sibuk &lt;em&gt;ngenet&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Itu namanya ORA SOPAN!!!&amp;nbsp; Bisa2 netbooknya dilempar ke parit sama doi...hahaha....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;Alasan Kedua :&amp;nbsp; (Kalender Liturgi Gereja Katolik) Masa Puasa dan Pa&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ntang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah menjadi komitmen pribadi untuk mengurangi kegiatan yang bersifat duniawi pada saat masa puasa dan pantang.&amp;nbsp; Bukan karena disuruh oleh Gereja.&amp;nbsp; Bukan karena disuruh oleh suami.&amp;nbsp; Apalagi disuruh oleh pastor paroki.&amp;nbsp; Bukan!&amp;nbsp; Ini adalah sebagai bentuk keinginan sendiri untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan bukan kepada manusia (Apalagi manusia di dunia maya).&amp;nbsp; Jadi dalam hal ini tidak ada penyesalan karena memang sudah diniati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara waktu karena tidak ngenet ya fokus pada kegiatan di gereja.&amp;nbsp; Apalagi bagiku secara pribadi, Paska adalah saat2 spesial untuk berekonsiliasi dengan Tuhan dan dengan sesama.&amp;nbsp;Jadi....hidup Paska....horeee.....!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;Alasan Ketiga :&amp;nbsp; Jaringan FB &lt;em&gt;dibanned&lt;/em&gt; (kantor)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah sebulan lebih jaringan pesbukan di kantorku di &lt;em&gt;banned&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Meskipun bagiku alasannya terkesan tidak masuk akal dan terlalu dibuat-buat ya mau nggak mau aku terima saja.&amp;nbsp; Jadi kalau biasanya bisa &lt;em&gt;bersay&lt;/em&gt; hello2 sama banyak orang lewat dunia maya....maka sekarang hanya bisa&amp;nbsp;bersay hello&amp;nbsp;lewat hp.....wuaaahhh.....(tulisane &lt;em&gt;cilik2 rek !)&amp;nbsp; &lt;/em&gt;Mungkin saja si Big Boss ngiri karena dia nggak bisa pesbukan......sementara anak buahnya pesbukan melulu....jadi diperintahkannya untuk nutup FB.....mungkin sih.......:))&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun kata orang di kantor pesbuk itu tidak berguna, tapi bagiku tetap ada gunanya.&amp;nbsp; Lewat pesbuk aku bisa kenal beberapa orang sealiran.&amp;nbsp; Yang ngocol....yang sehobi.....yang seide.....yang gila...yang waras.....pokoke dari sekian persen yang negatif...aku banyak memperoleh hal yang positif....!&amp;nbsp; Aku banyak mendapatkan sahabat &lt;em&gt;dadakan&lt;/em&gt; di pesbuk....!&amp;nbsp; Aku banyak mendapatkan pengetahuan yang (juga) &lt;em&gt;dadakan&lt;/em&gt; di pesbuk.&amp;nbsp; Pokoke &lt;em&gt;pesbuk is cool man&lt;/em&gt; !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhasil meskipun FB dibanned di kantor....pesbukan tetap jalan terus........(ngeyel.com).&amp;nbsp; Nggak bisa di kantor ya di rumah....ngak sempat di rumah ya pakai hp.....gitu aja kok repot....!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiga alasan di atas adalah alasan utama selain alasan MALES dan KEHABISAN IDE.&amp;nbsp; Kalau yang dua ini ya mau nggak mau, lengkap nggak lengkap fasilitasnya, ya tetap saja nggak bakalan bisa jalan.&amp;nbsp; Mau dipaksa kayak manapun tetap saja otak dan tangan tidak bisa diajak bekerjasama mengalirkan ide2 yang cemerlang.&amp;nbsp; Padahal maunya nulis....nulis...dan nulis....!&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi otak stagnan.&amp;nbsp; Mirip robot.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini lembaran baru dimulai.&amp;nbsp; Dengan semangat 45 aku mulai berbenah.&amp;nbsp; Mulai berangan-angan dan berencana.&amp;nbsp; Sesibuk-sibuknya aku nanti, tetap harus ada waktu untuk menulis.&amp;nbsp; Tentang apa saja.&amp;nbsp; Minimal untuk dibaca sendiri.....dibaca suami...dan dibaca si Pilar karena dia sudah pintar mengkritik tulisan emaknya....!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah sekilas info dari Batam tanah airku tercinta.....!!!&amp;nbsp; Have a nice day for all of you.......muah...muah....lop yu pul....!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-9066563028099053269?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/9066563028099053269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=9066563028099053269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9066563028099053269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9066563028099053269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/04/laporan-dari-balik-gorden.html' title='Laporan dari balik Gorden'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5142995396869653869</id><published>2010-03-09T15:55:00.002+07:00</published><updated>2010-03-10T14:45:46.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Perasaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Bagaimanapun juga, aku tidak bisa lagi percaya penuh kepadanya seperti dulu.&amp;nbsp; Sekeras apapun aku berusaha, aku &lt;em&gt;merasa&lt;/em&gt; ada sesuatu yang telah hilang di sini, di relung hati ini!" kata temanku yang&amp;nbsp;beberapa waktu yang lalu&amp;nbsp;di"selingkuhi" oleh suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku tersenyum simpul.&amp;nbsp; Berusaha memaklumi sikapnya meskipun itu terlihat aneh dalam pandanganku.&amp;nbsp; Aneh karena aku tahu bahwa sebenarnya dia masih sangat mencintai suaminya.&amp;nbsp; Pada saat dia berkata begitu mungkin ia masih punya perasaan sakit hati akan perbuatan suaminya.&amp;nbsp; Perasaan tidak rela karena kesetiaan yang dipupuknya selama bertahun-tahun dikhianati begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana manusia biasa, kurasa wajar-wajar saja &amp;nbsp;jika masih bisa melampiaskan segenap rasa yang membuncah di dada.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masih bisa merasakan&amp;nbsp;bahagia.&amp;nbsp; Masih bisa merasakan sedih, senang atau sakit hati.&amp;nbsp; Masih bisa merasakan kangen.&amp;nbsp; Masih bisa merasakan sepinya hidup dalam kesendirian tanpa teman.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan pernah merasakan berbagai macam rasa itu , maka akan sangat mudah untuk bisa bersimpati dan berempati terhadap penderitaan dan kebahagiaan orang lain.&amp;nbsp; Dengan pernah merasakan berbagai macam rasa itu, kita akan menjadi manusia yang tidak hanya&amp;nbsp;pandai berteori tapi juga tahu tahu prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang jadi masalah adalah jika seseorang itu sudah&amp;nbsp;tidak bisa merasakan apa-apa.&amp;nbsp; Sudah &lt;span style="background-color: yellow; color: black;"&gt;mati rasa&lt;/span&gt;.&amp;nbsp; Orang seperti ini jelas tidak akan sinkron lagi&amp;nbsp;antara&amp;nbsp; pikiran dan hatinya.&amp;nbsp;Orang seperti ini kalau bukan menjadi orang berkepala batu&amp;nbsp;&amp;nbsp;sudah pasti akan menjadi orang berhati batu.&amp;nbsp; Orang yang tidak punya perasaan karena sekali lagi,&amp;nbsp;antara&amp;nbsp; pikiran dan hatinya&amp;nbsp;hanya ada&amp;nbsp;gang buntu.&amp;nbsp; Jaka Sembung makan ampas, nggak nyambung blas!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu&amp;nbsp; ada seorang temanku pulang kampung ke Jogya.&amp;nbsp; Keluarga di Jogya ingin menitip sesuatu sebagai oleh2 untuk anak2ku.&amp;nbsp; Yang namanya titip pastilah dilihat dulu apakah orang yang dititipi mau dan tidak merasa keberatan.&amp;nbsp; Temanku itu bilang tidak masalah.&amp;nbsp; Tapi ia tidak pernah muncul, menelepon atau mengkonfirmasi ulang apakah keluargaku di Jogya jadi menitip sesuatu.&amp;nbsp; Dengan tanpa beban mereka balik dari Jogya dan mengabarkan beberapa hari kemudian setelah sampai, bahwa tidak ada titipan.&amp;nbsp; Oke, tidak masalah.&amp;nbsp; Aku anggap bahwa temanku ini mungkin sedang sibuk dan terburu-buru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat keki adalah ketika suamiku&amp;nbsp;mendapat&amp;nbsp;kesempatan&amp;nbsp;&amp;nbsp;pulang kampung.&amp;nbsp; Keluarga temanku&amp;nbsp;di Jogya&amp;nbsp;ada menitip sesuatu sebagai oleh2.&amp;nbsp; Entah&amp;nbsp;keluarganya berpikir pakai otak atau (maaf) pakai pantat karena ternyata barang titipannya itu&amp;nbsp; besarnya melebihi barang yang harusnya dibawa oleh suamiku.&amp;nbsp; Sudah besar, berat lagi.&amp;nbsp; Gimana&amp;nbsp;nggak berat, lha wong isinya panenan alpukat?! Aku yakin temanku itu pasti tahu apa isi titipan keluarganya.&amp;nbsp; Tapi dia pura2 tidak tahu dan merasa biasa2 saja bisa &lt;em&gt;menyengsarakan&lt;/em&gt; suamiku.&amp;nbsp; Kali ini mulut ceriwisku yang giliran berkomentar," Dasar tidak tahu diri dan tidak punya perasaan!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu adalah salah satu contoh kasus ^-^&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kasus &lt;em&gt;teranyar &lt;/em&gt;adalah kasus hatiku yang beberapa hari ini harus kacau balau menahan rindu.&amp;nbsp; Anak lanangku yang &lt;em&gt;ngganteng&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;ireng dewe&lt;/em&gt; dipinjam Budenya untuk beberapa waktu.&amp;nbsp; Ini bukan mengada-ada.&amp;nbsp; Si Altar benar2 dipinjam.&amp;nbsp; Jarak antara Jogya dan Batam bukanlah jauh sangat.&amp;nbsp; Hanya 2 jam dengan pesawat terbang.&amp;nbsp; Tapi rasa hatiku ini yang tidak bisa diajak bekerjasama.&amp;nbsp; Setiap detik menjadi saat yang meresahkan karena aku hanya bisa mendengar suaranya di gagang telepon.&amp;nbsp; Tidak bisa memeluk dan memberikan ciuman seperti biasa yang sudah pasti&amp;nbsp;rasanya begitu menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, perasaan!&amp;nbsp; Betapa hebatnya orang yang mampu mengendalikan rasa.&amp;nbsp; Mengendalikannya supaya tidak menjadi tumpah ruah.&amp;nbsp;Menerimanya dengan penuh&amp;nbsp;cinta dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan.&amp;nbsp; Jika setiap orang bisa melakukan ini, maka tidak akan ada sakit hati yang terlalu sakit.&amp;nbsp; Tidak akan ada girang hati yang terlalu girang.&amp;nbsp; Tidak akan ada kesedihan yang terlalu menyedihkan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yang pasti,&amp;nbsp;tidak akan ada orang yang tidak punya perasaan!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5142995396869653869?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5142995396869653869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5142995396869653869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5142995396869653869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5142995396869653869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/03/perasaan.html' title='Perasaan'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6008250378078105081</id><published>2010-02-23T11:11:00.000+07:00</published><updated>2010-02-23T11:11:12.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Ngaret</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelek2 begini...aku paling anti dengan yang namanya &lt;span style="background-color: magenta; color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Jam Karet&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&amp;nbsp; Aku lebih suka jam asli terbuat dari stainless atau kulit sekalian karena lebih cantik dan lebih enak untuk dilihat (walah...kok malah jadi ngomingin jam sih???).&amp;nbsp; Jam karet identik dengan mengulur-ulur&amp;nbsp; dan memperlambat segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu.&amp;nbsp; Kalau bisa&amp;nbsp; molor ya molor semolor-molornya.&amp;nbsp; Kalau perlu ngaret ya ngaret sengaret-ngaretnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari jaman aku muda sampai sekarang ini, aku paling sebel kalau harus berurusan dengan masalah &lt;em&gt;karet-mengaret&lt;/em&gt; ini.&amp;nbsp; Bukan mau sok &lt;em&gt;on time&lt;/em&gt; atau apalah namanya, tapi yang namanya menunggu itu adalah saat2 yang paling menyebalkan buatku (nggak tahu kalau buat orang lain).&amp;nbsp; Apalagi kalau harus menunggu orang yang dengan &lt;span style="background-color: magenta;"&gt;sengaja&lt;/span&gt;&amp;nbsp;ngaret dan mengulur-ulur &amp;nbsp;waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Herannya di tanah tumpah darahku di mana aku tinggal sekarang ini, kebanyakan yang suka ngaret&amp;nbsp; adalah mereka yang menyebut dirinya kaum muda, yang notabene masih segar bugar, tidak penyakitan,&amp;nbsp;tidak punya tanggungan anak/ istri/ suami dan belum terlalu disibukkan dengan berbagai macam urusan di kampung dengan segala&amp;nbsp; pernak-perniknya.&amp;nbsp; Memang sih tidak semua kaum muda seperti itu, tapi mayoritas di sini menurutku berlaku seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya ada janji ketemuan, entah ketemuan dalam satu wadah perkumpulan atau organisasi tertentu, bisa dipastikan bahwa urusan molor waktu akan terjadi.&amp;nbsp; Jika seharusnya ketemuan ditentukan jam 19.00WIB misalnya, maka acara baru akan dimulai jam 19.30 WIB atau kalau bisa lebih dari itu.&amp;nbsp; Padahal menurutku (lagi) jika janji ditentukan jam 19.00 WIB ya minimal sebelum jam itu kita sudah harus ada di tempat atau paling tidak datang tepat waktu.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena masalah &lt;em&gt;karet-mengaret&lt;/em&gt; ini cenderung sudah mendarah daging, maka orang sering kena amnesia&amp;nbsp;&amp;nbsp;dengan bersikap seolah-olah itu menjadi hal yang biasa2 saja.&amp;nbsp; Mereka lupa bahwa kecenderungan untuk &lt;em&gt;ngaret&lt;/em&gt; dengan sengaja ini, bisa jadi merugikan orang lain tanpa mereka sadari.&amp;nbsp; Tidak ada awareness dari dalam diri sendiri bahwa bukan hanya mereka (yang sengaja ngaret&amp;nbsp;) yang punya kepentingan, tapi ada orang lain yang sudah pasti juga punya kepentingan.&amp;nbsp; Orang yang suka &lt;em&gt;ngaret&lt;/em&gt; sering lupa bahwa mereka tidak hidup sendiri tapi hidup bersama orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya aku juga bukan orang yang &lt;em&gt;on time&lt;/em&gt; sangat.&amp;nbsp; Tapi aku selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain dengan datang di suatu acara minimal beberapa menit sebelum jam yang ditentukan.&amp;nbsp; Jika terpaksa sekali ada suatu keperluan yang tidak bisa ditunda maka selalu ada informasi dan konfirmasi bagi orang yang menunggu supaya mereka pun tidak menjadi sebal seperti aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya bagiku, kalau bisa datang tepat waktu mengapa harus memperlambat waktu?&amp;nbsp; Kalau bisa memulai suatu acara pada jam yang telah ditetapkan, mengapa harus mengulur-ulur jamnya?&amp;nbsp; Jika disiplin itu tidak dimulai dari diri sendiri bagaimana bisa meminta orang lain untuk berdisiplin?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Bagusnya aku tidak punya jam karet...jadi tidak terinspirasi untuk selalu ngaret di setiap waktu dan di setiap saat.....^^&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6008250378078105081?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6008250378078105081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6008250378078105081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6008250378078105081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6008250378078105081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/02/ngaret.html' title='Ngaret'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8421060689231103579</id><published>2010-02-03T12:09:00.002+07:00</published><updated>2010-02-03T13:06:36.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Selingkuh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;"Suamiku selingkuh!" seorang teman mengabarkan.  Pagi itu aku sedang mengecat kamar karena suamiku harus masuk kerja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ha???  Masak sih???" aku terpana.  Kubayangkan model suaminya yang serba perfect dan tipe setia setiap saat itu sedang menyelingkuhi seseorang.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Kamu pasti lebih tidak percaya jika kuberitahu siapa selingkuhannya itu!" ia menambahkan lagi dengan berapi-api.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ha??? Emang  siapa???" aku menghentikan sejenak acara cat-mengecat.  Mataku tertuju pada temanku dengan rasa penasaran.  Hampir aku terjengkang dari meja kecil yang kupakai sebagai pijakan  ketika temanku itu menyebutkan nama seorang sahabat yang notabene kukenal baik dan juga sangat ia kenal baik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ha??? Betul itu???" aku terbelalak lagi.  Sudah pasti dengan rasa tidak percaya bercampur geli.  Masak sahabat sebaik dia tega  bermain api dengan suami teman sendiri sih?.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi akhirnya mengalirlah cerita tentang perselingkuhan itu dengan lancarnya selancar air terjun Niagara yang tidak pernah berhenti mengalir.  Mulai dari kecurigaan2 kecil yang selama ini ditunjukkan oleh temanku itu sampai bukti paling otentik SMS2 mesra yang ia temukan di handphone suaminya terhadap sahabat selingkuhan tadi.  Kebaikan2 yang mula2 dianggap biasa2 saja pada saat sahabat tadi sering datang "&lt;em&gt;menyambangi&lt;/em&gt;" rumahnya sampai intensitas perhatian yang sering ia berikan kepada suaminya dengan sengaja maupun tidak sengaja. Bla....bla..bla.....dan seterusnya........dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sepanjang jalan cerita aku hanya mampu terbengong dengan mulut ternganga.  Bayangkan saja.  Ini adalah peristiwa langka yang kupikir tidak akan pernah dialami oleh temanku itu.  Betapa tidak?  Ia punya kehidupan yang lebih dari cukup dalam urusan materi.  Ia punya suami yang (kuanggap) mencintainya setulus hati tanpa embel-embel ini dan itu.  Ia punya anak yang meskipun hanya satu orang tapi cukup untuk menyemarakkan suasana rumah tangganya selama ini.  Bagiku temanku itu sungguh sempurna.  Ia punya segala-galanya.  Dan kupikir ia adalah wanita yang paling bahagia di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata oh ternyata......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Bisa jadi ia sedang puber kedua,"aku berusaha menghibur temanku itu.  Dalam hati aku sendiri tidak yakin apakah puber kedua itu sungguh ada.  Bukankah setiap perselingkuhan seringkali diembel-embeli dengan alasan puber kedua?  Bisa jadi itu memang alasan saja dari para pelaku perselingkuhan untuk membenarkan kelakuan buruknya.  Sungguh, terus terang aku tidak yakin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Kuterima kalau alasannya demikian.  Tapi bagaimana mungkin ia bisa selingkuh dengan teman sendiri?"ia menambahkan.  "Bisa jadi menurutnya aku sudah tidak cantik lagi.  Sudah tidak &lt;em&gt;bahenol&lt;/em&gt; lagi.  Tapi apakah dengan demikian ia bisa membuangku begitu saja?"setengah mengeluh ia bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya batallah acaraku untuk menyelesaikan mengecat kamar hari itu.  Sepanjang hari itu aku mencoba untuk menjadi seorang pendengar yang baik.  Berusaha untuk bersimpati dan berempati terhadap nasibnya.  Sampai ia pulang aku hanya bisa tercenung.  Masih dengan pemikiran yang sama atas kelakuan suaminya : tidak percaya!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Begitu mudahkan seseorang merusak komitmennya sendiri?  Komitmen yang dibangun berdasar atas pilihan sendiri dan keputusan sendiri?  Komitmen untuk saling mencintai, mendukung dan menghormati, dalam untung dan malang, dalam suka dan duka?  Bagaimana bisa sumpah setia sehidup semati itu dikotori dengan alasan klise yang tak seberapa berupa frase : puber kedua?  Tidakkah alasan itu adalah sebuah alasan yang (menurutku) mengada-ada?  Sebuah alasan yang dipakai senjata sebagai pembenaran diri.  Alangkah malangnya kalau begitu nasib mereka yang menjadi korban?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah bertahun-tahun....setelah berpuluh-puluh tahun.....mengapa baru ada kata ketidakcocokan?  Mengapa tidak ada keberanian untuk mengatakan &lt;strong&gt;TIDAK&lt;/strong&gt; sejak awal mula dulu?  Mengapa harus menjalani rasa "tidak bahagia" selama bertahun-tahun jika  bisa mencegahnya sejak awal?  Mengapa janji sakral di depan altar hanya menjadi seonggok kisah cinta tak berarti yang keindahan dan keagungannya dengan mudah dilupakan begitu saja?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku berdoa untuk temanku dan suaminya......untuk si sahabat dan suaminya juga....!  Semoga mereka bisa saling membagikan maaf untuk pasangannya.  Saling mengampuni.  Saling berekonsiliasi.  Saling memperbaiki diri.  Memulai untuk berkomitmen kembali dari awal.  Memulai memandang masa depan dengan secercah harapan baru.  Minimal mereka harus mulai memikirkan hal yang paling penting dalam hidup mereka yaitu anak-anak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti kataku dulu : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;menikah memang mudah.....yang susah adalah menjalaninya........!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;*  &lt;em&gt;yang dipersatukan Allah, jangan diceraikan oleh manusia&lt;/em&gt; *&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8421060689231103579?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8421060689231103579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8421060689231103579' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8421060689231103579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8421060689231103579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/02/selingkuh.html' title='Selingkuh'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8880284751425244298</id><published>2010-01-08T10:00:00.003+07:00</published><updated>2010-01-08T11:19:58.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Belajar Dari Anak-anak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Punya anak tiga yang semuanya tidak bisa duduk tenang seringkali membuatku darah tinggi dan tanpa sengaja &lt;em&gt;erosi jiwa&lt;/em&gt;. Selain mesti siaga satu setiap hari, rasa ini jadi nggak enak sendiri kalau setiap hari musti teriak2 supaya mereka tidak melakukan kegiatan yang "&lt;em&gt;nyrempet2&lt;/em&gt;" bahaya. Nggak enak sama tetangga maksudnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kegiatan yang &lt;em&gt;very&lt;/em&gt; &lt;em&gt;dangerous&lt;/em&gt; misalnya : loncat pager karena males cari kunci buat buka gembok pager.....cabut pasang colokan listrik karena penasaran kenapa kipas angin bisa muter dan komputer bisa mati hidup.......naik turun dan sesekali lompat dari meja belajar.....serta main pukul dan tendang ala kura2 ninja jika lagi berantem. Waduh...pokoknya sebagai ibu aku harus rajin bersitegang urat leher dengan mereka kalau tidak ingin ada jatuh korban.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belum selesai dengan urusan dua orang balita hiperaktif itu, masih harus menghadapi si sulung yang serba cuek tapi banyak kali pertanyaannya. Itu kalau nggak ada PR. Kalau ada PR lebih berat lagi my job....mesti belajar lagi pelajaran anak SD jaman sekarang yang sepertinya tambah sulit dan rumit itu, supaya si sulungku mau dan termotivasi untuk belajar. Kalau tidak ditemani sudah pasti ia lebih suka nongkrongin tivi daripada belajar. Pas giliran ada pertanyaan emaknya yang dibikin kalang kabut menjawab (contoh : waktu nonton berita ada kata "otopsi"...ditanyalah apa artinya....dan mau nggak mau....bla...bla....terpaksa aku harus menjelaskan panjang lebar arti kata otopsi...pusing...pusing....:)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun memusingkan, tapi aku banyak belajar dari anak2. Mereka yang mengajari aku bagaimana "seharusnya" menikmati hidup. Bermain, tertawa, menangis, tersenyum, berantem, memaafkan, mengampuni, bergembira, menangis lagi....etc...etc....! Bagi mereka, seolah-olah semua terasa mudah. Terasa &lt;em&gt;enteng&lt;/em&gt;. Bahwa dunia ini indah jika setiap orang mau dan mudah untuk memaafkan. Bahwa hidup itu menyenangkan jika masing2 orang mau menerima perbedaan. Tidak ada dendam, Tidak ada permusuhan. Yang lalu biarlah berlalu. It was the past.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimanapun juga aku bersyukur karena boleh menjadi ibu dari anak2 yang tidak bisa duduk tenang. Karena terasa betapa menyakitkannya ketika ada di antara mereka yang jatuh sakit dan suasana berubah menjadi muram. Sepi dan tidak ada teriakan2 nakal. Pada akhirnya aku lebih suka melihat rumahku seperti kapal pecah tapi penghuninya cerah ceria daripada rumah bersih tertata rapi tapi berisi anak2 yang tertekan dan serba ketakutan di rumah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata pepatah, buah tak jauh dari pohonnya, barangkali itu betul adanya. Karena jujur kuakui, masa kanak2ku lebih "parah" daripada anak2ku sekarang ini. Tetapi fakta membuktikan, anak2 yg energinya terlalu berlebih, biasanya lebih bisa survive dalam menghadapi hidup yang tak lagi ramah ini. Itu katanya sih (kataku maksudnya....^=^).  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai ibu yang baik, "&lt;em&gt;I'll do the best as a mother&lt;/em&gt;.....walaupun syusyah, Buk!"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8880284751425244298?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8880284751425244298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8880284751425244298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8880284751425244298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8880284751425244298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-anak-anak.html' title='Belajar Dari Anak-anak'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2142048891383754202</id><published>2009-12-28T11:54:00.006+07:00</published><updated>2009-12-28T16:09:19.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>26 Desember</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;26 Desember &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bisa jadi adalah tanggal yang biasa2 saja bagi sebagian orang. Tapi menjadi tanggal yang tidak biasa2 saja bagiku. Selain berdekatan dengan hari Natal, tanggal 26 Desember menjadi tanggal yang amat istimewa karena pada tanggal itu aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajangku. Bagiku ini adalah suatu keputusan yang amat sangat penting karena di sanalah masa depanku dipertaruhkan. Masa depan yang akan kujalani bersama orang yang disebut "belahan jiwa" seumur hidup dan sampai selama-lamanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;26 Desember 1999&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Desember menjadi hari2 yang penuh dengan taburan bulir2 hujan. Hampir setiap hari hujan turun dan tidak bisa diajak kompromi sedikitpun. Bukan karena ada &lt;em&gt;something wrong&lt;/em&gt; kalau aku "&lt;em&gt;kekeuh&lt;/em&gt;" untuk menikah di hari Minggu, tanggal 26 Desember 1999. Selain karena kesempatan cuti dari kantor yang sangat terbatas, hari itu adalah hari baik (menurutku) karena jatuh pada hari Minggu, bertepatan dengan pesta Keluarga Kudus menurut kalender liturgi gereja saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meskipun pada awalnya penentuan tanggal tersebut membuat keluarga besar kedua belah pihak geleng2 kepala karena tanpa melalui kompromi terlebih dahulu dengan para sesepuh mengenai penentuan tanggal dan hari baik menurut mereka, toh akhirnya semua bisa dilaksanakan dengan senang hati meskipun dibumbui dengan sedikit keterpaksaan. Senang karena ada anggota keluarga yang mau menikah, terpaksa karena hari itu jatuh pada hari di mana sebagian saudara masih menjalani masa puasa menjelang hari raya Idul Fitri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku ingat setelah menyelesaikan segala macam urusan administrasi antar pulau, baik secara gerejani maupun pemerintah, maka segala pernak-pernik urusan pernikahan akhirnya bisa kami selesaikan berdua. Memang tidak sempurna, tapi sedikit demi sedikit, berkat bantuan berbagai pihak, segala permasalahan mengenai detil2 pernikahan bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, tanpa harus merepotkan terlalu banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Romo paroki yang sedianya tidak mau memberikan pemberkatan pada hari Minggu, apalagi masih dalam suasana Natal, akhirnya luluh juga mendengar rayuan, yang sudah jelas bukan gombal, dari wajahku yang memelas kala itu. Akhirnya dikirimkannya satu orang romo untuk memberikan sakramen perkawinan, dengan catatan menikahnya tidak bisa di gereja paroki tapi di kapel kecil dekat rumahku (Sip! Memang itu adalah mimpiku sejak lama. Jika aku menikah aku mau menikah di kapel dekat rumah, di kampung di mana banyak sahabat dan teman2 masa kecilku tinggal).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, dari urusan menghias gereja sampai urusan koor menjadi sesuatu yang tidak terlalu rumit dan sulit meskipun aku tinggal di luar Jawa. Tinggal mengontak salah seorang sahabat lama yang kebetulan jadi pengurus lingkungan maka koor "&lt;em&gt;dadakan"&lt;/em&gt; yang notabene penyanyinya adalah adik2 yang dulu pernah jadi murid2ku sekolah minggu bisa terlaksana. Beberapa lagu favorit dan buku panduan untuk misa sudah kukirim beberapa hari sebelumnya. Petugas liturginya adalah teman2 lama yang dengan senang hati membantu tanpa diminta. Dekorasi gereja tidak perlu menambah terlalu banyak karena masih menyisakan segala macam hiasan natal berikut miniatur gua dan kandang dombanya. Tinggal menambah beberapa rangkaian bunga hidup dan jadilah kapel kecil di kampungku menjadi suatu tempat untuk pesta pernikahan yang meriah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ditemani gerimis yang tidak kunjung habis, ditambah kehadiran beberapa sahabat dekat yang tinggalnya tidak dekat yaitu di luar kota, menambah semarak pesta pernikahanku. Kehadiran teman2 masa kecil yang diam2 menertawakan dandananku hari itu yang mirip putri keraton, dan dengan terang2an mengomentari gayaku yang harus berjalan pelan2 (sangat pelan malah) karena mengenakan jarit dan kebaya, membuatku harus menahan pipis sekaligus menahan tawa untuk menghindari make up yang bisa jadi rusak kalau dipakai &lt;em&gt;cengengesan&lt;/em&gt; terlalu lama. Semua seolah tidak percaya bahwa akhirnya aku bisa menikah. Pandangan keheranan sekaligus meragukan muncul dari sahabat2 masa kecilku. Bagaimana mungkin ada mahkluk berjenis kelamin laki2 yang mau menikah dengan perempuan seperti ini? Nggak bisa dandan, nggak bisa masak, nggak bisa bergaya, dan yang parah lagi, nggak punya rok kecuali seragam sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Itu sepuluh tahun yang lalu. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tahun ini adalah tahun ke-10 perjalanan rumah tangga kami. Tahun penuh berkat. Tahun penuh pelajaran berharga. Kadang pahit, kadang manis. Tahun di mana ikatan perasaan sebagai suami istri semakin erat dan dekat. Rasanya masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Kedekatan kami lebih merupakan kedekatan seorang teman, seorang sahabat, daripada kedekatan sepasang suami istri. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang sahabat akan rela melakukan apa saja untuk sahabat yang dicintainya. Seorang sahabat akan selalu ada di saat suka maupun duka. Seorang sahabat adalah mercuar di mana engkau bisa menemukan jalan pulang ketika mesti berjalan di kegelapan. Seorang sahabat adalah kepada siapa engkau bisa menyenderkan bebanmu di bahunya ketika sedang membutuhkan penghiburan. Seorang sahabat adalah lilin yang sewaktu-waktu bisa ditemukan ketika mati lampu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bagiku, belahan jiwaku adalah sahabatku dan akan tetap menjadi sahabatku untuk selama-lamanya, seumur hidupku.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2142048891383754202?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2142048891383754202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2142048891383754202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2142048891383754202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2142048891383754202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/12/26-desember.html' title='26 Desember'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1751703822628556588</id><published>2009-12-15T12:30:00.008+07:00</published><updated>2009-12-15T15:02:47.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Jodoh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Aku sebenarnya bukan pakar perjodohan, apalagi pakar percintaan. Wajahku pun tidak mirip dengan Meike Rose yang (katanya) ahli perjodohan itu. Tapi anehnya, kok ya ada saja para single (man/woman) yang suka curhat dan berkonsultasi masalah jodohnya kepadaku. Ini sungguh bertentangan dengan my motto bahwa &lt;em&gt;jodoh itu di tangan Tuhan, bukan di tangan hansip, apalagi satpam, dan juga bukan di tangan para pakar perjodohan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dulu, sewaktu masih muda belia (sekarang dah nenek2 kale), ada rasa senang yang tidak tersembunyikan apabila melihat ada seorang pemuda tampan berpacaran dengan pemudi cantik dan sebaliknya. Padahal mereka tidak ada hubungannya denganku. Tapi anehnya aku ikutan senang. Pokoknya hanya ada rasa senang waktu melihat mereka. Sepertinya Tuhan sungguh mengerti tentang seni keindahan. Buktinya, yang ganteng rupawan dipasangkan dengan yang cantik jelita dan sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pas giliran melihat cowok ganteng atau cewek cantik mendapatkan pasangan yang nggak "karuan" bentuknya, aku ikutan sewot dan (diam2) ikutan mendikte-dikte Tuhan. Walah, Tuhan ini gimana sih, masak cowok kayak gitu dipasangin dengan cewek secantik itu ? Atau, masak cowok sekeren itu dapetnya hanya cewek kayak gitu doang? Pokoknya akan ada banyak kalimat berderet-deret yang menjelaskan definisi seperti apa seharusnya yang musti dipakai patokan oleh Tuhan dalam menentukan pasangan seseorang. Biasanya beberapa teman dekat akan mendengarkan celotehanku yang nggak ada habisnya dari A sampai Z dengan terdiam seribu bahasa. Bingung mau menyampaikan sanggahan apa lagi untuk penjelasanku yang sungguh panjang lebar sampai2 tidak bisa disanggah itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah dewasa, pengalaman mengubah cara pandangku yang norak tersebut seratus delapan puluh derajat. Ternyata seiring berjalannya waktu, tidak semua yang tampilan luarnya "bagus" itu juga bagus secara keseluruhan. Dalam arti sampai ke dalam2nya juga bagus. Dan tidak semua yang bungkusan luarnya "tidak bagus" itu tidak bagus pula isi dalamnya. Tidak. Bagus dan tidak bagus hanyalah sekedar pembungkus. Sekedar hiasan. Di atas semua itu, &lt;strong&gt;sifat&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;karakter&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;kepribadian&lt;/strong&gt; seseorang kurasa lebih penting dan lebih utama daripada hanya sekedar tampilan luar semata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengingat cara pandangku yang telah berubah, tidak aneh jika sampai hari ini aku masih terheran-heran, jika ada seseorang yang ingin mendapat jodoh, tapi cara pandangnya masihlah cara pandang jadul yang dulu pernah kupakai. Sebut saja seperti berikut ini :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Gimana ya, Bun, supaya dapat jodoh yang seganteng Bradd Pitt tanpa harus secantik Angelina Jolie?"&lt;/em&gt; - Yang ngomong ini nggak pernah ngaca atau memang nggak punya kaca di rumah. Jangankan Brad Pitt, yang bukan Bradd Pitt pun mungkin akan pikir panjang untuk jadi pasangannya kalau melihat omongannya yang mirip air selokan. Bau dan nggak mutu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Gimana, Bun, bisa nggak ya aku dapat suami yang tajir dan sayang sama aku?"&lt;/em&gt; - Bisa sih bisa, cuman ada nggak calon suami tajir yang mau sama perempuan sok cantik, sok pinter dan sok punya inner beauty? Yang namanya "sok" itu sudah pasti bukan betulan. Hanya rekayasa. Dibuat-buat. Aslinya sih berbalik seratus persen dengan gambarannya. Pas ketahuan belangnya dah pasti jodohnya akan kabur entah kemana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Bunda, gimana caranya dapat jodoh...ya....yang biarpun ganteng tapi kaya gitu....!"&lt;/em&gt; - Waks! seperti ini nih kalau terlalu lama njomblo.....siang2 jadinya ngigau. Tapi aku suka banget dengan idenya ^^.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Aku pengin punya pasangan hidup yang ideal, Bunda. Yang selevel sama aku. Kan malu kalau dapat jodoh nggak selevel!"&lt;/em&gt; - Lha kok seperti main games online saja. Pakai level2an segala macem. Untuk masalah level2 gini hanya masalah perjuangan dan doa saja. Jadi harus sabar dan tetap berusaha. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, aku hanya sekedar memberikan saran dan pendapat. Tidak harus dituruti. Tidak harus diikuti. Temukanlah jodohmu sesuai dengan kata hatimu. Jika bukan kamu yang menemukannya, ia yang akan menemukanmu. Hati lebih bisa berbicara jujur. Sekiranya Tuhan memberikanmu jodoh yang tampan atau cantik sesuai harapanmu, anggaplah itu sebagai bonus. Karena hanya Dia yang tahu siapa dan seperti apa jodohmu nantinya. Bukan masalah gampang atau tidaknya dapat jodoh, tapi lebih kepada bisa atau tidaknya menjalani hidup bersama dengan sang jodoh.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saran teranyar, bagi yang masih penasaran dalam mencari dan nggak dapat2, boleh dicoba tuh ikutan kontes di Indosiar. Who knows gitu loh? Berdasarkan pengamatan "bungkusan" tidak mutlak menentukan kok. Hanya mereka yang serius mencari akan mendapatkan yang terbaik. Once again, who knows gitu loh....?! Selamat berjuang dan good luck ^^&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1751703822628556588?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1751703822628556588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1751703822628556588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1751703822628556588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1751703822628556588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/12/jodoh.html' title='Jodoh'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-529149439049214932</id><published>2009-12-07T14:11:00.006+07:00</published><updated>2009-12-09T12:40:48.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Rumah paling pojok</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Rumah itu terlihat biasa2 saja. Bercat merah muda dan berpagar campur sari hijau dan merah. Terletak paling pojok dengan sebatang pohon beringin tumbuh di samping halaman. Di halaman depan tumbuh sebatang pohon jambu yang sebagian batangnya harus ditebang karena terkontaminasi dengan ulat bulu yang kalau kebetulan nempel di kulit menimbulkan rasa panas dan gatal luar biasa. Hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari jalan raya. Dan kurang lebih 20 meter dari pasar rakyat yang selalu sibuk dari pagi sampai paginya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pohon beringin di samping halaman itu memang tidak sebesar pohon beringin yang lain. Hanya saja untuk ukuran rumah tipe 21/90, daunnya yang rindang cukup berguna untuk menahan debu beterbangan yang berasal dari tepian jalan. Pohon beringin yang tidak sempat dipindahkan ke tanah yang lebih lapang dan tiba-tiba saja sudah hampir setinggi atap rumah. (Lumayanlah untuk nakut-nakutin orang lewat karena katanya pohon beringin selalu menimbulkan sensasi angker bagi sebagian orang. Katanya sih ada "penghuninya". Jadi tidak perlu sewa satpam sudah ada yang jagain rumah...hehehe.....)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di rumah yang biasa2 saja itu hidup seorang ayah, seorang ibu, dan tiga anak hiperaktif yang selalu mau tahu. Si Ayah adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta dan si ibu juga demikian adanya. Anak-anak hampir separuh hari bersama pengasuh dan separuh hari menghabiskan waktu bersama ayah dan ibu. Anehnya biarpun setiap hari ditinggal pergi, mereka tetap menjadi anak ayah dan ibu, tidak pernah menjadi anak pembantu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tahun ini adalah tahun ke-10 rumah itu berdiri. Dalam masa sepuluh tahun itu, ada banyak lukisan yang bisa dikumpulkan dan dirangkai satu-persatu menjadi sebuah jalinan cerita panjang. Sebuah cerita bagaimana menjadikan hidup ini indah meskipun dijalani dalam sebuah rumah yang biasa-biasa saja. Sebuah cerita bagaimana Tuhan selalu menjadi juri dan hakim yang agung dalam menyelesaikan silang sengketa di dalam rumah. Sebuah cerita tentang pengorbanan, doa dan pengharapan yang tak kunjung putus untuk saling menguatkan di dalam mengarungi samudra raya yang setiap saat bisa menenggelamkan penghuninya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rumah itu memang biasa2 saja. Tapi di dalamnya hidup manusia2 yang (kuharap) luar biasa. Manusia2 yang tidak pernah lelah untuk belajar. Belajar untuk menjalani hidup. Belajar untuk menerima hidup. Belajar untuk menangis dan tertawa sesuai porsinya. Belajar untuk memandang orang lain dengan tatapan istimewa. Tidak ada yang berlebihan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada yang dimanipulasi. Semua guratan dan warna telah digoreskan sesuai dengan yang seharusnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rumah bercat merah muda berpagar hijau merah. Menjadi surga dunia bagi penghuninya. Di dalamnya memang tidak terdapat emas dan permata. Tapi setiap orang yang lewat di depannya akan selalu menolehkan wajah, rindu untuk mampir atau sekedar menyapa penghuninya. Dalam usianya yang menginjak hampir sepuluh tahun, kuharap rumah itu akan semakin kuat dan kokoh, mampu menyinarkan cinta dan pengharapan bagi banyak orang. Amin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;* menjelang 26 Desember&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-529149439049214932?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/529149439049214932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=529149439049214932' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/529149439049214932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/529149439049214932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/12/rumah-paling-pojok.html' title='Rumah paling pojok'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4509128823625638289</id><published>2009-11-17T15:57:00.005+07:00</published><updated>2010-09-17T10:23:58.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Kecanduan Kopi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya, kalau ditilik dari sejarahnya aku bukanlah pecandu kopi. Aku hanyalah korban dari para pecandu kopi sejati, yang sejauh ini (kuharap) baik2 saja keadaannya, biarpun sudah bertahun-tahun jadi pecandu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bertahun yang lalu aku masihlah seorang lajang, yang hobinya minum air putih. Bergelas-gelas air putih bisa kuhabiskan dalam satu hari. Maklum saja, aku alergi minum teh, susu, apalagi kopi. Jadi sebenarnya selain mengajarkan hidup sehat, secara tidak langsung juga mengajarkan aku untuk hidup berhemat karena untuk minum teh, susu atau kopi, perlu anggaran devisa yang secara tidak langsung memang harus disediakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masalah timbul setelah aku sering &lt;em&gt;sowan&lt;/em&gt; (Jawa=berkunjung) ke salah satu biara yang tidak terkenal di salah satu kota di Jawa Barat. Namanya saja area tinggal para lajang sejati, maka jika libur tiba, kegiatannya pun tidak jauh2 dari yang namanya aktifitas yang berbau kelaki-lakian. Main volley, basket, berkebun, tenis meja, sampai mandiin anjing seminari. Dan ujung2nya tiba pada saat yang telah dinanti-nantikan, yaitu &lt;em&gt;coffee time&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai salah satu tamu kehormatan (walah....^^), para penghuni seminari tersebut dengan penuh sopan santun akan menawari diriku untuk ikutan menikmati acara &lt;em&gt;coffee tim&lt;/em&gt;e tersebut. Sebenarnya sih ada dua pilihan, teh atau kopi. Tapi melihat bagaimana ekspresi para calon pastor itu dalam meneguk kopinya, membuatku &lt;em&gt;ngiler&lt;/em&gt; untuk ikut-ikutan mencoba. Pertama secangkir kecil. Berikutnya, pada kunjungan selanjutnya, naik peringkat ke cangkir sedang. Berikutnya lagi aku sudah punya gelas favorit sendiri, di mana aku bisa membuat kopi sesuai porsi yang kuinginkan. Lama2 hidupku sudah tidak jauh2 lagi dari yang namanya ngopi tiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa teman suka nyelutuk, "&lt;em&gt;Wes ireng, senengane ngopi, tambah peteng&lt;/em&gt;" (Jawa = udah item, sukanya ngopi, tambah gelap). Biasanya aku cengengesan saja. Lha gimana lagi. Yang namanya &lt;em&gt;nyandu&lt;/em&gt; itu ya tiap hari. Kalau tiap bulan namanya &lt;em&gt;ngopi months&lt;/em&gt;. Kayak orang gajian, hanya sebulan sekali. Kalau tiap hari gajian namanya nodong suami...hehehe.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dipikir-pikir, sebenarnya ngopi tiap hari nggak ada untungnya. Udah bikin aku tambah gosong (betul nggak ya?), bikin gigiku jadi nggak kinclong lagi. Dulu, kalau ketemu orang lain, tanpa malu2 aku akan memamerkan gigi yang tak seberapa ini. Sekarang setiap ada yang ngajak senyum, aku hanya bisa senyum dikulum saja, macam orang lagi makan permen (meskipun sebenarnya lebih mirip orang sakit gigi).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata orang, kalau ngantuk ngopi dulu. Itu teorinya. Faktanya, biarpun minum segalon kopi, aku kalau ngantuk ya tetep ngantuk, nggak ngaruh sama kopi yang sudah kuminum. Jadi, mau diterusin apa tidak ya acara nyandu kopi ini? Daripada nyandu narkoba atau shabu2? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4509128823625638289?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4509128823625638289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4509128823625638289' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4509128823625638289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4509128823625638289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/11/kecanduan-kopi.html' title='Kecanduan Kopi'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-9130183074233943154</id><published>2009-10-29T14:58:00.004+07:00</published><updated>2010-09-17T10:24:54.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Dua Tipe Sopir Angkot Langgananku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dua minggu ini sopir angkot yang angkotnya biasa kunaiki, ganti dengan sopir pengganti. Kalau nggak salah, si Tommy, sopir yang lama lagi pulang kampung untuk suatu keperluan penting di kampungnya. Jadilah seorang temannya diminta menggantikan tugasnya selama dia nggak ada, dengan maksud supaya tidak kehilangan &lt;em&gt;good customer&lt;/em&gt;, contohnya yang kayak aku ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam tempo beberapa hari saja aku sudah bisa menilai, bahwa dua orang ini, yang sama2 sopir angkot, ternyata punya dua kemampuan yang jauh sekali berbeda. Yang satu, si Tommy, sopir lama, punya daya tarik untuk jadi marketer yang jempolan. Pagi-pagi dia sudah ngetem depan rumahku, terus pakai acara jemput bola ke beberapa penumpang yang lainnya. Para penumpang ini sebelumnya sudah diincarnya dan sudah dipelajari kebiasaannya. Kerja di perusahaan apa, nunggu angkot tiap pagi di mana, masuk kerja kira2 jam berapa. Selanjutnya ia tinggal "ambil" penumpang "langganan" ini tanpa harus mencari-cari penumpang lain lagi. Yang aku salut ia punya kemampuan untuk menghafal dengan cepat, di mana harus menurunkan masing2 penumpang sesuai dengan rute dan tujuannya. Kita nggak perlu teriak "pinggir...pinggir.....!" ia sudah hafal di luar kepala.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senangnya lagi naik angkot si Tommy adalah, mobil selalu bersih, wangi, dan full musik. Musiknya keren2 lagi. Selain itu pasti tersedia koran pagi terbaru hari itu. Meskipun seringkali angkotnya ngebut, tapi ngebutnya nggak mirip preman pinggir jalan itu. Ngebutnya aluuuss......nggak bikin jantung loncat2. Dan yang penting lagi, sopirnya selalu wangi setiap kali jemput penumpang (nampak kali kalo abis mandi gitu loh.....!). Penumpang senang karena bisa masuk kerja tepat waktu sementara si sopir senang karena secara nggak langsung punya pelanggan tetap. Jadi nggak perlu repot2 lagi ngetem nunggu dan cari2 penumpang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cilakanya sang sopir pengganti selama si Tommy pergi, bukan tipe marketer yang baik. Dilihat dari tampangnya yang "&lt;em&gt;aras-arasen" (boso jowo = males2an)&lt;/em&gt;, sudah bisa ditebak tipe seperti apa dia itu. Kalau nggak kepagian jemput, ya kesiangan. Penumpang yang biasanya naik angkotnya jadi dilema. Ditunggu takutnya nggak datang, nggak ditunggu takutnya dia pula yang nunggu kita. Pernah dalam beberapa hari aku telat karena nunggu angkot yang nggak dateng2. Ujung2nya aku harus naik angkot lain, meskipun untuk itu harus nyambung naik ojek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Besoknya lagi, kurasa mobil sudah tidak wangi seperti biasanya. Mungkin terkontaminasi dengan sopirnya yang bau dan acak2an. Sudah gitu aku lihat dia pun juga secara acak saja ambil penumpang. Bukan penumpang seperti biasanya, tapi asal ngetem dan mendapatkan penumpang. Tidak peduli bahwa gerombolan penumpang itu bukanlah satu arah lagi. Yang penting dapat penumpang. Jadi kalau biasanya aku sampai kantor pagi, dengan jam yang sama berangkat dari rumah, aku bisa sampai kantor lewat beberapa menit. &lt;em&gt;Payoyeh&lt;/em&gt; kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari dua tipe sopir di atas aku bisa menyimpulkan, bahwa biarpun hanya sopir angkot, penampilan atau bahasa kerennya &lt;em&gt;performance&lt;/em&gt; itu penting. Dengan sikap yang ramah, sopan dan "mengerti" kebutuhan penumpang, maka pendapatan yang diperoleh akan berbeda dengan sopir yang penampilannya acak2an, bau lagi. Kalau sopir angkot saja perlu menjaga image, apalagi aku? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Paling tidak aku bisa belajar satu hal : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jangan pernah lelah untuk memperbaiki penampilan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Tidak perlu menor, tidak perlu terlalu keren. Yang penting rapi, bersih, wangi dan enak untuk dilihat. Jangan lupa pasang senyum termanis yang kita punya. Keuntungannya, sopir angkot jadi terhibur melihat wajah kita, dan dengan sukarela akan mengantar kita sampai depan tempat kerja. Beneran loh ini....nggak bo'ong.....^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-9130183074233943154?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/9130183074233943154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=9130183074233943154' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9130183074233943154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/9130183074233943154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/10/dua-tipe-sopir-angkot-langgananku.html' title='Dua Tipe Sopir Angkot Langgananku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5189178240287513746</id><published>2009-10-23T12:25:00.004+07:00</published><updated>2009-10-26T11:03:01.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Karna Hanya Kau Berarti Bagiku</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Judul di atas adalah penggalan sebuah lagu berjudul : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ada Dunia Baru&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang dulu dengan semangat empat lima kupilih sebagai salah satu lagu favorit dalam upacara pernikahanku. Lagunya manis, romantis dan tidak agamis (&lt;em&gt;berbau religius&lt;/em&gt;). Tapi menurutku, kata demi kata, kalimat demi kalimat, sungguh sangat menyentuh dan sangat terasa kebenarannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ada dunia baru, negeri harapan,&lt;br /&gt;Ku kan sampai di sana, bila kau membimbingku,&lt;br /&gt;Kuharapkan selalu kau ada di sampingku,&lt;br /&gt;Kar' na hanya kau berarti bagiku.......&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi setiap insan ada pasangannya,&lt;br /&gt;Dan sudah kuputuskan, kau lah teman hidupku,&lt;br /&gt;Meski ku jelajah dunia, sampai akhir hayatku,&lt;br /&gt;Namun hanya kau berarti bagiku......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jalannya masih jauh, dampingilah aku,....&lt;br /&gt;Bila topan menderu, jadilah kau panduku,&lt;br /&gt;Melimpahnya harta, apalah artinya,&lt;br /&gt;Mungkin besok hilang lagi, dan aku tak perduli,&lt;br /&gt;Tapi bila hilang cintamu, patahlah semangatku....&lt;br /&gt;Karna hanya kau berarti bagiku,........&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yap, bisa jadi siapapun yang menciptakan lagu itu berharap, supaya setiap pasangan yang pada akhirnya berani mengucapkan janji setia di depan altar, bisa setia kepada sumpah dan janji yang telah diucapkan di depan Tuhan dan di depan seluruh umat undangan (sebagai saksi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang, setiap menyanyikan lagu itu, selalu saja selarik tanya berdenging di kepalaku, &lt;strong&gt;a&lt;em&gt;pa betul engkau sungguh berarti bagiku?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Dan segera semua bayangan sifat buruk yang ada pada pasanganku berjubel-jubel memenuhi batok kepalaku. Menutupi semua bayangan kebaikan yang sudah dibagikan dan dijalani bersamaku selama ini (Segala &lt;em&gt;harapan seperti yang tercantum dalam lagu, hilang begitu saja, menguap entah kemana&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bisa jadi saat ini pasangan hidupku juga tengah mendengungkan pertanyaan yang sama, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;apa betul aku sungguh berarti baginya?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Bisa jadi ada penyesalan menikah dengan "nenek bawel" seperti aku ini. Keras kepala, nggak mau kalah, sok ngatur, dan segala macam keburukan lainnya. Bisa jadi dia lupa, bahwa dulu segala kebaikan dalam diriku, menjadi semangat untuk menjalin satu komitmen dalam sebuah hubungan yang diberkati Tuhan (&lt;em&gt;betul2 apa yang tercantum dalam syair lagu itu sungguh tidak masuk akal untuk dilaksanakan&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Baru kusadari bahwa lagu tersebut membawa konsekuensi berat bagi pasangan yang baru menikah, pasangan dengan usia pernikahan masih balita, atau bahkan bagi pasangan yang sudah menikah sejak lama. Bagaimana mungkin kita percaya kepada pasangan kita sedemikian rupa, sementara belum tentu pasangan kita percaya kepada kita sedemikian rupa? Bagaimana mungkin kita mencintai pasangan kita sedemikian rupa sementara pasangan kita belum tentu mencintai kita sedemikian rupa? Bukankah harus ada timbal balik yang seimbang dalam mempercayai dan mencintai pasangan?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menikah memang mudah. Yang sulit adalah menjalaninya. Jika setiap orang yang menikah percaya, bahwa Tuhan sendiri yang telah memilih pasangan hidupnya, aku rasa tidak akan ada yang namanya perceraian, seperti yang selalu digembar-gemborkan dan dibangga-banggakan oleh sebagian kalangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, semua tidak akan ada artinya jika setiap pasangan tidak bisa mempertahankan adanya cinta dalam rumah tangga. Apalah arti jabatan, pangkat, kemasyuran, dan segala kenikmatan duniawi jika harus kehilangan cinta di dalam sebuah biduk rumah tangga? Apalah artinya kesuksesan, jika hanya diukur dari kemewahan duniawi semata? Apalah artinya pencapaian karir tertinggi dalam sebuah pekerjaan jika mesti kehilangan tawa dan senyuman orang2 tercinta?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan bertahan untuk saling mencintai, aku yakin apa yang tercantum dalam syair lagu di atas, bisa sungguh terlaksana dalam perjalanan hidup yang sesungguhnya. Jalannya masih jauh...! Ini baru suatu permulaan. Baru langkah awal dari sebuah peziarahan panjang. Akan ada banyak tantangan. Akan ada banyak onak dan duri. Hanya dengan kekuatan cinta semua akan bisa ditaklukkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tapi bila hilang cintamu, patahlah semangatku, karna hanya kau berarti bagiku.......&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;* Try to reach the best love in your life....!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5189178240287513746?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5189178240287513746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5189178240287513746' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5189178240287513746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5189178240287513746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/10/karna-hanya-kau-berarti-bagiku.html' title='Karna Hanya Kau Berarti Bagiku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1656420534744874924</id><published>2009-10-08T12:39:00.005+07:00</published><updated>2009-10-08T16:17:33.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Belajar Berkomitmen</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hampir sepuluh tahun.  Dan rasanya  seperti baru kemarin  aku memutuskan untuk mengatakan "iya".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertama kali diajak &lt;em&gt;married&lt;/em&gt;, aku 1000% ragu.  Nggak yakin pada diri sendiri.  Nggak yakin pada pasangan.  Nggak yakin bahwa semua akan berjalan baik2 saja.  Nggak yakin bahwa dua orang yang sungguh amat sangat berbeda akan bisa hidup bersama, sehati sejiwa, sehidup semati.  Bayangan2 mengerikan adanya KDRT dalam rumah tangga atau &lt;em&gt;penindasan terselubung&lt;/em&gt; antar pasangan membuatku gamang untuk mengambil keputusan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terbayang di benakku betapa sedih dan tragisnya nasib beberapa sahabat yang terpaksa harus kehilangan kebahagiaan dan keceriaan dalam hidup ketika memutuskan untuk menikah.  Terpatri dalam ingatan betapa ternyata keindahan dan kata2 manis saat pacaran, bukanlah suatu jaminan akan tercipta suatu relasi yang indah  saat sampai di gerbang pernikahan.  Semua itu begitu melekat dalam relung jiwa dan membuatku berpikir ribuan kali sebelum mengatakan iya.  Kegamangan dan ketakutan itu, begitu erat membelenggu hidupku.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bertahun kemudian, ketika Tuhan menghadiahkan padaku, seorang malaikat yang biasa2 saja.  Bukan si Mikael yang berani mati.  Atau Gabriel yang tingkat religiusnya tinggi.  Bukan juga Rafael yang kadar intelektualitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi.  Bisa jadi ia adalah malaikat tanpa nama.  Tapi pada malaikat yang biasa2 saja itu, akhirnya kuberanikan diri untuk menggantungkan asa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hampir sepuluh tahun.  Dan seperti baru kemarin aku mengatakan "iya".  Kepada malaikat yang biasa2 saja itu aku patut berterima kasih.  Karena bersama dia aku bisa menimba banyak hal.  Saat2 pahit, saat2 manis.  Saat2 sedih, saat2 penuh gelak tawa.  Semua terangkum dalam satu rangkaian ikatan manis yang kami sebut &lt;strong&gt;Komitmen&lt;/strong&gt;.   Dengan belajar berkomitmen, kami belajar untuk menjadikan dua manusia yang berbeda, menjadi satu kesatuan yang indah.  Tanpa harus mengubah sifat, tanpa harus berubah gaya.  Aku adalah aku dan dia akan tetap menjadi dia yang kukenal dulu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belajar berkomitmen, memang tidak mudah.  Lebih  mudah lagi adalah melanggar komitmen dan merusakkannya.  Tapi selagi masih bernafas dan berjalan di kehidupan nyata, tidak ada salahnya untuk senantiasa belajar dan belajar.  Sehingga dari dulu dan akhir nanti, pasangan hidupku, akan menjadi satu2nya yang terbaik bagiku.  Tidak ada yang lain.....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi orang yang percaya.....segala sesuatu akan menjadi indah pada waktunya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menikah itu mudah.  Yang tidak mudah adalah menjalaninya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1656420534744874924?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1656420534744874924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1656420534744874924' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1656420534744874924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1656420534744874924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/10/belajar-berkomitmen.html' title='Belajar Berkomitmen'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4806542347958272587</id><published>2009-09-29T12:11:00.005+07:00</published><updated>2010-09-17T10:25:43.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Miskin Inspirasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari ini otakku macet. Tak ada ide. Tak ada sepercik cahaya bersinar "thuing" di kepalaku. Semuanya &lt;em&gt;blank&lt;/em&gt;. Kalau biasanya otakku dipenuhi dengan banyak kalimat berderet-deret untuk dipadu-padankan sekarang ini hasilnya nihil. Jangankan berderet-deret, satu deret pun susah sekali mikirnya. Nggak tahu ya, mungkin ini imbas dari liburan yang nggak komplit. Maksudnya pas liburan anak-anak malah huk huk huk huk karena batuk dan hidung meler karena pilek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kucoba untuk buka link Yuk Nulis punya Lini. Siapa tahu ada yang bisa memberiku inspirasi. Nihil. Kubuka link cerbung di femina on line. Sama saja. Malah membuat mataku sakit karena kebanyakan membaca dari komputer. Kuulang membaca novelnya si Welly. Membuatku kembali sesak nafas karena terlalu penghayatan dalam membaca (isinya keren.....jadi sayang kalau nggak diseriusi membacanya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap pergi pulang kerja kupelototi sepanjang jalan. Siapa tahu aku bertemu ide di sana. Ternyata tidak juga. Yang namanya ide menguap entah kemana. Yang namanya inspirasi hanya sekedar menjadi angan-angan. Padahal biasanya pepohonan yang melambai-lambai tertiup angin bisa jadi bahan cerita. Orang gila yang berseliweran di jalan bisa jadi bahan pembelajaran. Atau angkot ngetem nunggu penumpang bisa membuat pikiranku melayang kemana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi ya sudahlah....yang namanya inspirasi itu pasti akan datang sendiri. Nggak perlu ditunggu, nggak perlu dicari. Mirip2 jodoh. Kalau sudah jodoh ya pasti akan datang sendiri. Akan tiba saatnya nanti. Nggak perlu ditunggu. Nggak perlu dicari. Ah, yang bener? Masak sih jodoh nggak perlu dicari? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepertinya aku mesti merendam kepala panasku ini sejenak. Siapa tahu dingin air bak mandi bisa menyejukkan rasa...menyegarkan jiwa......dan mengirimkan ide2 cemerlang untuk otakku yang tengah kosong.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4806542347958272587?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4806542347958272587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4806542347958272587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4806542347958272587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4806542347958272587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/09/miskin-inspirasi.html' title='Miskin Inspirasi'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7652884293581742953</id><published>2009-09-18T14:18:00.005+07:00</published><updated>2009-09-19T08:49:48.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Kenangan Lebaranku</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dulu, setiap kali lebaran datang, bisa dikatakan aku adalah salah satu orang yang sangat antusias menyambutnya. Sudah terbayang di depan mata serunya liburan dan mudik ke desa di mana nenek dan kakekku tinggal. Biarpun keluargaku tidak merayakan lebaran karena kami non muslim, tapi keluarga besarku hampir semua merayakannya. Yang jelas lebaran adalah saatnya mengumpulkan seluruh anggota keluarga yang tersebar di mana-mana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika kebetulan tidak mudik ke tempat nenek, biasanya kami hanya berkumpul dengan saudara2 yang tinggal di kota yang sama. Aku senang karena ikutan mendapat jatah baju dan sepatu baru dari bapak ibu. Kata ibuku sih biar tidak malu2in kalau mesti "&lt;em&gt;ngider&lt;/em&gt;" keliling dari rumah saudara yang satu ke rumah saudara yang lainnya. Sejak itu lebaran menjadi ritual khusus bagi aku dan saudara2ku untuk mengharapkan baju dan sepatu baru.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain mendapatkan baju dan sepatu baru, yang kusenangi dari lebaran adalah berlimpahnya makanan enak. Para "&lt;em&gt;bude&lt;/em&gt;" dan "&lt;em&gt;bulik&lt;/em&gt;" dari pihak bapak maupun ibu pagi2 sekali sudah mengirimkan ketupat dan "&lt;em&gt;lepet&lt;/em&gt;" (makanan terbuat dari ketan yang dibungkus daun). Ada juga yang mengirimkan lontong. Dan ada pula yang mengirimkan kue2 lebaran. Ibuku tinggal memasak opor ayam dan kami bisa berpesta ria makan enak selama beberapa hari. Belum lagi kiriman makanan dari tetangga kiri kanan. Wah, pokoknya ditanggung bisa makan sampai muntah kalau mau.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seingatku lebaran adalah saat di mana semua orang berbagi kegembiraan. Lebaran adalah saat berkumpul, bercanda ria dan berbagi tawa. Yang tua, yang muda, yang miskin, yang kaya, yang pemalu, yang ramah, semua ingin bergembira. Aku ingat, tidak ada yang pernah menyinggung tentang kepercayaan kami yang non muslim. Tidak ada yang mempersoalkan apakah aku Kristen atau tidak. Bahkan saat bagi2 "angpao" , aku juga mendapatkan bagian yang sama seperti sepupu2ku yang lain. Rasanya indah sekali berlebaran di kampung halaman. Sama indahnya ketika pada saat merayakan natal, semua saudara dan tetanggaku juga datang untuk berbagi kegembiraan dan kebahagiaan yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saat ini aku hidup di tanah rantau. Herannya biarpun sama2 Indonesia, banyak masyarakatnya yang bersikap seperti bukan orang Indonesia. Rasa persaudaraan, kebersamaan, sepertinya hanya menjadi omong kosong belaka. Semua sibuk memikirkan dirinya sendiri. Semua sibuk menciptakan sekat2nya sendiri. Semua orang punya persepsi tentang surganya masing2. Seolah-olah Tuhan hanya memandang mereka saja. Seolah-olah Tuhan hanyalah punya mereka. Perbedaan adalah haram hukumnya. Betul2 berbalik seratus delapan puluh drajat dengan warga kampungku dulu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ah, aku rindu lebaran yang damai. Aku rindu lebaran yang ceria. Aku rindu lebaran yang gembira. Aku rindu lebaran yang menampung semua orang. Merangkul semua orang. Aku rindu lebaran yang tidak memandang bulu. Aku rindu lebaran yang penuh warna-warni. Aku rindu lebaran yang menyejukkan semua orang. Aku rindu lebaran di kampung halaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku rindu mengucapkan salam lebaran kepada para saudara, sahabat dan handai taulan. Tulus, tanpa beban. Sama rindunya pengharapanku akan mereka, untuk mengucapkan selamat pada saat aku merayakan natal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi inilah Batam....dengan segala realitanya.  Bukankah kenyataan terkadang tidak sesuai dengan harapan?  Dan akupun terpekur......sejenak membawa anganku melayang...menjenguk kampung halaman tercinta.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H&lt;/strong&gt; buat para sahabatku yang merayakan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7652884293581742953?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7652884293581742953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7652884293581742953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7652884293581742953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7652884293581742953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/09/kenangan-lebaranku.html' title='Kenangan Lebaranku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4737133697671465792</id><published>2009-09-10T12:00:00.003+07:00</published><updated>2009-09-10T12:33:29.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Kasih Ibu Sepanjang Jalan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari ini, aku hobi nontonin Ibunya Sheila Marcia di TV.  Itu loh...artis muda yg nasibnya bisa dibilang tragis banget.  Sudah jatuh ketimpa tangga pula.  Sudah divonis bebas akibat narkoba kok musti masuk bui lagi.  Berita terkini malah menyebutkan kalau dia tengah hamil di luar nikah (ps : ini hasil nonton gosipan pagi-pagi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bingung kan?  Kok nontonin ibunya Sheila?  Yang jadi bahan pembicaraan kan si Sheilanya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Iya.  Melihat semangat ibu satu ini mengingatkanku pada sebuah peribahasa yang berbunyi : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  Nampak nyata dan jelas betapa seorang ibu, apapun yang terjadi, mau salah mau bener, ia akan tetap jadi pelindung dan pengayom terbaik untuk si anak.  Kasih sayangnya tak kan lekang oleh apapun juga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah jelas bahwa anaknya memang "kurangajar" dan nggak tahu diri.  Tapi sebagai seorang ibu, ia telah menunjukkan kemampuan terbaiknya.  Tetap mengalirkan semangat dan pengharapan, tetap menyuntikkan kasih sayang dan memberikan kekuatan.  Bagiku, Maria Caecilia Yoseph, is really the best mother.  Melihatnya berbicara dengan penuh cinta tentang sang anak yang penuh dosa, aku seperti sedang membaca Kitab Suci berjalan : &lt;em&gt;Iman tanpa perbuatan adalah mati.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku membayangkan, seandainya aku berada di posisinya saat ini, apakah aku akan kuat menghadapi semua beban berat itu?  Anak terkasihku terjerat narkoba dan hamil di luar nikah dan tidak jelas siapa yang menghamilinya.  Ah, membayangkan saja  serba mengerikan, apalagi menjalaninya?.  Bisa jadi aku malah akan gantung diri dan berusaha lari dari kenyataan jika peristiwa itu menimpaku.  Bisa jadi juga aku akan "membuang" anakku karena telah mencoreng harkat dan martabat keluarga.  Bisa jadi aku akan gelap mata dan lupa bahwa anak, apapun adanya mereka, adalah hadiah terindah dari surga, yang dititipkan Tuhan padaku.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai seorang anak yang memiliki ibu aku jadi ingat ibuku.  Sebagai seorang ibu yang memiliki anak2, aku pun ingat keluargaku.  Betapa ibuku tidak pernah membenciku, senakal apapun aku dulu.  Sama seperti aku sekarang yang tidak pernah bisa  terlalu lama marah kepada anak2ku, senakal apapun mereka.  Aku jadi lebih paham apa arti kasih sayang seorang ibu setelah aku sendiri menjadi ibu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ah, berbahagialah mereka, yang masih memiliki seorang ibu.  Berbahagialah mereka, yang masih diberi kesempatan untuk mencintai dan membahagiakan ibu mereka.  Ingatlah selalu, sampai kapanpun, pengorbanan seorang ibu tak akan pernah bisa terbalaskan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4737133697671465792?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4737133697671465792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4737133697671465792' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4737133697671465792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4737133697671465792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/09/kasih-ibu-sepanjang-jalan.html' title='Kasih Ibu Sepanjang Jalan'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8017803902017325012</id><published>2009-09-04T15:27:00.004+07:00</published><updated>2009-09-08T10:03:04.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>THR</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hari-hari terakhir ini aku lihat ada yang beda di kantor. Semua wajah tampak sumringah. Yang biasanya kayak "kutu kupret" senyumnya jadi maniiiiss kayak permen kopiko. Yang biasanya adem ayem kulihat udah mulai lincah berkicau dan bercuap-cuap kesana kemari. Yang biasanya hobi duduk diam tenang di kantor pada ikutan daftar ikut klayapan. Pokoknya suasana kantor jadi gimana gitu.......!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata eh ternyata, ceritanya nggak jauh-jauh dari THR alias Tunjangan Hari Raya yang sudah bisa dicairkan dari kemarin. Pantesan rombongan ke mall hari ini full. Biarpun naik "merci" cap transkib tapi semua hepi berebut mau pergi. Semua-mua mau "&lt;em&gt;mborong&lt;/em&gt;" untuk lebaran. Apalagi sekarang ini lagi ngetrend diskon mendiskon. Jadi ada harapan dapat barang bagus harga murah. Kapan lagi bisa begini kalau nggak hari raya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku jadi inget salah satu judul artikel di Intisari bulan ini. Temanya tentang diskonan. Ada apa di balik diskon? Intinya adalah, yang namanya diskonan, apapun bentuknya dan berapapun harganya, ternyata memang sudah disetel dan diplanning sebagus mungkin biar laku. Itu adalah salah satu trik supaya barang dagangan bisa laku dan sisa tahun kemarin bisa cepet habis tahun ini. Dan penjual yang pinter bisa cepet menangkap mana celah2 yang bisa diambil dalam menggaet pembeli, terutama pembeli yang gampang tergoda "rayuan gombal".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Buktinya hari ini mall penuh sekali. Padahal masih hari Jumat. Matahari menawarkan diskon besar-besaran. Toko2 kecil di sekelilingnya juga tak mau kalah. Toko baju, toko sepatu, toko mainan anak2, toko perlengkapan bayi, de el el. Sepertinya yang nggak ada diskonan cuman urusan makan. Buktinya harga makanan tetap seperti biasa plus ditarik pajak tambahan untuk sewa restoran. Wah, kapan ya restoran dan gerai2 makanan di mall rame2 menawarkan diskon pas hari2 seperti ini? Jangan hanya pas promo doang menawarkan diskonan. Kasihan orang2 yang hobinya makan kayak aku ini...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alhasil sepulang dari melalak di mall, merci kami jadi tambah sumpek. Bagaimana tidak? Semua orang menjinjing tas dari hasil inspeksi masing2. Tidak ada yang pulang dengan tangan kosong. Namanya juga baru terima THR. Jadi masih seneng2nya belanja dan sedang semangat2nya untuk menghabiskan duit. Pokoke hari ini, biarpun hujan deras datang menghadang, pantang untuk tidak pergi belanja keperluan lebaran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yaitulah, kalau dipikir-pikir THR itu bukan hanya sekedar Tunjangan Hari Raya, melainkan menjadi satu kata perintah untuk ...."Terus Habiskan (tuh) Rupiah".....maksudnya jangan segan2 menghabiskan rupiah yang kau dapat bulan ini, karena besok toh masih ada bulan2 yang lainnya di mana rupiahmu akan tergantikan. Itupun kalau perusahaan masih mau makai kita2 ini untuk jadi karyawannya...hihihihi......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Selamat bersenang-senang dengan uang THR......bravo my friends!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8017803902017325012?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8017803902017325012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8017803902017325012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8017803902017325012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8017803902017325012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/09/thr-terus-habiskan-tuh-rupiah.html' title='THR'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4078599187415433136</id><published>2009-08-22T08:39:00.004+07:00</published><updated>2009-08-22T09:49:05.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Tolong, Terimakasih, Maaf</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tiga kata di atas adalah kata-kata ajaib yang kuusahakan untuk selalu kubawa kemana-mana. Kelihatannya mudah. Ah, wong cuman tiga kata. Gampang itu. Apa sih susahnya? Tapi coba dipraktekkan. Jika tidak terbiasa, maka tingkat kesulitannya mungkin melebihi kesulitan mendaki puncak Everest (&lt;em&gt;katanya&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata ajaib pertama : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tolong.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada saat kita membutuhkan pertolongan, akan sangat berarti bagi orang yang kepadanya kita berharap pertolongan. Mereka akan merasa sangat dihargai dan dibutuhkan. Hanya saja biasanya kita cenderung malas mengucapkan kata ini, kepada orang2 yang kita anggap sudah kita "&lt;em&gt;kenal&lt;/em&gt;" dengan baik. Karena merasa kenal, kita suka lupa mengucapkan kata2 ini kepada suami, anak2 kita, pembantu di rumah, office boy di kantor, tukang kebun dan lain-lain. Apalagi jika pada dasarnya kita biasa main perintah. Padahal, biarpun intinya dua2nya sama2 perintah, tapi efeknya akan lebih besar jika diucapkan kata ajaib ini terlebih dahulu. Coba buktikan kalau tidak percaya!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata ajaib kedua &lt;strong&gt;: &lt;em&gt;Terimakasih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari jaman kita balita, aku yakin orangtua kita sudah mengajarkan kata ini. Setiap diberi sesuatu oleh seseorang kita diajarkan untuk mengucapkan kata terimakasih. Hanya saja, mungkin, kita tidak dibiasakan mengucapkan terimakasih, untuk setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain kepada kita. Kata ini diucapkan hanya kepada orang yang memberikan sesuatu kepada kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hal2 sederhana di mana kita bisa mengungkap terimakasih contohnya : mengucapkan terimakasih pada anak setelah mereka melakukan sesuatu perbuatan yang baik, mengucapkan terimakasih pada suami yang telah membantu mencuci piring sesudah makan malam, mengucapkan terimakasih kepada office boy di kantor yang telah melakukan tugasnya dengan baik, mengucapkan terimakasih kepada tukang parkir yang memberikan kupon parkir kepada kita, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan sapaan teman atau sahabat yang telah kita terima pada saat kita senang atau susah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hasilnya pasti cespleng. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata ajaib yang ketiga, menurutku yang paling susah dari ketiganya : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maaf&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seringkali kita mengucapkan kata ini hanya pada saat kita melakukan kesalahan. Padahal kata maaf bisa juga diungkapkan pada saat kita (merasa) tidak bersalah. Misalnya pada saat kita ingin memberikan teguran kepada seseorang, supaya tidak menyinggung perasaannya kita perlu untuk mengatakan maaf terlebih dahulu. Takutnya orangnya beneran tersinggung dan kita bisa ditimpuk pakai asbak..hihihihi. Bisa juga kita ungkapkan pada saat kita memberikan bantahan atau sanggahan kepada seseorang. Misalnya pada saat meeting di perusahaan. Paling tidak jika kita menggunakan kata maaf terlebih dahulu, bisa meminimalisir kita untuk jadi karyawan "black list" gitu loh. Dengan membiasakan kata ini, maka kita tidak akan sungkan2 lagi mengucapkannya pada saat kita memang bener2 melakukan kesalahan. Paliang tidak nggak perlu nunggu datangnya lebaran untuk meminta maaf. Betul tidak?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kendala untuk mempraktekkan ketiga kata ajaib di atas, sebenarnya cuman satu. &lt;strong&gt;Rasa tinggi hati&lt;/strong&gt;. Merasa bahwa aku lebih tinggi dari orang lain. Merasa bahwa aku lebih penting dan lebih pinter dari orang lain. Merasa bahwa aku pantas dan layak melakukan semua perbuatan itu sementara orang lain tidak. Merasa bahwa sudah sepantasnya orang lain menerima hal itu. Dan perasaan2 tinggi hati yang lainnya. Padahal teman, jika kita mau belajar lebih rendah hati sedikiiiit saja, maka tiga kata ajaib di atas akan sangat membantu dan mempengaruhi hidup kita selanjutnya, untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;So, kembali kepada kita masing2 untuk mulai belajar mempraktekkan dan membiasakan tiga kata ajaib di atas dalam hidup sehari-hari. Percayalah, tiga kata ajaib itu akan menuntun dan mengubah hidup anda. Perlahan tapi pasti, tingkat spiritualitas anda akan beranjak naik, dan efeknya akan membuat hidup anda lebih nyaman dan bahagia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4078599187415433136?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4078599187415433136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4078599187415433136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4078599187415433136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4078599187415433136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/08/tolong-terimakasih-maaf.html' title='Tolong, Terimakasih, Maaf'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7608322343913656756</id><published>2009-08-19T12:12:00.008+07:00</published><updated>2009-08-19T15:53:09.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Apakah bener kita sudah merdeka?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Menurutmu, apa sih artinya merdeka?"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul. Diajukan oleh seorang teman dengan nada sopan dan polos lugu khas daerah asalnya. Begitu spontan. Begitu tiba-tiba. Dan pertanyaan spontan yang tiba-tiba saja datangnya itu, begitu menggelitik jiwaku untuk sekali lagi bertanya : "Iya ya, apa sih artinya merdeka menurut aku?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau berdasarkan pengertian umum, merdeka berarti bebas dari segala macam bentuk penjajahan. Ketika Bung Karno mengucapkan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, secara harafiah, di atas kertas, bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Setelah 350 tahun dijajah Belanda, dan 3.5 tahun dijajah Jepang, akhirnya tercapai juga cita-cita yang disebut dengan &lt;strong&gt;Kemerdekaan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu apakah merdeka itu sebenarnya? Apakah betul kita telah menjadi bangsa yang merdeka? Apakah betul kita telah menjadi manusia yang merdeka? Secara pribadi, jujur kukatakan : belum. Merdeka di atas kertas, iya. Tapi merdeka dari segala penjajahan dalam wajah lain, belum.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau memang benar sudah merdeka, mengapa aku harus marah dan naik darah ketika anakku membantah perintahku?. Bukankah anakku juga bagian dari warga negara yang merdeka? Bisa jadi memang betul ada kata2ku yang tidak tepat untuk dicerna oleh pikiran kanak2nya. Jadi sebenarnya dia berhak untuk memberikan bantahan. Kalau memang benar sudah merdeka, mengapa aku harus tersinggung ketika suamiku enak2an nonton bola dan aku mesti menyelesaikan berbagai macam urusan rumah? Seharusnya tidak ada salah satu pihak yang merasa tersinggung rasa ketika pengertian merdeka betul2 dilaksanakan dalam keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau memang benar sudah merdeka, mengapa setiap kali kuantar makanan, tetangga2ku yang muslim fanatik akan membuangnya ke tong sampah hanya gara2 aku seorang non muslim? Mengapa ada kelompok2 yang mengklaim aku dari suku ini dan aku dari suku itu tanpa mau berpikir bahwa kita ini sebenarnya satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia? Kalau memang benar sudah merdeka, mengapa untuk mengadakan doa lingkungan saja aku harus merasa terintimidasi oleh golongan tertentu? Di manakah arti kata merdeka itu sesungguhnya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di lingkungan kerjapun, ada banyak jenis penjajahan yang seringkali tidak kita sadari. Di satu sisi sebagai karyawan kita dituntut untuk loyal dan respek terhadap perusahaan. Sementara di sisi lain banyak perusahaan mengebiri kebebasan untuk berserikat dan berpendapat para karyawan. Mereka yang berani mengutarakan pendapat akan mendapatkan noktah hitam yang tidak bisa ditawar seumur hidupnya. Kalau tidak setuju, perusahaan dengan gampang mengatakan: Cabut saja dari perusahaan, toh masih banyak orang nganggur yang butuh kerja di luar sana. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau memang benar sudah merdeka, mengapa ikut upacara saja harus dipaksa? Harus diwajibkan? Bukankah setiap warga negara berhak untuk merayakan kemerdekaan di mana saja. Bisa di dasar bumi, di kedalaman laut, di puncak gunung, di awang-awang, di halaman rumah, di lapangan badminton, bisa di gereja, bisa di masjid, bisa di pura, bisa di mana saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah dengan ikut upacara bisa dijamin aku menjadi seorang nasionalis? Atau kalau tidak ikut upacara aku bukan nasionalis? Kalau ikut upacara hanya karena diwajibkan atasan dan bukan dari hati, intinya apakah aku sudah merdeka? Bukankah pemaksaan merupakan salah satu bentuk baru dari penjajahan? Kalau datang upacara kemudian cari tempat duduk paling belakang, terus ngrumpi sendiri, ngomong karepe dewe, sibuk dengan diri sendiri, apakah itu bisa dibilang nasionalis? Bukankan masih lebih nasionalis mereka yang tidak datang upacara tapi sibuk merayakan kemerdekaan dengan caranya masing2, yang lebih menjiwai dan lebih manusiawi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ah, bingung aku. Ternyata kalau diruntut terlalu jauh, eh.....ternyata oh ternyata....kemerdekaan itu (bagiku) masih menjadi mimpi di siang bolong. Aku jadi termenung. Termenung memikirkan pertanyaan temanku tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jadi......"apa sih arti merdeka menurut kamu?"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7608322343913656756?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7608322343913656756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7608322343913656756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7608322343913656756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7608322343913656756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/08/apakah-bener-kita-sudah-merdeka.html' title='Apakah bener kita sudah merdeka?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6414915798043662396</id><published>2009-08-18T12:08:00.003+07:00</published><updated>2009-08-18T15:31:37.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Makna tujuh belas Agustus untukku</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kemarin, saat anakku pergi upacara bendera, aku dan suami pergi ke gereja untuk ikut misa tujuhbelasan. Tidak seperti di kampung halamanku dulu, di sini misa kemerdekaan tidak terlalu ramai. Hanya separuh bangku gereja yang terisi. Itupun kebanyakan diisi oleh orang tua. Anak mudanya entah kemana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Entah mengapa setiap tanggal 17 Agustus rasa nasionalismeku selalu menggebu-gebu. Cenderung berlebihan malah. Mungkin karena aku bekerja di suatu tempat, di mana banyak waktu seringkali berhadapan dengan orang asing (expatriate). Bosku juga orang asing. Biarpun ia orang Singapura keturunan Jawa tapi bagiku ia tetap orang asing. Jadi emang aku agak sensi kalau pas tujuhbelasan. Selain aku kangen suasana tujuhbelasan di kampung halamanku sana, aku sendiri nggak terlalu merasa punya kampung di sini. Padahal kalau dipikir-pikir, Batam kan juga bagian dari negara Indonesia juga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;17 Agustus tahun ini terasa spesial. Akhirnya aku bisa pasang bendera merah putih di rumah. Bendera yang sudah lama diidam-idamkan tapi nggak kebeli. Bukannya nggak mampu beli bendera seharga 20 ribu. Masalahnya segala sesuatu yang ditunda-tunda itu memang sebenarnya bisa jadi penyakit. Penyakit menunda-nunda inilah yang selama ini menghalangi aku untuk punya bendera sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lebih spesial lagi karena selama 3 hari berturut-turut, Sabtu-Minggu-Senin, kampungku (di Batam) terasa hiruk pikuk. Semua orang gegap gempita merayakan kemerdekaaan Indonesia. Padahal biasanya adem ayem. Semua orang sibuk dengan urusannya masing2. Mau pasang bendera terserah, nggak juga nggak papa. Lha buktinya selama 12 tahun ini aku nggak masang bendera juga nggak ada yang protes.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain bersenang-senang, 17 Agustus tahun ini menjadi sebuah refleksi diri, bahwa masih banyak yang harus dibenahi di negaraku tercinta ini. 64 tahun merdeka belum menjadi suatu jaminan pasti untuk menjadi manusia yang merdeka seutuhnya. Masih banyak PR yang harus dikerjakan bersama. Masalah korupsi, pengangguran, kemiskinan, terorisme, ketidaksetaraan, dan banyak lagi masalah yang lainnya. Masih jauh sekali untuk bisa menjadi seorang manusia yang sungguh merdeka lahir dan batin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menjadi tugas kita bersama untuk mengisi kemerdekaan ini. Bukan hanya tugas negara. Bukan hanya tugas pemerintah. Segala kebaikan dalam cermin Bhinneka Tunggal Ika harus kita junjung tinggi dalam balutan Sang Saka Merah Putih. Berani berkata benar dan pantang menodai muka Ibu Pertiwi. Belajar untuk memperbaiki segala apa yang sudah porak poranda. Tidak hanya pintar menyalahkan tapi juga pintar berkorban. Tidak hanya pintar berkomentar tapi juga mau turun tangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, selamat merajut perjuangan panjang, merintis langkah yang lebih baik ke depan.....MERDEKA! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6414915798043662396?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6414915798043662396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6414915798043662396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6414915798043662396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6414915798043662396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/08/makna-tujuh-belas-agustus-untukku.html' title='Makna tujuh belas Agustus untukku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1831630703010574680</id><published>2009-07-27T12:05:00.004+07:00</published><updated>2009-07-27T12:35:52.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Tegar yang sungguh tegar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa minggu yang lalu ada berita di TV yang bikin aku gerem buanget !  Berita miris tentang seorang  anak bernama Tegar, 4 tahun, yang harus kehilangan sebelah kaki karena ulah bapak tirinya yang tidak bertanggung jawab.  Iya, si Bapak biadab itu tega melindaskan kaki mungilnya di rel kereta api, di  pagi hari buta ketika banyak orang masih terlelap dalam tidurnya.  Hanya gara2 sedang marahan dengan ibu si Tegar.  Edan nggak tuh?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan Tegar,  sesuai dengan namanya, memang nampak begitu tegar dalam menghadapi masa suram masa kanak2nya.  Dengan kaki buntung terbungkus perban, mulut mungilnya bercerita kisah sedih tapi nyata, yang sepatutnya tidak perlu dan tidak boleh dialami anak2 seusianya.  Mendengar kisahnya yang memilukan, mau tidak mau akan membuat setiap manusia yang masih memiliki hati nurani bisa jadi akan menitikkan air mata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tegar mungkin tidak sendiri.  Bisa jadi masih ada Tegar Tegar  lain yang ada dan hidup  di sekitar kita.  Tegar yang tidak mampu melanjutkan sekolah karena kemiskinan yang mendera keluarganya.  Tegar yang harus bekerja keras mengais rejeki di usianya yang masih terlalu dini.  Tegar yang harus menadahkan tangan meminta-minta di perempatan jalan.  Tegar yang bisa jadi setiap hari mendapatkan sumpah serapah, caci maki dan pukulan dari orang2 yang harusnya bertugas melindungi dan mengasihi .  Ya....bisa jadi masih banyak Tegar Tegar lain yang kurang beruntung di muka bumi ini. Tegar dengan kisah hidupnya yang memilukan, menjadi cambuk untuk berinstropeksi diri.  Ternyata tidak semua  anak Indonesia seberuntung teman2 kecil mereka yang tanggal 23 Juli kemarin memperingati Hari Anak Nasional. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana dengan anak2 kita?  Apakah mereka sudah mendapatkan haknya yang hakiki sebagai kanak2?  Apakah sebenarnya kita tidak jauh berbeda dengan bapak tirinya Tegar yang bisa jadi sakit jiwa itu?  Ingatkah kita, ada saatnya, di mana tanpa sadar, kita juga telah melakukan kekerasan terhadap anak2 kita?  Secara fisik maupun psikis?  Pemaksaan kehendak, celaan, bentakan, pukulan, cubitan.....dan berbagai macam kekerasan lainnya.  Wahai, kalau memang benar kita pernah melakukan hal itu, ternyata kita setali tiga uang dengan bapak si Tegar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Anak-anak, bagaimanapun juga, mereka tetap anak-anak.....dengan segala kenakalan mereka.  Kalau anak2 bertingkah seperti orang dewasa itu suatu hal yang menggelikan......tapi kalau orang dewasa bertingkah seperti kanak2...alias kekanak-kanakan...itu sesuatu yang menyebalkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak bermaksud menggurui, ayo....sebagai orangtua....mulai sekarang kita belajar untuk memberikan hak anak2 kita sesuai porsinya.....dan berani meminta maaf seandainya secara sengaja atau tidak, sebagai orangtua kita telah menyakiti hati mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selamat hari anak untuk seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada......I love you full...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1831630703010574680?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1831630703010574680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1831630703010574680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1831630703010574680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1831630703010574680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/07/tegar-yang-sungguh-tegar.html' title='Tegar yang sungguh tegar'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1321697053722618398</id><published>2009-07-14T11:19:00.009+07:00</published><updated>2009-07-14T13:11:28.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>S'pore 13 Jul'09</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slwg0L5Ou2I/AAAAAAAAAL4/4ScrTwVREOg/s1600-h/Merlion5.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/SlwgjOy8cpI/AAAAAAAAALw/9qByY3sb_qA/s1600-h/Merlion4.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358193446303330962" style="WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/SlwgjOy8cpI/AAAAAAAAALw/9qByY3sb_qA/s400/Merlion4.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slwexjl7RAI/AAAAAAAAALo/rL_HWGm-_jE/s1600-h/Marina3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358191493380785154" style="WIDTH: 401px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slwexjl7RAI/AAAAAAAAALo/rL_HWGm-_jE/s400/Marina3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slwelzuf5fI/AAAAAAAAALg/J0SniDgLdGw/s1600-h/Merlion5.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358191291553277426" style="WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slwelzuf5fI/AAAAAAAAALg/J0SniDgLdGw/s400/Merlion5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya aku dan seorang teman lagi ngebet mempraktekkan pasport baru yang dengan susah payah dan penuh perjuangan telah sukses diurus. Rencananya pergi ke Singapore. Awalnya sih ada satu dua orang temen yang juga mau gabung. Tapi setiap kali dikonfirmasi jawabannya nunggu tiket "gretong" melulu. Jadi kapan perginya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhir kata aku dan seorang teman satu divisi sepakat untuk bonek. Tiket hasil &lt;em&gt;rayuan gombal &lt;/em&gt;ke suami masing2 akhirnya sampai juga di tangan. Ditambah lagi dengan uang saku yang (ojo ngomong2 ya?) pas2an, jadilah kami berdua kabur di hari Monday yang tidak pernah kusukai, untuk klayapan ke Singapura. Kebetulan bosku juga lagi cuti. Jadi kompaklah kantor tutup hari Senin kemarin...wkwkwk.....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin karena ngabur pas tanggal 13 (yg katanya angka sial), atau karena emang banyak yang nggak "merestui"....nasibku pas berangkat ke pelabuhan ferry dapet busway yang sudah full penumpang. Terpaksalah selama kurang lebih setengah jam aku bergelantungan di bus dgn posisi berdiri sampai tujuan akhir. Untung mantan preman. Jadi meskipun harus berdiri-diri ya nggak masalah (mantan preman kok bangga ya? Heran dech !).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nasib kurang bagus kedua.....pas sampai di imigrasi Singapura agak "eyel2an" sama petugasnya. Sudah dibilang kalau cuman mau jalan2 kok dia ngeyel aku disuruh tulis alamat yg mau dituju. Asal2an kutulis nama alamat kantor pusat kami di Singapura. Alamatnya kusuruh isi sendiri. Lha wong aku cuman tahu nama officenya. Agaknya dia males juga melayani aku lama2, jadi aku di-OK-kan saja untuk masuk ke negaranya (Inilah gunanya punya wajah melas....sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan....hehehehe).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai di Singapore kami jalan2 bentar di Vivo City. Ini bukan nama kota, tapi nama mall yang ada di WTC. Tengok sana, tengok sini, kami iseng coba2 beli tiket MRT. Itu loh..."sepur" super cepet milik negara maju yg salah satunya adalah Singapura. Selama beberapa menit cekikikan di depan mesin pembelian tiket dan mencoba bagaimana rasanya beli tiket hanya dengan mencet2 tanda petunjuk akhirnya berhasil juga kami memperoleh tiket. Pokoke ndeso benerlah ceritanya......! Terus kami lanjutkan dengan naik MRT ke Orchid Road.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai di Orchid Road kami muter2 saja...."sight seeing" kata orang. Keluar masuk di Plaza Singapura. Bukan untuk belanja....tapi untuk mejeng. Foto2...melampiaskan hasrat narsisme yang sudah terlanjur tertanam di dada sejak ikutan FB. Gimana mau belanja , orang Singapore aja belanjanya ke Batam, masak aku yg orang Batam malah belanja di Singapore? Apa nggak mumet tuh? Jadi kami berdua betul2 kayak "turis bag packer", yaitu turis yg emang budgetnya serba terbatas, tapi doyan klayapan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Capek muter di Orchid kami SMS bos yang lagi cuti. Untung si Bos nggak tegaan. Karena takut kami kesasar, akhirnya dia jemput kami di Orchid dan diajak mampir ke rumahnya. Di rumahnya, kami dilayani macam tamu agung. Ibu Bos menyambut kami dgn segala macam makanan enak dan makan siang khas Indiahe...nasi brani dan teman2nya......! Ya...meskipun aku nggak doyan...terpaksa kuembat juga.....! Maklum lagi kelaperan.....daripada pingsan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Habis makan siang si Bos ditemani Ibu ngajak kami ke Changi airport. Dulu banget aku emang pernah pergi ke situ, tapi malam hari. Jadi ketika ada tawaran pergi siang hari ya aku mau saja. Yang penting tujuan utama untuk foto2 tercapai. Di Changi kami ngider naik train dari satu terminal ke terminal lainnya. Wah, pokoke keren banget loh bandara Singapore. Betul2 cucok jadi bandara berkelas international. Lha wong isinya emang berkualitas international kok!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Capek dari Changi, perjalanan berlanjut ke Marina Barrage. Kalau di Indonesia biasa kita sebut bendungan. Ini tempat penampungan air, untuk persediaan air minum bagi orang Singapore. Ceritanya dulu mereka impor air dari Malaysia. Tapi karena namanya ngimpor jadi terserah sama negara pengimpor. Pas giliran "nesu2an" pakai acara ancam mengancam segala bahwa impor airnya mau dihentikan. Daripada nggak minum, akhirnya orang2 Singapore dituntut untuk lebih kreatif memikirkan bagaimana caranya supaya tetep punya persediaan air minum tanpa mengharap terlalu banyak dari Malaysia. Nah, akhirnya sungai yang ada kemudian dibendung, biar airnya nggak ngalir ke laut. Trus air tampungan itu diolah sehingga bisa menjadi air minum seperti sekarang ini. Keren kan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Habis mejeng2 di Marina Barrage, kami melanjutkan perjalanan ke patung Merlion. Halah...ternyata peminatnya rame juga tuh patung. Padahal kami pergi hari Senin loh. Hari yg seharusnya orang pada sibuk kerja (menurutku sih...), bukan mejeng2 di depan patung....! Biarpun cuaca agak panas dan membuat mata "mrecing2 = terjemahan : kerjab2" karena kepanasen, kami terus saja bernarsis ria. Dasar karyawan nggak teladan...sempat lupa pula kalau kami pergi ke sono dianter bos....wkwkwk&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang kami mau lihat. Tapi karena ingat ada 3 kurcaci di rumah (plus bapaknya) yang masih butuh perhatian dan kasih sayang.....walhasil kami memutuskan untuk cabut...go back home. Dengan penuh semangat kami ucapkan terima kasih pada si Bos and his wife yg sudi bersusah payah menjemput dan mengantar kami ke WTC balik. Ya...daripada kemaleman di jalan gitu loh....!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Finally, 13 July 2009 adalah hari yang sangat menyenangkan secara keseluruhan. Biarpun kaki pegel dan badan penat tapi kami sudah berhasil mewujudkan keinginan kami. Nggak perlu dipikir cuman bisa beli patung kepala singa dan jam tangan untuk oleh2, nggak perlu dipikir kaki lecet karena nyeret sandal kemana-mana, nggak perlu dipikir minum kopi di Mc Donal dgn harga S$3.75 tapi rasane nggak karu2an (enakan bikin dewe di rumah), nggak perlu dipikir tempat2 lain di Singapore yg belum sempat terkunjungi, yang jelas hati happy......! Ya...kalau nggak malu sih penginnya teriak2 nyanyi lagunya Pasto feat Maya:....suka suuuukaaa....nyanyi di pinggir jalan.........suka suuukaaa....nongkrong di pinggir jalan......bernyanyi walau bukan dangdut asli yang penting goyangnya....asiiiikk......!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ok deh prens, terutama kalian2 yg kemarin pengin ikut tapi nggak jadi, kutunggu ya kabar kalian selanjutnya! Sapa tahu ada waktu lagi untuk pergi kesana dan kita bisa walking2 again...ke Sentosa kek...kemana kek.....yang penting jalan2 coi.....! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;I love you all......bye....&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1321697053722618398?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1321697053722618398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1321697053722618398' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1321697053722618398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1321697053722618398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/07/spore-13-jul09.html' title='S&apos;pore 13 Jul&apos;09'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/SlwgjOy8cpI/AAAAAAAAALw/9qByY3sb_qA/s72-c/Merlion4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5035474234409733909</id><published>2009-06-26T10:51:00.008+07:00</published><updated>2009-06-30T15:43:57.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Be Patient....!</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Cerita bermula ketika aku dan dua orang teman berencana mau ngurus passport. Setelah dipikir2 &amp;amp; diitung2 ternyata emang sih, biaya ngurus sendiri bisa jauuuuuh lebih irit daripada ngurus lewat calo. Pokoke 100% murah gitulah. Jadi dgn penuh semangat juang kami atur2 waktulah untuk bisa ngurus semuanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama aku belum pengalaman. Jadi biarpun dah datang tepat waktu, 08.00 thet, tetep nggak kebagian jatah karena ternyata dalam satu hari cuman dijatah 60 pendaftar. Semuanya diatur pakai nomor antrean yg kalo pengin dapet nomor cepet harus diantre puagiiii2 sekali. So, hari pertama aku pulang dengan tangan hampa dan hati dongkol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya aku datang pagi2 (menurutku dah pagi banget). Jam 6.30 teng dari rumah dan sampai imigrasi jam 7.00 pas. Kulihat tas &amp;amp; segala macam map dah berderet berjajar di posisi masing2. Begitu tahu kalo itu utk mengantre nomor, ya aku ngikut saja. Nunggu kurang lebih satu jam baru dibuka tuh pintu sama petugas imigrasi setelah sebelumnya ada satu oknum "gak jelas" (calo kale) yg ngatur2 barisan untuk antri. Lhadalah....masih jg dapat antrian nomor 26. Nunggu lagi........!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2 jam aku nunggu hanya untuk menyerahkan berkas. Setelah dinyatakan komplit...disuruh balik lagi dua hari kemudian. Untung pas balik kantor boss nggak terlalu manyun karena aku datang lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian mesti balik lagi untuk wawancara. Ijin datang lambat lagi masuk kantor. Biarpun SMS gak dibales sama Pak Boss aku nekad pergi aja. Berangkat pagi2 dari rumah. Antre lagi....! Sistemnya sama seperti waktu penyerahan berkas. Nah, yg bikin gondok, aku harus rela bergantian dgn calo utk dapat giliran wawancara.  Ketika dapat nomor antrian utk wawancara petugasnya pesen, supaya aku mengikuti nomor seperti yg terpampang di layar monitor.  Jelas2 kudengar : &lt;strong&gt;Ikuti nomor yg terpampang di layar monitor&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 08.15 dipanggil nomor 1 (nampak di monitor). Abis itu layar gak beranjak jg dari nomor 1 meskipun sudah sekitar 10 an nama lagi dipanggil masuk tuk wawancara. Kulihat banyak orang tak dikenal, yg dari lagak lakunya jelas2 kalo mereka calo, sibuk keluar masuk ke dalam ruang wawancara membawa berkas, tanpa perlu ANTRI seperti kami. Itu sebabnya panggilan wawancara tdk dipanggil berdasarkan nomor tapi berdasarkan nama. Jadi 1 nama resmi kurang lebih sepuluh nama gak resmi (yg gak perlu antre) dipanggil. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas tiba giliranku untuk wawancara, pas giliran jam petugas makan siang. Terkendala lagi. Disuruh datang satu jam lagi sekalian untuk ambil foto dan sidik jari. Wekkss! Padahal jam tanganku masih menunjukkan pukul 11.45 WIB. Kurang 15 menit lagi sblm waktunya makan siang.  Tapi tetep juga di suruh balik lagi satu jam kemudian.  Jadilah aku terdampar di kantor imigrasi, di tengah hujan menderai yg tak kunjung henti. Dilema betul deh. Mau balik kantor nanggung krn hujan, mau keluar klayapan jg nanggung. Terpaksa aku makan siang di kantin imigrasi yg harga makanannya selangit meskipun bentuk dan rasanya tak seberapa. Duuuh...pokoke sengsara banget rasanya. Belum lagi bayangin wajah Pak Boss yg dah pasti manyun berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 1.30 siang akhirnya perjuanganku selesai juga. Meskipun masih hujan dan badan meriang akibat demam, kuputuskan untuk balik kantor saja karena ada pekerjaan yg harus diselesaikan. Maunya sih langsung pulang. Biar kuambil cuti dadakan. Tapi karena nggak enak ati terpaksa aku ngantor lagi.....! Ya...sapa tau dapat direkomendasikan jd karyawan teladan....wkwkwkwk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh kejadian di atas kusarankan untuk kalian yg mau urus passport, atau urus apapun juga yg ada hubungannya dgn kantor pemerintah, tolong....sing SABAR.....! Kata kerennya &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;Be PATIENT&lt;/span&gt;.....! Kalo perlu bawa berbotol2 air untuk mendinginkan hati yg panas bin dongkol melihat sistem kerja yg nggak beres itu....! Kalo nggak mau tensi naik mendingan sih makai calo....! Ya.....sekalian beramal gitulah......! Sdh gitu gak nambah2in dosa karena kita gak perlu maki2 orang lain meskipun cuman dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya......pepatah yg cocok adalah : "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Be Patient before you go to whatever government offices lah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5035474234409733909?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5035474234409733909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5035474234409733909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5035474234409733909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5035474234409733909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/06/be-patient.html' title='Be Patient....!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8668638114070166445</id><published>2009-05-06T14:43:00.005+07:00</published><updated>2009-05-07T08:55:49.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>"Wanita....racoen doenia....????"</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari ini kita dikagetkan dengan pemberitaan media tentang kasus yang menimpa ketua KPK Antasari Azhar. Usut punya usut setelah ditelusuri dengan seksama ujung2nya ternyata bermuara pada satu hal : &lt;strong&gt;masalah perempuan&lt;/strong&gt;. Kalau masalah perempuan ternyata hanya menjadi ajang pelampiasan dari masalah yang lain2 itu di luar perkiraan. Yang jelas, masalah perempuan ini menjadi topik utama yang saat ini tengah hot2nya dibicarakan banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku jadi inget cuplikan salah satu lagu Changcuters &lt;strong&gt;&lt;em&gt;:....wanita ....racun dunia....!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Kalau pas denger cuplikan yang ini aja terkadang bikin aku panas ati. Diskriminiatif banget kan? Tapi kalau didenger-denger lebih seksama lagi intinya sebenarnya adalah "jangan macem2 atuh sama perempuan". Jadi jangan menyepelekan makhluk yang dianggap lemah satu ini gitu loh.....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Betulkah wanita racun dunia? Apakah betul berbagai macam kasus yang melibatkan perempuan, 100% kesalahan hanya ada di pihaknya? Yang kutahu mayoritas kasus yg melibatkan perempuan ternyata menempatkan perempuan sebagai korban. Menang atau kalah tetep saja yang salah ya perempuannya. Wanitanya. Mau jadi wanita baik2 kek...mau jadi wanita nggak baik2 kek...pasti semua kesalahan selalu dilimpahkan ke atas kepalanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di jaman yang (&lt;em&gt;katanya&lt;/em&gt;) serba maju ini saja masih banyak kita jumpai sikap diskriminatif terhadap perempuan. Contohnya bisa kita liat di TV-TV :Pas ada razia PSK yang ditangkepin perempuannya saja. Sementara sang pemakai.....oo.....dengan entengnya dibiarkan tanpa diproses lebih lanjut. Bukankah "penjual" ada jika ada "pembeli"? Mengapa hanya penjual yang ditangkepin? Coba kalau dua2nya diproses, pasti tidak ada illegal hawkers lagi....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contoh lain lagi : Suami istri sama2 bekerja. Mengapa hanya istri yang masih dituntut untuk menyelesaikan semua urusan rumahan setelah pulang kerja? Kalau alasannya capek, bukankah keduanya juga capek? Mengapa susah sekali bagi seorang suami untuk "&lt;strong&gt;menawarkan&lt;/strong&gt;" bantuan kepada istrinya jika sudah berada di rumah? Mengapa lebih gampang menawarkan bantuan kepada seorang teman daripada kepada istri sendiri?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada seorang teman yang dengan enteng mengiyakan ajakan temannya untuk begadang nonton sepak bola di TV sampai larut malam. Tapi begitu susahnya menawarkan bantuan kepada istrinya untuk mencuci piring2 yang kotor sesudah makan malam. Itu tugas perempuan katanya. Lalu tugas dia apa? Beristirahat dari segala rutinitas dengan membiarkan istrinya berjibaku sendirian menyelesaikan segala urusan rumah tangga di tengah kepenatan luar biasa? Hebat betul kalau demikian. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayangnya pengorbanan perempuan terkadang seperti tidak ada artinya. Segala perjuangan dan air mata yang luar biasa terkadang dengan gampang tenggelam oleh berita2 miring, yang diakibatkan oleh beberapa gelintir perempuan yang nggak "jelas". Perempuan2 yang nggak jelas ini contohnya adalah : perempuan2 yang dengan gampang mengatasnamakan cinta untuk menjadi WIL. Padahal kalau ditelisik lebih jauh, bukan karena cintanya dia mau jadi WIL, tapi karena duit. Mana ada sih perempuan cantik manis muda kemayu mau dengan kakek2 bangkotan bau tanah kalau bukan karena duit?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagiku, pertanyaan "wanita racoen doenia" belum terjawab sepenuhnya. Karena sebenarnya hanya kadang2 saja mereka bisa jadi racun. Yaitu pas kepepet. Kebanyakan sih, para perempuan yang kukenal, adalah para perempuan hebat, yang dengan bangga berani menunjukkan eksistensi mereka sebagai seorang perempuan. Makhluk lemah namun penuh kekuatan. Lembut namun penuh ketegasan. Mayoritas setia dengan pilihannya. Dan yang penting : Berani mencintai sampai titik darah penghabisan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi....apakah betul kata Changcuters di atas : ...."wanita....racoen doenia"........&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8668638114070166445?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8668638114070166445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8668638114070166445' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8668638114070166445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8668638114070166445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/05/wanitaracoen-doenia.html' title='&quot;Wanita....racoen doenia....????&quot;'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2831438200570519230</id><published>2009-04-28T15:16:00.005+07:00</published><updated>2009-05-01T15:09:16.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Life is a blessing</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hidup adalah berkat jika engkau tahu menikmati seluruh denyutnya dalam keseharian nafasmu. Hidup adalah berkat ketika engkau mampu menyadari : "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;how beautiful life is&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;". Hidup adalah berkat ketika engkau semakin bertambah bijak seiring bertambahnya usia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang teman berkeluh kesah akan nasibnya sekarang ini. Intinya ia sedang berada dalam puncak derita (&lt;em&gt;menurut versinya&lt;/em&gt;). Semua hal yang kemarin disyukuri, berubah disesalinya. Ia merasa tidak ada seorangpun yang akan bisa menahan beban berat seperti bebannya saat ini.  Ia menyesal punya keluarga yang tidak mau tahu dan egois. Ia menyesal punya suami yang tidak perhatian dan kurang romantis. Ia menyesal tidak dikaruniai momongan meskipun telah menikah bertahun-tahun.  Ia menyesal telah mengadopsi seorang bayi sebagai anaknya. Semua ceritanya bernada menyalahkan dan menyesali keadaan. Kenapa hidup tidak berpihak kepadanya yang (&lt;em&gt;menurut perasaannya&lt;/em&gt;) penuh dengan penderitaan?  Sementara kulihat ia telah memiliki rumah dan pekerjaan tetap yang (&lt;em&gt;mungkin&lt;/em&gt;) sedang diimpikan oleh sebagian orang yang tidak memiliki pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Satu teman lainnya kurang lebih juga mengalami hal yang sama. Semua rencana masa depan yang dibangunnya gagal total dan ia harus memulai segalanya dari nol, dari awal lagi. Semua harapannya musnah begitu saja. Meninggalkan luka dan kepedihan untuk keluarganya. Hanya saja ia mungkin lebih beruntung. Ia punya seorang istri yang kuat dan selalu mendukung. Ia punya keluarga yang akan mencintanya apapun adanya dia. So, betapapun buruknya masalah yang menimpa dirinya, ia tetap bisa tersenyum dan bersyukur. Saat ini, biarpun ia &lt;em&gt;has nothing&lt;/em&gt; secara materi, ia toh masih seperti dia yang kukenal dulu. Masih suka tersenyum, tertawa, membuat lelucon, dan selalu siap mengulurkan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan, meskipun  dia sendiri mungkin lebih memerlukan pertolongan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Belajar dari pengalaman kedua temanku di atas, aku bisa belajar banyak. Sesulit apapun hidup ini, sebanyak apapun masalah yang kita hadapi, itu semua tergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan. Ketika kita melihat segala sesuatu dari sudut negatifnya saja, maka hanya akan ada kegelapan semata. Tapi jika kita mau melihat segalanya dari sudut yang positif, maka hidup bukan lagi menjadi suatu kutukan, melainkan berkat! Hari2 akan terasa selalu diliputi sinar mentari. Hangat, terang, sekaligus menjanjikan pengharapan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berbahagialah mereka yang masih mau melihat kesedihan dalam hidup sebagai suatu berkat. Dengan demikian hati dan pikiran bisa berpikir jernih : Ada apa di balik semuanya ini? Karena terkadang Tuhan ingin menegur dan berbincang dengan kita, lewat satu peristiwa yang tampaknya impossible banget. Tapi setelah dijalani dan diterima dengan ikhlas....ternyata rencanaNya begitu indah bagi kita. Bersyukurlah selagi kita masih bisa bersyukur.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena hidup adalah berkat, yang setiap waktu bisa diambil oleh Sang Pemilik Kehidupan itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2831438200570519230?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2831438200570519230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2831438200570519230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2831438200570519230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2831438200570519230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/04/life-is-blessing.html' title='Life is a blessing'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2888792456749924674</id><published>2009-04-16T12:38:00.006+07:00</published><updated>2009-04-16T15:28:53.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Menyerah?  No Way</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam hidup ini, ada banyak kita temukan orang yang gampang menyerah. Belum apa-apa, belum dicoba, sudah menyerah. Padahal, bisa jadi segala sesuatunya tidaklah begitu menakutkan seperti yang dibayangkan. Aku yakin dan percaya bahwa semua masalah bisa diselesaikan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara pribadi pantang bagiku untuk menyerah sebelum bertanding. Kalau ditelusuri toh setiap peristiwa dalam hidup selalu ada tantangan. Bisa menyenangkan, bisa menyedihkan. Tergantung bagaimana cara kita dalam menjalani segala sesuatunya, menjadi sesuatu yang minimal bisa meninggalkan kesan dalam hidup ini. &lt;em&gt;Good Impression &lt;/em&gt;dan pada akhirny&lt;em&gt;a Good Luck&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidup. Gagal mencapai cita2, gagal berumah tangga, gagal mendapatkan penghasilan tambahan, gagal dalam usaha, dsb. Kegagalan2 tersebut seringkali menjadi pil pahit yang susah sekali untuk ditelan. Rasanya menyedihkan dan menyakitkan. Bagi sebagian orang hal itu bisa menjadi racun yang mematikan. Tapi bagi sebagian orang bisa menjadi obat yang menyembuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kegagalan dalam hidup tidak semestinya membuat kita menyerah. Ia adalah riak2 yang bisa mempercantik jalan hidup kita untuk menjadi lebih indah dan lebih baik. Tanpa pernah mengalami kegagalan hidup akan terasa stagnan. Tidak bervariasi. Kegagalan adalah cambuk untuk berani bangkit dan meneruskan langkah. Never Give Up. Tidak pernah menyerah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dulu setiap kali mengalami kegagalan, sudah pasti aku bersedih hati. Tapi tidak pernah sampai menyesali nasib dan menangisi diri sendiri. Dengan menangis tidak akan ada kekuatan untuk bangkit kembali. Dengan kepala tegak dan kepercayaan yang tinggi, aku pastikan untuk memulai dari awal lagi. Mencoba lagi. Memang pada awalnya sulit sekali melihat kenyataan diri. Toh hidup harus terus dilanjutkan. Selagi aku hidup, bernafas, dan punya keyakinan, aku pasti bisa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi teman, menyerah? No way! Jangan pernah menyerah sebelum bertanding kalau tidak mau disebut pecundang. Selama hayat dikandung badan, jangan pernah menyerah. Segala sesuatu bisa dicari solusinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Contohnya : Kalau nggak bisa ngenet di kantor, ya ngenet di rumah. Kalau nggak bisa ngenet di rumah (karena gak ada komputer) ya ngenet di warnet. Kalau nggak punya uang untuk ke warnet ya cari pinjeman dulu alias ngutang. Atau kalau nggak juga kepilih semuanya ya tinggal menunggu bonus tahunan dari kantor untuk beli BB. Atau beli laptop. Jadi tinggal ngenet lagi kalau sewaktu-waktu  diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya...inti dari semuanya tadi adalah : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Don't ever give up whatever happened atuh mah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;!! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2888792456749924674?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2888792456749924674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2888792456749924674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2888792456749924674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2888792456749924674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/04/menyerah-no-way.html' title='Menyerah?  No Way'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8036341064390591415</id><published>2009-04-02T15:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-02T16:15:13.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Please, buy...!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Akhir-akhir ini ada yang berubah di kantor. Semua orang dah pada sibuk berbisnis kecuali aku. Bukan apa2 sih...dasarnya aku memang gak ada bakat untuk bisnis. Kalaupun nekad mau bisnis pasti jatuhnya bangkrut melulu...kebanyakan kena tipu. Lha gimana lagi, gak bisa liat tampang orang lain yang melas waktu ditagih, meskipun wajahku sendiri mungkin nggak kalah melas waktu menagih. Jadinya tekor dah...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pas ngrumpi jam makan siang ketauan kalau masing2 temen dah punya bisnis. Si Angel sibuk promo "Angel Cosmetique". Si Erni dengan 2nd Store-nya. Si Ria dengan jajanan yang nggak abis2 ntuh. Si Ayu dengan koleksi spreinya. Beberapa waktu lalu si Maria nawarin kopi Tanker-nya. Walah2....ini kantor opo Mini Market ya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya sih bagus juga jualan antar teman. Kalau nggak cepet laku ya cepet diutang...(maaf, kebiasaan ngredit..he..he..). Susahnya lagi sudah tau barang murah masih mau nawar lagi. Nampak kali kanker betul gitu loh...! Mentang2 antar temen. Yang susah dobel kalau sudah ngredit, masih harus ditagih dan diingetin pula kapan harus bayar. Wah...betul2 payoyeh.....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena kantor lagi terkena imbas krisis ekonomi global...ya aku sebagai teman yang baik maklum2 saja. Kura2 dalam perahu pokoknya. Biarpun dah jelas nggak boleh "dodolan" di kantor yo wis saja...yang penting nggak bocor sampai ke GM (takkanlah GM ngurusi jualannya si Erni atau Angel...kurang kerjaan apa). Yang penting pas giliran ada barang bagus &amp;amp; sesuai ukuran kantong kuembat saja. Sepertinya aku lebih cocok jadi pembeli  daripada penjual. Apalagi kalau belinya karena dipaksa....!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Temins,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga shio kalian bagus tahun ini. Supaya dengan jualan modal maksa ini bisa berjalan sukses dan lancar. Jangan lupa, kalau sudah pada berhasil jadi business woman contact me. Sapa tau aku berminat jadi konsultan kalian (dalam hal utang mengutang).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cheers&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8036341064390591415?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8036341064390591415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8036341064390591415' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8036341064390591415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8036341064390591415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/04/please-buy.html' title='Please, buy...!'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2539714933681381607</id><published>2009-03-18T12:23:00.003+07:00</published><updated>2009-03-18T12:49:51.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Caleg Norak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jadi ada seorang teman yang mencalonkan diri jadi caleg. Teman satu gereja ceritanya. Beliau mewakili salah satu partai berbasis "Kekristenan". Sebut saja partai A. Di papan kampanyenya dia tulis besar2 : &lt;strong&gt;Berjuang untuk gereja dan negara&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Waktu pertama kali liat dan baca aku berpikir : Apa nggak salah tulis orang ini? Atau jangan2 waktu mendisain papan reklame kampanyenya itu dia lagi ngigau. Berjuang untuk gereja dan negara? Pro Ecclesia et Patria??? Pengin ngakak aku sekeras-kerasnya. Sejak kapan dia mau berjuang untuk gereja dan negara? Apa yang mau diperjuangkan?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bukannya sirik atau apa. Aku hanya terheran-heran saja melihat caleg norak seperti ini. Sudah jelas2 ke gereja aja dia cuman sampai di gerbang depan doang. Tiap minggu drop istri dan anak, terus dia sendiri kabur entah kemana. Apa yang terjadi di gereja kurasa dia hanya tahu dari cerita istrinya yang notabene juga "orang baru" dalam perkumpulan. Bagaimana mungkin orang yang tidak "kenal" isi dalam Gereja bisa bicara tentang memperjuangkan orang lain?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jujur aku berharap bahwa orang2 seperti ini tidak pernah terpilih menjadi wakil rakyat. Orang yang hanya pandai bicara tapi tidak tahu dan tidak mau mempraktikkan apa yang sesungguhnya dia bicarakan. Orang2 seperti ini tidak pantas bicara mengenai berjuang untuk gereja dan negara. Dalam keluarga sendiri saja tidak bisa bertingkah laku dan bertutur seperti layaknya seorang anggota umat Allah. Apalagi menjadi seorang wakil rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pokoke dalam pemilu kali ini pilihlah orang2 yang berkapabilitas baik. Jangan asal pilih atau asal contreng. Bagi yang nggak mau milih ya jangan dipaksakan untuk milih....ntar penuh penyesalan selama 5 tahun ke depan. Udah dibikin jeleous dengan gaji anggota dewan yang menggiurkan, ditambah lagi dengan melihat mereka yang macam nggak niat bekerja mewakili rakyat. Adanya cuman berantem, ngrumpiin uang tunjangan dan kadang2 ngorok waktu sidang. Wah...wah....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selamat mencoblos wakil anda tanggal 9 April nanti. Berdoa dulu....sarapan dulu....jadi otak bisa berpikir sehat........!  Jangan tiru diriku yang emang Golput dari dulu...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;GBU&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2539714933681381607?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2539714933681381607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2539714933681381607' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2539714933681381607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2539714933681381607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/03/caleg-norak.html' title='Caleg Norak'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7164426767753949020</id><published>2009-03-16T12:05:00.003+07:00</published><updated>2009-03-25T09:25:12.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Facebook</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ceritanya secara kebetulan, minggu lalu, aku meng"iya"kan undangan seorang teman untuk gabung di jaringan pertemanan Facebook. Sebenarnya sih aku sudah lama terdaftar dalam jaringan tersebut. Tapi karena males jadi nggak pernah diupdate.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kok ndilalah iseng2 aku approve salah satu email yang hari2 nongkrong di inboxku. OK dech. I want to be your friend too....begitulah kira2. Trus what's amazing......puji Tuhan....akhirnya kutemukan beberapa sahabat yang sudah belasan tahun emang nggak pernah ketemu face to face lagi. Rasanya seperti aneh banget gitu loh.....tiba2 saja aku bisa ngrumpi dengan mereka lewat FB.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, susahnya lagi seminggu ini aku jadi terkena syndrom "FesBuk". Imbasnya aku jadi suka senyum2 sendiri. Lha ternyata sedekat ini saja toh jarak di antara kami (teman2 lama and me). Kalau tahu mereka ikutan pasti dari kemarin2 aku rajin nyambangi FB. Karena suka senyum2 sendiri orang lain jadi seneng ngeliat aku. Nice smile....! Padahal aku lagi suka terbayang-bayang dengan cerita jadul. Nggak di sekolah, nggak di rumah. Pokoke setelah diingat2 semuanya serba menggelikan. Masa muda yang menyenangkan. Untung nggak dikira gokil..senyum2 terus......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;God, thanks berat karena ternyata betul apa kata pepatah bahwa : dunia tak selebar daun kelor (daun kelor pun aku belum pernah liat). Biarpun mungkin agak norak...tapi jujur aku hepi banget....! Rasanya dikirim ke jaman dulu di mana segalanya serba menyenangkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;FB....oh...FB.....ternyata bukan hanya Richard Gere dan Brad Pitt yang bikin aku termimpi-mimpi....!. FB ternyata bisa bikin aku senyum2 sendirian. Searching teman yang sudah lama ilang dan nggak ketauan di mana rimbanya ternyata asyik juga ya.....! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7164426767753949020?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7164426767753949020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7164426767753949020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7164426767753949020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7164426767753949020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/03/facebook.html' title='Facebook'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1912715993015621722</id><published>2009-03-12T12:41:00.006+07:00</published><updated>2009-03-16T12:04:13.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Meditation On The Way</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Setiap hari, dari hari Senin sampai Sabtu, setiap berangkat dan pulang kerja, selalu ada acara "meditation on the way".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua ini bermula dari kebiasaan yang nggak biasa, lama2 jadi biasa. Merenungkan perjalanan di dalam angkot selama kurang lebih 0.5 jam hingga sampai ke tujuan (lebih jelasnya : depan tempat kerja). Dari Batuaji (rumahku) menuju Mukakuning (kawasan industri tempatku kerja). Begitu juga sebaliknya di sore hari. 0.5 jam perjalanan untuk balik ke rumah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimanapun aku patut bersyukur karena masih ada yang bisa ku"perhatikan" setiap hari. Memandang pepohonan yang berkejaran sepanjang tepian jalan, atau merenungkan biru langit yang bisa saja sewaktu-waktu mengucurkan hujan. Atau mempertanyakan mengapa banyak hutan lindung yang harus berganti dengan rumah-rumah liar tak beraturan. Atau menatap keindahan danau yang notabene airnya selalu mengalir ke rumah setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahkan kalau lagi iseng kepalaku akan penuh dengan pertanyaan2 yang seringkali menyebalkan. Mengapa si A pakai helm model seperti itu sementara si B helmnya nggak bermodel? Mengapa si dia berangkat kerja pakai nyetir mobil sendiri sementara aku harus gonta-ganti sopir naik angkutan umum (kok jadi jelous ya?). Kalau yang ini sepertinya bukan meditation on the way dech...ini ceritanya ngelamun atuh Bu...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku jadi inget bertahun yang lalu ketika baru datang ke tanah rantau ini. Semuanya serba merah. Tanah merah. Air merah (nggak merah juga sih....coklat kemerahan....). Hutan di mana-mana. Monyet juga di mana-mana. Ramai dalam kesunyian. Begitulah kira2. Nah sekarang ini seperti berbalik. Sekarang ini Batam ramai banget. Tapi hati penghuninya "sepi". Banyak waktu tersita di tempat kerja daripada di rumah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi sepanjang hari dari Senin sampai Sabtu adalah waktu belajar untuk merenungkan "hidup". Adalah kesempatan untuk "memandang" apa saja dengan hati dan jiwa. Menyelam masuk ke dalam apa yang terpampang di depan mata. Belajar mensyukuri apapun yang sekarang ada. Dengan demikian jarak dan waktu sepanjang hari terlewati tidak akan pernah menjadi sesuatu yang membosankan, karena semua begitu "indah" untuk dinikmati.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1912715993015621722?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1912715993015621722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1912715993015621722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1912715993015621722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1912715993015621722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/03/meditation-between-batuaji-and.html' title='Meditation On The Way'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7426842191607437627</id><published>2009-02-06T16:19:00.006+07:00</published><updated>2009-02-13T10:22:13.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Sahabat atau Teman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sahabat artinya hampir mirip dengan teman. Dalam kamus Indo - Inggris teman ditulis "friend". Dia bisa diartikan teman kerja, teman beraktifitas, teman ngrumpi, teman main dan teman macem2 lainnya. Jadi benar2 teman thok. Kalau sahabat di tulis lebih panjang lagi : "a close intimate friend". Artinya teman dekat atau dia &lt;strong&gt;&lt;em&gt;lebih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dari sekedar teman. Punya makna yang sangat dalam daripada sekedar teman. Lebih berarti. Lebih dekat di hati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terkadang kita punya banyak teman. Tapi belum tentu punya banyak sahabat. Teman yang hanya sekedar teman bisa saja datang dan pergi silih berganti. Ia laksana angin yang tak tentu arah perginya. Kadang begitu cepat ia datang, namun dengan cepat pula ia menghilang. Kesan yang ditampilkan hanya sebentar. Atau sering tidak berkesan sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beda dengan sahabat. Ia senantiasa menimbulkan kesan. Ada perasaan sayang. Ada perasaan saling membutuhkan. Ada perasaan saling mengerti dan empati. Ada satu rasa penghubung yang secara kasat mata menjembatani hati. Sahabat selalu mau berbagi, apapun adanya kita. Dia akan selalu ada untuk menjadi telinga kita. Dia akan selalu siap menjadi keranjang sampah dari segala uneg2 kita. Dia akan selalu ada di saat kita senang maupun dirundung duka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Persahabatan tidak bisa dipisahkan oleh jarak atau waktu. Tidak dibatasi oleh usia tua atau muda, tidak pula oleh perbedaan gender. Sahabat tidak mengenal suku, agama, atau beda negara. Ia melampaui segala batas ruang dan waktu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bersyukurlah jika saat ini kita masih memiliki sahabat. Lebih bersyukur lagi jika kita bisa memiliki lebih dari satu sahabat. Persahabatan mencerminkan siapa adanya kita. Kehadirannya mewakili hakikat kita sebagai seorang manusia yang masih membutuhkan manusia lainnya. Dengan memiliki sahabat, hidup kita menjadi lebih berwarna. Tidak hanya berkutat di satu sisi. Tidak hanya pandai meminta, tetapi juga punya keinginan untuk memberi. Tidak hanya pintar berkata-kata, tapi juga mau belajar untuk mendengar. Hidup akan menjadi lebih indah dengan kehadiran seorang sahabat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana dengan kalian?  Apakah sahabat atau teman yang kalian pilih?  It's up to you....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7426842191607437627?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7426842191607437627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7426842191607437627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7426842191607437627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7426842191607437627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/02/sahabat-atau-teman.html' title='Sahabat atau Teman'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4578827588951541848</id><published>2009-01-12T09:12:00.007+07:00</published><updated>2009-02-16T10:44:03.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Kangen</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pernahkah kau merasakan kangen? Atau bahasa puitisnya pernahkah kau dilamun rindu?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasa kangen adalah rasa yang tiba-tiba muncul dalam hati , karena dijauhkan atau berjauhan dengan seseorang yang kita cintai. Rasanya seperti digantungi batu yang sangat berat dan membuat kita jadi "&lt;em&gt;termehek-mehek&lt;/em&gt;" dengan nasib kita. Terkadang orang yang kejangkitan jadi nampak linglung dan bisa  senyum2 atau menangis sendirian. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Masalahnya rasa kangen bisa menimbulkan "penampakan" yang aneh-aneh. Bisa saja makanan yang paling enak jadi terasa gak enak. Atau suasana cerah jadi terasa menyedihkan. Bisa jadi pasangan kita yang paling menyebalkan pun malah nampak seperti "Brad Pitt" (Brad Pitt dari Hongkong kale..!!) sehingga kita tunggu2 terus kehadirannya. Dan terkadang mata berkunang-kunang pengin merem terus supaya bisa mengenangkan hal2 manis yang mungkin masih bisa dikenang. Atau bisa juga malah sering marah2 gak jelas. Ujung2nya darah tinggi. Penyakit juga kan namanya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Efek kangen ini memang "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;jlimet&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;". Bahasa kerennya "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;very complicated&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;". Bayangkan saja. Ia dengan tiba-tiba bisa mencuri bobot badan kita tanpa bilang-bilang dulu. Kalau kemarin2 nurunin berat badan saja susahnya minta ampun sekarang is very2 easy banget. Tinggal bengong saja sepanjang hari. Apalagi bengongnya sambil nontonin foto orang yang kita kangeni. Dijamin masalah over weight bisa teratasi. Nggak perlu repot2 diet atau olah raga. Tapi kalau bengongnya sambil ngemil ya....capek dech....!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kangen juga bisa membuat suram wajah dunia. Orang lain ditanggung "&lt;em&gt;males&lt;/em&gt;" lihat wajah kita yang menyedihkan dan memelas. Otomatis mereka sebisa mungkin akan menghindari ketemu kita. Takut kena kutuk...he...he...! Masih lumayan kena kutuk. Yang serem lagi kalau kena semprot omelan (sekaligus ludah) yang gak jelas juntrungannya gara2 dilanda kangen.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lebih parah lagi kalau rasa kangen tidak terbalas. Dalam arti orang yang kita kangeni nggak tahu atau bahkan nggak pernah tahu kalau dikangeni. Wah.....bisa2 nekat gantung diri di bawah pohon cabe. Bagusnya lagi kalau rasa kangen bisa diungkapkan dengan baik, benar dan tepat sasaran. Dengan demikian ia akan tersalur dan nggak tersimpan jadi bisul. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi my dear friends, ungkapkanlah rasa kangenmu tanpa sungkan2 atau malu. Daripada wasting time gitu loh....! Sapa tahu di hari Valentine tahun ini ada yang kesampaian ketemu jodoh atau kesambet jodoh.....bagi yang masih single......! Bagi yang sudah married sih...itung2 ngurangin budget untuk diet....! Sapa tau soulmate kita jadi tambah sayang kalau liat kita tambah langsing. Kalau hasilnya si doi tambah "eneg" ya itu di luar jangkauan dan di luar perkiraan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(&lt;strong&gt;Diselesaikan di hari&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Valentine 14 Feb'2009&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4578827588951541848?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4578827588951541848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4578827588951541848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4578827588951541848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4578827588951541848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/01/kangen.html' title='Kangen'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4685219406430037326</id><published>2009-01-05T10:50:00.004+07:00</published><updated>2009-01-07T10:09:44.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Welcome 2009</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tahun baru kali ini dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang teman kerja yang serba mendadak. Mengapa disebut mendadak karena tidak ada firasat sama sekali menjelang kepergiannya. Sehari sebelumnya kami bahkan sempat saling ganggu dan saling ejek di kantor. Tidak disangka keesokan harinya, pas tanggal 1 Jan pula, ia pergi dengan meninggalkan "setitik" nila. Meninggal dalam kecelakaan lalulintas, ditemani seorang cewek yang bukan istrinya dan saat ini sedang koma di rumah sakit. Nah lo...!!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi pelajaran apa yang bisa kuambil dari hal tersebut? Cerita tentang sebuah ketidakjujuran? Atau cerita tentang "upah" dari sebuah ketidaksetiaan? Tidak dua-duanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku hanya merenung : Di tahun baru ini, apakah aku mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Satu tahun itu ada 365 hari. Dari 365 hari itu seberapa banyak aku akan menggunakannya untuk hal2 yang bermanfaat dalam hidup ini? Itu pun kalau Tuhan memberiku waktu 365 hari penuh. Kalau tidak?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang teman berbicara seolah-olah duit adalah segala-galanya. Dia bisa melakukan segala sesuatu dengan uangnya. Tidak ada yang tidak bisa dibeli dengan uang. Jadi prioritas hidupnya adalah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurutku memang betul apa yang dikatakannya. Uang bisa melakukan apa saja. Hanya saja ia mungkin lupa, atau bahkan tidak tahu. Ada satu hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli dengan uang. Yaitu &lt;strong&gt;kasih sayang&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kasih sayang tidak bisa dibeli di mall2. Kasih sayang tidak tersedia di toko-toko. Pun ia tidak ada begitu saja. Ia ada di hati orang yang mampu menyadari betapa berharganya hidup. Betapa bernilainya keluarga. Betapa berartinya teman dan sahabat. Kasih sayang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Ia melampaui segala batas ruang dan waktu. Kasih sayang adalah harta karun yang tak kan lekang sepanjang jaman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, belajar dari semuanya itu, sedikit banyak aku tahu prioritasku di tahun baru ini. Memberi perhatian lebih untuk keluarga kurasa lebih bijaksana daripada melakukan hal2 yang tidak berguna. Mengurangi kemarahan, kecerewetan dan keegoisan terhadap anak2 dan suamiku menjadi target nomor satu. Kurasa seorang ibu dan seorang istri yang penuh kasih sayang akan senantiasa dikenang daripada seorang ibu yang mata duitan dan banyak tuntutan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga ada banyak kesempatan untuk : Lebih banyak membagikan senyum dan tawa. Lebih banyak berbagi simpati dan empati. Lebih banyak melihat dan mendengar. Lebih banyak bersyukur. Dan tentu saja lebih banyak berdoa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setiap hari adalah baru dan begitu sayang untuk dilewatkan. So, what's about you friends?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4685219406430037326?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4685219406430037326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4685219406430037326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4685219406430037326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4685219406430037326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2009/01/welcome-2009.html' title='Welcome 2009'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4272431184622918712</id><published>2008-11-24T16:20:00.004+07:00</published><updated>2008-12-11T16:44:53.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Belajar dari Kebodohan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Aku yakin, masing2 kita pernah melakukan kebodohan2. Kebodohan2 tersebut bisa jadi menjerumuskan kita pada suatu situasi yang tidak kita harapkan dan tidak kita inginkan. Hanya saja karena sudah terlanjur dilakukan, maka biasanya tinggal penyesalan semata yang kita dapatkan. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menghadapi langkah ke depan setelah kebodohan2 yang kita lakukan. Berani melanjutkan langkah atau berhenti di tengah jalan karena kalah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Teman, tidak semua kebodohan itu buruk. Bisa jadi kebodohan2 itu malah menjadi senjata andalan kita untuk mendewasakan diri. Dewasa dalam menghadapi tantangan hidup yang tidak mudah. Dewasa dalam pikiran dan perbuatan.  Dan yang penting adalah berani bangkit lagi untuk berjalan dari awal. Berani menatap masa depan. Memang tidak mudah, tapi semua bisa dicoba. Hanya pecundang yang mengaku kalah sebelum melakukan pertempuran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku banyak belajar dari kebodohan yang pernah kulakukan. Kebodohan yang terjadi karena egoisme dan gejolak rasa masa muda. Kebodohan yang kulakukan tanpa pikir panjang dan tanpa perhitungan. Ujung2nya memang hanya penyesalan yang kudapatkan. Tapi apakah semuanya akan selesai hanya dengan meratapi nasib dan menyesali diri? Kupikir tidak! Sesuatu perlu dilakukan. Suatu sikap tegar dan gagah berani perlu ditegakkan. Dengan demikian aku bisa berjalan menyongsong hari depan tanpa rasa malu dan ragu2.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tuhan adalah Guru yang sangat brilian. Dia tidak pernah mengatakan bahwa kita bodoh. Dia ingin kita belajar dari kebodohan tersebut. Dia mengajar kita karena tahu bahwa kita memang bodoh. Kalau sudah pintar, apa perlunya mendapatkan pengajaran? Dengan menyadari kebodohan kita dan mau belajar daripadanya, niscaya kita akan menjadi manusia yang kuat dan mampu bertahan apapun situasinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari kebodohan2 yang pernah kita lakukan......sesungguhnya kita bisa berganti rupa.... dari manusia lama.....menjadi manusia baru........&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4272431184622918712?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4272431184622918712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4272431184622918712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4272431184622918712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4272431184622918712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/11/belajar-dari-kebodohan.html' title='Belajar dari Kebodohan'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6987251721460654408</id><published>2008-11-11T16:47:00.005+07:00</published><updated>2008-11-12T15:47:54.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Apa Salahnya Melajang Forever?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa teman yang masih nekad menjomblo di usia 30-an sering mengungkapkan keluh kesahnya akibat kejombloannya. Beberapa rekan yang memang masih muda juga sering mengungkapkan uneg-unegnya dan tanpa sadar menyesali diri kenapa kok "ora py2" gitu lo...! Ora py2 itu maksudnya ora payu-payu alias tidak laku. Lha kok kayak cabe rawit aja ya....!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dulu, kalau aku dicurhati seperti itu waktu masih belum married, dengan bersemangat aku akan menjawab : &lt;strong&gt;Memang kenapa kalau harus single forever? Nggak boleh? Siapa yang nggak bolehin? Kan suka-suka kita mau single terus atau nggak.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, setelah aku sendiri married, maka aku belajar untuk menjadi sedikit lebih bijak dengan mengatakan : &lt;strong&gt;Sabar. Jodoh itu ada di tangan Tuhan.&lt;/strong&gt; Padahal kan Tuhan tidak ada kait mengait dengan urusan jodoh ini. Bisa jadi biarpun sudah dilarang oleh Tuhan, sudah diperingatkan, kita tetap akan jalan juga dengan yang namanya jodoh. Sudah lupa dengan pepatah jodoh di tangan Tuhan. Hanya saja dengan percaya bahwa semua itu sudah diatur olehNya maka kita tidak perlu dag dig dug menantikan siapa jodoh kita nantinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara pribadi, aku berpendapat, tidak ada yang salah dengan melajang forever. Memang kenapa? Kalau dengan hidup sendiri kita bisa melakukan banyak hal untuk diri sendiri dan orang lain, why not? Sekarang toh bukan jaman kuda lumping di mana kalau nggak cepet married maka akan gantung diri karena malu. Sekarang adalah jaman di mana perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk menentukan hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak contohnya kok bahwa orang lajang bisa menjadikan dirinya sendiri mencapai kebahagiaan. &lt;strong&gt;BAHAGIA&lt;/strong&gt;. Itulah yang dicari. Kalau menikah malah membuat kita susah dan sakit hati mengapa harus dipaksakan untuk menikah? Selagi kita belum sanggup untuk mengalahkan keegoisan diri dan belum sanggup untuk bisa memberikan kata maaf, aku sarankan untuk tidak menikah saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak ada yang salah dengan melajang forever. Yang salah adalah situasi dan kondisi yang sering melemparkan kita pada suatu penghakiman manusiawi. Melemparkan dan membuat kita meratapi nasib serta menyesali keberadaan diri sendiri. Ujung2nya kembali kita menyalahkan Tuhan : Katanya jodoh di tangan Tuhan. Tapi ditunggu kok nggak datang2 ya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Buat my friends yang masih melajang. Bukannya aku sok menggurui atau menasehati. Tapi rasa terburu-buru malah akan membuat kita terpuruk nantinya. Percayalah. Yakinlah. Bahwa apapun pilihan hidup kita semua ada konsekuensinya. Mau menikah atau mau melajang apa bedanya? Semua tergantung kepada kita sebagai si pelakon kehidupan. Untuk urusan lain2nya, serahkan saja pada Sang Sutradara, yaitu Dia, yang empunya lakon itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6987251721460654408?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6987251721460654408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6987251721460654408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6987251721460654408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6987251721460654408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/11/apa-salahnya-melajang-forever.html' title='Apa Salahnya Melajang Forever?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8647404037538423236</id><published>2008-11-07T15:02:00.004+07:00</published><updated>2009-01-05T10:49:11.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Rumah Masa Depan?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Seminggu yang lalu aku dan teman2 kantor pergi melayat ke rumah seorang teman yang kakaknya meninggal dunia karena sakit. Masih muda. Baru 40 tahun. Penyebabnya sederhana saja. Mula2 dikira salah urat setelah mengangkat beban berat. Trus dipijet dan tiba2 saja parah seperti orang kena stroke. Hanya dalam itungan bulan dan semuanya selesai. Kakak tersebut berpulang ke pangkuan Ilahi dengan meninggalkan dua orang anak yang masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kematian datang seperti pencuri. Bisa jadi betul apa kata Kitab Suci. Ia datang tanpa diundang dan seringkali datangnya mengejutkan. Tua muda miskin kaya pada saatnya nanti akan mati. Tidak tahu kapan. Anytime Tuhan mau maka habislah waktumu. Jadi kemana kita akan pulang?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pengalaman beberapa kali menjenguk orang yang sudah meninggal, baik di kampung halaman maupun di perantauan membuatku sering introspeksi diri. Manusia diciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Pada akhirnya dia akan kembali kepada ketiadaan juga. Kembali kepada yang empunya kehidupan dan kematian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memandang sosok tubuh terbujur kaku adalah duka yang paling dalam. Bersimpuh dalam tatap mata menerawang memandang raga tak berdaya adalah kepedihan tak terkata. Bisa jadi tubuh itu adalah tubuh orang2 yang kita sayangi. Orang2 yang mungkin kemarin masih bisa kita peluk dan kita cintai. Atau bisa jadi tubuh itu adalah manifestasi diri kita sendiri. Suatu saat nanti, entah hari ini, entah esok hari, kita semua akan menghadapi hari tersebut. Saat kita dipanggil pulang ke keabadian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, rumah kita nanti hanyalah sepetak tanah ukuran very small, sesuai ukuran tubuh kita masing-masing. Sebuah rumah masa depan yang kita sebut : Kuburan. Rangkaian bunga dan ukiran nisan paling indah hanya akan menjadi sebuah simbol semata. Intinya adalah : Apakah rumah masa depan bagi jiwaku, sama dengan rumah masa depan bagi ragaku? Kuyakin tidak. Karena bagi orang yang percaya, kematian adalah permulaan hidup yang kekal.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8647404037538423236?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8647404037538423236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8647404037538423236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8647404037538423236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8647404037538423236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/11/rumah-masa-depan.html' title='Rumah Masa Depan?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5950809679909386788</id><published>2008-11-07T09:04:00.004+07:00</published><updated>2008-11-07T10:39:17.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Manusia Yang Kebingungan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam hidup ini kita sering menyepelekan Tuhan.  Menganggap bahwa apapun yang kita lakukan toh tidak berarti apa-apa bagi Dia.  Sering  bersikap semau gue.  Mentang-mentang Tuhan itu Maha pengampun maka kita sanggup melakukan apa saja yang kita "&lt;em&gt;anggap&lt;/em&gt;" benar tanpa rasa bersalah sama sekali.  Toh Tuhan  tidak kelihatan.  Dia hanya ada dalam kotbah2 di masjid2 atau di gereja2.  Dia hanya ada dalam kitab-kitab suci agama.  Dia tidak nyata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika anakku sulung bertanya apakah Tuhan sungguh ada atau tidak.  Aku sempat tercenung.  Bingung mau menjelaskan apa.  Bagaimana aku harus menjelaskan Tuhan yang tak kelihatan kepada anak berusia delapan tahun?  Aku sendiri baru meyakini bahwa Tuhan sungguh ada ketika banyak peristiwa dalam hidupku mengajarkan demikian.  Secara pribadi aku sungguh mengalami bahwa Dia ada dan nyata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi kukatakan pada anakku : "Kak, Tuhan itu sungguh ada.  Kalau tidak, bagaimana mungkin wajah kakak begitu mirip dengan wajah Ayah?  Mirip 'plek' !  Padahal Bunda nggak pernah pesen cetakan pada siapapun juga.  Siapa yang membuat wajahmu begitu indah anakku?  Atau siapa yang punya ide menciptakan udara sehingga manusia bisa bernafas dan hidup?  Bunda tidak yakin ada manusia yang sanggup melakukannya."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku ingat dalam hidupku, Tuhan sering menjadi kambing hitam.  Sering menjadi tempat pembuangan sampah dari berbagai masalahku.  Saat  senang aku seringkali lupa kepada siapa aku kemarin memohon-mohon minta kesenangan itu.  Saat terluka aku malah mengumpat dan menyalahkan kenapa Tuhan memperlakukan aku seperti itu.  Aku hanya pandai memohon dan menuntut pertolongan, tapi tidak pandai berterima kasih dan memohon pengampunan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bisa jadi aku adalah tipe manusia kebingungan yang banyak dijumpai di muka bumi ini.  Bingung dengan keberadaanku sebagai seorang manusia.  Bingung melakukan sesuatu yang nyata.  Sesuatu yang menunjukkan aku adalah seorang manusia.  Manusia yang sudah jelas berbeda dengan makhluk lainnya.  Manusia yang punya hati dan jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan hati dan jiwa Tuhan memberikan aku kebebasan.  Kebebasan untuk memilih kejahatan atau kebaikan.  Ketika aku memilih kejahatan, sudah pasti aku menyepelekan Tuhan.  Ketika aku memilih kebaikan, aku seringkali diliputi keragu-raguan.  Ini juga menyepelekan Tuhan.  Rasa kurang percaya.  Rasa ketidakyakinan.  Meragukan apakah Tuhan sungguh2 ada.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika aku masih menjadi manusia yang serba kebingungan.  Aku berharap Tuhan yang kukenal tidak ikut bingung melihatku.  Dan aku yakin Tuhan tidak akan kebingungan.  Mungkin aku akan tersaruk dan tersandung dalam perjalananku.  Mungkin juga aku akan berteriak dan tertawa girang dalam peziarahanku.  Namun tetap kuyakin, Tuhan  tidak akan bingung.  Dia sungguh mengenalku.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5950809679909386788?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5950809679909386788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5950809679909386788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5950809679909386788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5950809679909386788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/11/manusia-yang-kebingungan.html' title='Manusia Yang Kebingungan'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1962307558676337417</id><published>2008-10-18T10:55:00.006+07:00</published><updated>2008-10-20T08:55:12.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Penyakit Kronis</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dua hari ini penyakit lamaku kambuh. Hilang akal kalau baca buku bagus. Penyakit ini sempat kronis waktu mudaku dulu. Cuman karena kesibukan ngurus 3 kurcaci yang nggak bisa diem penyakit ini sempat sembuh dan kehidupanku berjalan normal2 saja.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa bulan lalu seorang teman meminjamkan buku 'Laskar Pelangi' nya Andrea Hirata. Trus dua hari lalu dipinjemi buku lanjutannya yang berjudul Sang Pemimpi dan Edensor. Nah itulah sebabnya penyakit lamaku kambuh lagi. Aku terhipnotis dan dibuat sinting oleh bukunya si Andrea.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hidupku, gaya bahasa ciamik dan memikat, penuh kata2 indah namun tidak norak, itu hanya bisa dibuat oleh Romo Mangun Pr. Buku2nya dalam trilogi Roro Mendut, Lusi Lindri dan Genduk Duku pernah membuatku mabuk kepayang. Baguuus.....banget. Ternyata, ada juga yang bisa menyaingi Romo Mangun.....yaitu Andrea Hirata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya sih aku spesialis baca buku detektif dan agak2 horor karangan Agatha Christie. Trus melenceng dikit ke buku kriminal berbau hukum karangan John Grisham. Ada juga Sidney Sheldon yang novel cintanya berbau kriminal . Hanya saja kalau ada buku bagus selain ketiga pengarang favoritku itu aku tetep saja bisa dibikin sinting. Sama seperti Romo Mangun, si Andrea mampu membawa pembaca ke dalam dunia yang diceritakannya. Bahasanya itu lho.....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya penyakitku ini nggak berbahaya juga. Hanya saja mungkin sangat menyebalkan untuk beberapa orang. Bagaimana tidak? Kalau sudah baca aku seperti orang tunarungu. Setiap ditanya jawabannya cuma...ngg.....ehm.....ohh......hee.....serta kalimat lain yang serba nggak jelas. Orang yang nanya jadi stress dan gerem pengin lempar pakai sandal. Dulu ibuku suka stress kalau aku sudah mulai baca. Semua orang dianggep nggak ada. Yang ada hanyalah aku dan buku. Titik. Sampai2 alur ceritanya pun bisa masuk ke dalam mimpi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi saranku, kalau kalian suka membaca, membacalah dengan biasa2 saja. Jangan terlalu menghayati. Nanti kalian bisa terkena insomnia alias nggak bisa tidur nyenyak. Yang ada setelah baca badan malah pegel2 dan pikiran lelah karena ikut terbawa alur cerita. Menurutku, baca Donal Bebek lebih asyik.....dan..... gak bikin kita hilang ingatan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1962307558676337417?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1962307558676337417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1962307558676337417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1962307558676337417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1962307558676337417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/10/penyakit-kronis.html' title='Penyakit Kronis'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2264513075664001346</id><published>2008-10-15T12:23:00.003+07:00</published><updated>2008-10-15T15:54:21.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Open House di Rumah Pak Ratmin</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jadi ceritanya kami beberapa orang yang spesial....(ciee....spesial nih yeee...) diundang untuk 'Open House' di rumah Pak Ratmin. Maksute bukan 'mbukak rumah' tapi diundang makan2 dalam rangka halal bihalal lebaran dengan Pak Ratmin sekeluarga.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oya, Pak Ratmin itu adalah salah satu staff di kantor kami, yang biasa dimintain tolong untuk nyiapin berbagai macam keperluan kalau ada tamu seperti mempersiapkan ruang meeting, masang projector, ngeset mike, de.el.el. Pokoke Pak Ratmin itu orang penting karena kalau nggak ada dia kita2 yang Gaptek bisa kelabakan dibikinnya karena nggak tahu apa yang mau dicolokin dan kemana mau dicolokin (kabelnya gitu lho).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pas hari Jumat minggu lalu, sepulang kerja, jadilah kami pergi. Ada sekitar 10 orang kelaparan yang bisa datang. Yang lain sibuk dengan kesibukannya masing2. Sampai di sana kami salam2 sebentar dengan keluarga yang punya rumah (sambil intip2 menunya apa ya?). Trus tak lama kemudian yang dinanti-nantikan pun tiba. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada gurame bakar buesar2 sebesar lengan. Ada lalapan, pete, sambel trasi komplit plus sambel kecap. Ada ikan asin favoritku. Ada buah melon (yang meskipun masih setengah mateng tapi lumayan manis). Semuanya dalam ukuran berlebih mengingat yang datang hanya sedikit. Jadi para orang kelaparan pun mulai menyantap hidangan nan lezat, yang disediakan oleh istri Pak Ratmin tercinta. Trus terang, waktu nulis ini, aku hampir ngeces teringat sedapnya gurame bakar dicocolkan ke sambel kecap.....nyamm.......&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi pelajaran apa yang bisa diperoleh dari Open House tahun ini di rumah Pak Ratmin?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahwa untuk makan uenaak tenan nggak perlu pergi jauh2 ke Mall. Bahwa open house yang macam ini bisa diulangi lagi tahun depan. Bahwa yang namanya makanan enak belum tentu yang mengandung banyak lemak. Bahwa biarpun bukan open house aku mau kalau diundang lagi acara seperti ini (kita saweran gitu lho...he..he...). Bahwa Pak Ratmin sekeluarga is the best. Bravo untuk Pak Ratmin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2264513075664001346?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2264513075664001346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2264513075664001346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2264513075664001346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2264513075664001346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/10/open-house-di-rumah-pak-ratmin.html' title='Open House di Rumah Pak Ratmin'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2147139107241394275</id><published>2008-10-04T08:41:00.006+07:00</published><updated>2008-10-17T10:43:20.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Senyuman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Seringkali aku heran, jika bertemu dengan orang yang susah sekali untuk tersenyum. Padahal menurutku, tersenyum itu nggak susah kok. Tinggal buka mulut.....yang tentu saja jangan terlalu lebar (karena kalo terlalu lebar itu namanya bukan senyum lagi...tapi "mringis")....mata menyapa ramah....! Lagipula tersenyum ke orang lain itu banyak berkahnya lho...! Sudah gratis...bikin orang lain seneng lagi....karena disapa....diberi senyuman.....! Otomatis itu akan membuat orang lain ikut seneng.....mak nyuss.....adem rasanya...!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada satu acara di televisi yang beberapa waktu lalu sempat kutonton. Kalau nggak salah itu di kota Klaten. Ada satu terapi bagaimana untuk membuat hidupmu menjadi lebih indah...lebih berwarna. Ini bukan masalah senyuman lagi. Tapi masalah tertawa. Namanya &lt;strong&gt;Terapi Tertawa&lt;/strong&gt;. Sejenak aku dibuat melongo. Lho...masak tertawa saja mesti pakai terapi sih? Aku jadi mikir, apa sudah begitu menyedihkannya hidup ini sehingga orang jadi susah tersenyum...apalagi tertawa?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata terapi tersebut (menurut moderatornya) terbukti mengurangi stress dan bisa menghindarkan diri dari penyakit. Pesertanya lumayan banyak. Kebanyakan orang tua. Mungkin mereka memang golongan yang sudah sulit tertawa dan golongan banyak penyakit...he..he...jadi mau aja ikutan terapi macam itu. Siapa tahu terapi tertawa bisa meminimalisir hidup yang sudah susah ini menjadi lebih fresh dan bahagia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari buku Dale Carnegie tentang Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia ditemukan bahwa percentase terbesar penyebab kanker usus dan gangguan penyakit lainnya, itu karena orang menjadi gampang stress dan merasa tidak bahagia dalam hidupnya. Orang yang gampang tersenyum dan mampu survive dalam hidup adalah orang yang jauh dari penyakit aneh-aneh. Betul tidaknya ya mari dibuktikan sendiri dech. Yang jelas para pelawak di Indonesia itu matinya karena kalau nggak kena tumor otak ya karena terlalu santai dalam hidup. Bisa jadi karena mereka terlalu sering "melawakkan" banyolan yang gak lucu dilucu2in sih. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak lho keuntungan yang kita dapat kalau kita gampang tersenyum. Apalagi kalau dengan gampang pula kita bagikan ke orang lain (Yang penting nggak senyum2 sendirian aja. Ntar dikira Gokil). Keuntungannya kita jadi punya banyak teman. Trus tampang kita jadi nggak serem diliatnya. Coba bayangkan. Orang cantik saja kalau nggak pernah senyum jadi menyeramkan. Apalagi orang.......ehm...ehm....! Selain itu senyuman akan membuat seseorang jadi nampak 10 tahun lebih muda dari usianya. Tahu Laila Sari kan? Nenek centil satu itu umurnya sudah di atas 70an....tapi masih nampak energik dan menyenangkan. Memang sih giginya sudah ompong semua...tapi suaranya masih kenceng kayak peluit kereta api.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi dearest friends, apa salahnya kalau mulai hari ini kita canangkan hari senyuman. Minimal untuk diri sendiri dan maksimal untuk lingkungan sekitar. Siapa tahu dengan memperbanyak senyuman makin banyak orang yang naksir kita (bagi yang masih jomblo). Siapa tahu juga dengan memperbanyak senyuman ada orang yang dengan sukarela menghibahkan warisannya untuk kita (ini mimpi saya). Siapa tahu juga dengan memperbanyak senyuman kita nggak perlu lagi sering2 pergi ke Klinik atau beli obat sakit kepala karena sibuk mikirin kesalahan orang lain. So....who knows gitu lho....!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2147139107241394275?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2147139107241394275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2147139107241394275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2147139107241394275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2147139107241394275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/10/senyuman.html' title='Senyuman'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1276136119994480470</id><published>2008-08-19T11:23:00.003+07:00</published><updated>2008-09-12T16:26:41.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Apapun pendapat miringmu tentang negara ini, simpan saja untukmu hari ini. Dirgahayu Negeriku Tercinta! Semoga Lekas Sembuh!" (Kwinta Masalit, 17.08.08 07.16am)"Mari Bung, rebut kembali!" (Lini, 17.08.08 07.20am)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalimat di atas adalah cuplikan email yang kuterima dari seorang teman pagi ini. Kalimat tersebut begitu menyentuh hatiku karena memang begitulah yang ada dan terjadi pada negeriku tercinta yang dipanggil &lt;strong&gt;Indonesia. &lt;/strong&gt;Aku merasa bahwa apapun pandangan miring orang tentang Indonesia, aku selalu merasa bangga menjadi orang Indonesia. Meskipun dalam 63 tahun kata merdeka masih menjadi jargon tong kosong nyaring bunyinya, aku toh tetep cinta Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bisa jadi aku tak lagi mengenang kemerdekaan bangsaku dari penjajahan dengan mengikuti upacara bendera seperti waktu aku masih muda. Bisa jadi rasa nasionalismeku sudah banyak tergerus oleh situasi dan carut marut negeri ini dalam kurun waktu 37 tahun usiaku yang memupuk kekecewaan ketika menyaksikan negara ini tak juga belajar dari generasi ke generasi. Bisa jadi aku memang tak seidealis dulu lagi. Tapi paling tidak, aku masih menyimpan kenangan akan indahnya kekayaan bumi pertiwi dan keragaman yang dimiliki oleh negeri ini. Itulah yang membuatku bertahan dan menyimpan rasa cinta ini, untuk sebuah negeri yang suam2 kuku, yang hidup segan mati tak mau, yang merdeka tidak terjajahpun tidak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika anakku sulung bertanya kenapa dia harus pergi upacara bendera di sekolah, pas tanggal 17 Agustus, dengan bersemangat kujawab bahwa selain itu sudah tugas dari sekolah hari itu adalah HUT Indonesia. Jadi semua orang Indonesia boleh memperingatinya antara lain dengan upacara bendera. Kalau Bunda masih sekolah mungkin Bunda juga akan datang upacara bendera. Dan dengan bersemangat pula anakku pergi melangkahkan kaki ke sekolah untuk mengikuti upacara.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aku melongok depan rumah. Tidak ada bendera merah putih yang berkibar seperti ketika masih tinggal di kampung. Tidak ada karnaval lucu2 yang mempertontonkan kerukunan di antara sesama anak bangsa. TV pun tidak menyiarkan acara yang special. Kebanyakan berisi acara gosip bertopengkan peringatan HUT RI oleh para artis yang kalau ditelusuri isinya sekedar omong kosong ngalor ngidul nggak karuan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sepertinya rasa nasionalismeku memang berkurang. Dan aku tidak seidealis dulu lagi. Tapi paling tidak masih bisa kukenang para pahlawan bangsa yang dulu buku Otobiografinya suka kubaca berkali-kali. Sukarno, Hatta, Soedirman, Pangeran Diponegoro, dll....dll....! Paling tidak aku masih bisa belajar bahwa sesungguhnya perjuangan butuh pengorbanan. Bahwa perjuangan mereka dulu tidak sia-sia. Bahwa akan selalu ada harapan di atas wajah negaraku yang buram.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, apapun kata orang tentang negaraku, tentang bangsaku, aku akan tetep cinta. Meskipun banyak hal yang tidak memerdekakan dalam pelaksanaanya, aku akan selalu cinta. Paling tidak aku masih punya kesempatan bagaimana memerdekakan diri sendiri. Paling tidak aku bisa belajar membagikan kemerdekaan itu untuk anak2ku, untuk suamiku, untuk keluargaku, untuk teman2ku. Kemerdekaan untuk tidak merasa diintimidasi, kemerdekaan untuk saling menyayangi dan menghargai, kemerdekaan untuk berpikir positif dan meraih kemenangan bukan dengan cara yang curang, kemerdekaan untuk bisa saling berbagi dan mengisi, kemerdekaan yang membuat orang lain merasa aman, nyaman dan gembira.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apapun kata orang, ingin kukatakan,"Selamat Ulang Tahun Indonesiaku. Ingatlah selalu betapa aku cinta padamu!"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1276136119994480470?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1276136119994480470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1276136119994480470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1276136119994480470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1276136119994480470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/08/selamat-ulang-tahun-indonesiaku.html' title='Selamat Ulang Tahun Indonesiaku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1589433909129075045</id><published>2008-07-24T10:21:00.003+07:00</published><updated>2008-07-24T12:41:33.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Belahan Jiwa?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#6666cc;"&gt;Aku ingat dulu waktu diajak married, aku iya saja. Nggak tahu kenapa. Nggak perlu pikir panjang untuk mengatakan iya. Bukan karena keburu-buru atau takut nggak laku. Apalagi takut jadi perawan tua. Married nggak married toh nantinya pasti menjadi tua, kan? Hanya saja waktu itu mantep aja rasanya. Nggak ada keragu-raguan. Bisa jadi karena rentang waktu 9 tahun saling kenal sudah terlalu lama untuk ukuran sebuah pertemanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Jadi kalau sekarang ditanya lagi kenapa dulu mau married sama si doi, aku juga bingung. Yang ada jawabnya hanyalah : &lt;strong&gt;"Because I believe you"&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Mungkin orang lain bingung juga, kok believe aja, nggak &lt;strong&gt;"because I love you"&lt;/strong&gt;. Jadi sebenernya cinta nggak sih?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Kalau nggak cinta sudah pasti aku nggak milih si dia jadi doiku. Nah kalau nggak believe ya sudah pasti aku nggak akan mau diajak married begitu saja. Percaya lebih merupakan pada unsur &lt;strong&gt;&lt;em&gt;keyakinan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Yakin bahwa hidup bersama dia aku akan merasa nyaman dan aman. Yakin bahwa dia adalah orang yang telah dipilih Tuhan untuk mencintai dan kucintai. Yakin bahwa hidup bersamanya hari2 akan terasa indah, apapun situasinya. Yakin bahwa kami akan bisa menjadi dua orang partner yang saling bahu membahu dalam menjalani hidup ini. Yakin bahwa apapun masalahnya kami akan bisa menyelesaikan dengan penuh cinta. Jadi cinta itu sendiri sudah otomatis ada dalam keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Maka aku jadi terbingung-bingung kalau ada orang "kebingungan" dalam menjalani rumah tangganya meskipun baru seumur jagung. Baru setahun dua tahun married sudah sibuk minta cerai. Aku jadi mikir, kenapa dulu dia mau diajak married ya? Apakah karena cinta saja? Atau karena "believe" tadi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Kalau married karena believe, karena yakin, baru aku percaya dengan idiom "&lt;strong&gt;belahan jiwa&lt;/strong&gt;". Bagiku belahan jiwa berarti : si dia, apapun bentuknya, apapun &lt;em&gt;minus&lt;/em&gt;nya, apapun adanya, adalah si dia yang akan selalu kita cintai dan mencintai kita. Jadi yang namanya belahan jiwa , tidak akan ada keinginan untuk saling menyakiti satu sama lain, tidak akan ada keinginan untuk tidak setia satu sama lain, tidak akan ada kata "I hate you" satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Yang namanya belahan jiwa itu, akan selalu ada kata "maaf" atau "memaafkan" satu sama lain. Biarpun yang namanya rumah tangga itu tidak akan &lt;strong&gt;lempeng2&lt;/strong&gt; saja, tapi paling tidak selalu ada celah untuk saling memberikan maaf. Namanya juga dalam proses pembelajaran. Kita tidak akan pernah bisa menyatukan dua perbedaan. Biarlah kedua-duanya tetap menjadi dua hal yang berbeda. Yang bisa dilakukan hanyalah berusaha menyeimbangkan dua hal yang berbeda, supaya bisa berjalan bersama dalam keselarasan hidup menuju dunia yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Jadi.....mau satu tahun...mau dua tahun.....mau tujuh....delapan.....dan banyak tahun.....harapanku hanyalah supaya yang namanya "&lt;strong&gt;belahan jiwa&lt;/strong&gt;" tidak hanya menjadi slogan kosong belaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1589433909129075045?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1589433909129075045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1589433909129075045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1589433909129075045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1589433909129075045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/07/belahan-jiwa.html' title='Belahan Jiwa?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-4608626910588492644</id><published>2008-07-22T15:07:00.003+07:00</published><updated>2008-07-24T10:17:08.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>I don't like Monday</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau ada yang bilang "I don't like Monday" sepertinya salah satunya adalah aku. Idiom tersebut memang cocok untukku. Selain meninggalkan sisa &lt;em&gt;kemalasan&lt;/em&gt; hari Minggu, hari Senin selalu penuh dengan kesibukan yang "&lt;em&gt;tidak jelas&lt;/em&gt;". Apalagi hari itu adalah jadwal bos2 datang dari kampung halamannya di Singapore sono. Sudah pasti membawa &lt;em&gt;kesusahan&lt;/em&gt; tersendiri bagi karyawan level bawah seperti aku. Ada saja yang musti dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti kemarin misalnya. Dari jam mulai buka kantor sampai jam mau pulang kerja kayaknya nggak ada brenti2nya ngerjain tugas. Selesai satu sudah ada yang satunya. Begitu seterusnya. Pulang2 kepala dibikin puyeng. Sampe2 pas aku kontrol tensi darah ke dokter kantor, tekanan darahku dibilang ketinggian. Jadi harus diturunin. Lho, bukannya selama ini tekanan darahku kerendahan? Kata dokter sih bisa jadi karena kecapean.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pas sampe rumah air ngadat. Baru hidup jam 12 malem. Yang ngalir cuman dari keran depan rumah. Terpaksa deh ngangkutin air malem2 untuk isi bak mandi. Giliran bak mandi penuh ternyata air hidup. Sebeeel....banget. Sudah capek2 ngangkutin air bentar kemudian ngalir. Sepertinya tekanan darahku jadi nambah tinggi dech kebanyakan ngomel2........Sempurnalah yang namanya "I don't like Monday".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sementara ini aku hanya jadi fans berat Friday &amp;amp; Saturday. "I like Friday &amp;amp; Saturday very much". Hari Jumat karena aku suka melalak ke Mega Mall bareng Desy temenku satu kantor. Hari Sabtu karena cewek2 kantorku lagi keranjingan maen futsal. Jadi ada kesempatan untuk ngecengin cowok2 di tempat maen futsal (kok sudah mak2 masih ganjen ya...???). Hari Minggu antara suka dan tidak suka. Suka karena aku tidak harus masuk kerja. Tidak suka karena air di rumah pasti mampet seharian penuh. Bikin tambah capek karena cucian dan piring kotor pasti menumpuk.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi my friends yang "like Monday" aku ucapkan selamat dech.....! Semoga cepet jadi karyawan teladan......! Sapa tahu hadiahnya dapat bonus libur gratis selama 1 tahun. Nggak kerja tapi dapat gaji....enak tenan......! Bagi yang "don't like Monday" seperti aku kuucapkan selamat juga....selamat karena kita satu nasib..he..he...! Moga2 biarpun nggak jadi karyawan teladan masih bisa tetep kecipratan bonus tahunan....!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Good luck!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-4608626910588492644?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/4608626910588492644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=4608626910588492644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4608626910588492644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/4608626910588492644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/07/i-dont-like-monday.html' title='I don&apos;t like Monday'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1591053321071367710</id><published>2008-07-03T08:35:00.006+07:00</published><updated>2008-07-03T10:43:18.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Intermezo Pagi Hari - Ancillo Dominic</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#993399;"&gt;Aku baru saja buka email pagi hari ketika ada satu email yang begitu menarik perhatian berjudul &lt;strong&gt;"Ancillo Dominic - true story"&lt;/strong&gt;. Penasaran aku buka dan kubaca pelan-pelan. Isinya tentang perjuangan hati sebuah keluarga ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa bayi yang dikandung oleh si Ibu mengalami cacat bawaan. Mereka dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan atau tidak melanjutkan kehamilan. Semuanya membawa resiko yang sama. Si bayi tidak akan berumur panjang apapun pilihannya. Dan akhirnya dengan dukungan banyak pihak, mereka memutuskan untuk melanjutkan kehamilan sampai tiba waktunya si baby untuk berpulang ke surga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Membaca email ini aku jadi senewen. Aduh kenapa sih bikin orang nangis pagi2? Bagaimana tidak? Ceritanya mengharukan banget. Inilah pergulatan dan perjuangan hati seorang Ibu yang sebenarnya. Mencintai sang buah hati tanpa batas. Tidak peduli apapun yang terjadi sama si buah hati, ia adalah lambang cinta suci antara suami istri. Ada roh dan jiwa di dalamnya. Roh yang tidak pernah bisa mati. Selagi dia hidup apapun akan dilakukan supaya dia sempat menikmati belaian kasih ayah dan ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Aku ingat waktu mengikuti seminar "Menentang Aborsi" oleh salah seorang pastor sekaligus Doktor pengajar etika di UGM, Rm. Kusmaryanto SCJ. Di situ dijelaskan kenapa aborsi harus ditentang. Apapun alasannya aborsi selalu menuntut korban. Dan utamanya yang menjadi korban adalah bayi2 tanpa dosa. Si Ibu mungkin tenang2 saja tapi ke depannya ia akan mengalami trauma dan dihantui rasa bersalah berkepanjangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Sebagai seorang Ibu, aku hampir saja melakukan kesalahan yang sama. Aku hamil anak ketiga pada saat kakaknya baru berumur 1 tahun. Memang sih tidak sampai punya keinginan untuk aborsi. Tapi ada satu rasa yang pada awalnya tidak menginginkan bayiku sendiri. Sampai akhirnya aku sadar bahwa ini adalah rencana Tuhan yang terindah buat kami. Kami masih dipercaya untuk menjaga satu buah hati lagi. Jadi apa salahnya punya baby lagi? Toh punya dua anak atau tiga anak tak ada bedanya? Sama2 repot. Paling yang agak bikin sport jantung adalah anggaran beli susu mesti ditambah. Dan bagaimana cara mendapatkan pembantu yang sayang sama anak2ku. That's all.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Jadi membaca email mengenai Ancillo Dominic seakan mengingatkan aku bagaimana mesti bersyukur. Bersyukur untuk apa yang sudah kudapatkan selama ini. 3 anak yang sehat dan aktif adalah berkat tak ternilai bagiku dan suami. Bisa jadi ada ratusan, ribuan, bahkan jutaaan anak di luar sana yang disia-siakan oleh orangtua mereka. Jadi apa salahnya punya 3 anak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Thanks ya, Yenny. Atas sharing yang mengharukan di email milis diskusi dua hari yang lalu. Aku salut banget dengan keputusanmu dan suami yang dengan tegar bisa menerima keadaan. Dan yang paling penting kejadian tersebut tidak menjadikanmu menjauh dari Tuhan bahkan semakin mempererat dan memperbaiki relasimu dengan Sang Pemberi Kehidupan. Once again thanks for your sharing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1591053321071367710?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1591053321071367710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1591053321071367710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1591053321071367710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1591053321071367710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/07/intermezo-pagi-hari-ancillo-dominic.html' title='Intermezo Pagi Hari - Ancillo Dominic'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-3580265075385795185</id><published>2008-06-16T10:43:00.003+07:00</published><updated>2008-06-16T14:19:37.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Beretika di Angkot</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#6600cc;"&gt;Dua minggu ini aku berangkat dan pulang kerja naik angkot. Biasanya sih nebeng suami naik motor karena kebetulan tempat kerja kami satu kawasan industri. Hanya saja suamiku dapat kerjaan di tempat baru jadi terpaksa aku merelakan diri naik turun angkot daripada jalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Yang paling aku sebelin kalau naik angkot adalah adanya orang2 tidak tahu beretika di dalam dan di luar angkot. Di dalam angkot misalnya kalau ada orang yang dengan seenak udelnya sendiri merokok dalam angkot. Udah asepnya ngebul kemana-mana bawa penyakit lagi. Trus lagi jika ada orang egois yang susah kali nggeser pantatnya sedikiiit saja supaya yang lain dapat tempat. Nah, herannya lagi, orang2 tipe susah geser pantat ini biasanya tampangnya , sorry ya, jelek banget. Sudah jelek, nggak ada ramah-ramahnya lagi. Tambah jelek pol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Etika di luar angkot misalnya mau mematuhi peraturan di jalan raya. Yang nggak beretika dalam hal ini biasanya sopir2 yang ngerasa nggak perlu ngejaga itu mobil karena itu bukan miliknya. Hanya nyewa. Jadi dipakai ugal-ugalan dan kebut-kebutan di jalan raya is no problemo. Biasanya orang2 seperti ini, sekali lagi sorry, tampangnya juga jelek. Jadi "caper" cari2 perhatian. Padahal orang yang naik angkotnya sudah dibikin sport jantung. Nyebelin banget pokoknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Jadi selama kurang lebih dua minggu ini aku sudah belajar banyak dari angkutan umum dan para penumpangnya. Bermacam-macam tampang orang sering kunilai diam-diam. Ada yang wajahnya sumringah ramah dan ada juga yang cemberut mblekedut kayak kentut. Bayangin kalau pagi2 kita sudah berhadapan dengan orang yang kerjaannya cemberut aja. Pasti kita pun ikut sebel. Kalau cemberutnya pas pulang kerja it's OK lah. Mungkin saja tadi abis kena semprot bos di kantor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Yang paling penting adalah, aku banyak belajar untuk sabar di angkot. Sabar kalau pas lagi mepet2nya waktu si sopir masih sempet ngetem nunggu penumpang. Sabar kalau pas tempat duduknya sempit tetangga sebelah nggak mau geser pantatnya. Sabar duduk manis dalam angkot sementara sang sopir antusias banget ngebut karena ngejar waktu. Sabar meskipun ongkos angkot naik gara2 BBM naik sementara uang transport nggak naik2. Sabar kalau diturunin sopir di tangah jalan gara2 jalan macet kebanjiran pas hujan lebat. Dan banyak lagi kesabaran lain yang bisa jadi harus kupertahankan supaya aku menjadi orang yang semakin bertambah sabar. Sabar..........siapa tahu ada orang baik hati mau kirimin aku mobil...he..he..he....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-3580265075385795185?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/3580265075385795185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=3580265075385795185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3580265075385795185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/3580265075385795185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/06/beretika-di-angkot.html' title='Beretika di Angkot'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6940593696177736484</id><published>2008-06-11T09:26:00.004+07:00</published><updated>2008-06-11T09:56:02.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Pilih Kasih?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak punya 2 adik, anakku yang sulung, si Pilar, selalu mengatakan bahwa aku lebih sayang adik daripada dirinya. Aku jadi bingung, gimana ya menjelaskan kepadanya, bahwa aku memang harus ekstra perhatian kepada adik2nya karena mereka memang masih sangat membutuhkan perhatian . Yang satu masih berumur dua tahun. Yang paling kecil malah masih 6 bulan. Jadi memang butuh perhatian ekstra. Tapi bukan berarti aku pilih kasih, kan?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Sama seperti ibu2 lainnya, aku memang berusaha sebisa mungkin untuk menyenangkan hati anak2ku. Hanya saja karena aku juga kerja, maka porsi perhatian dan kasih sayang itu hanya bisa dirasakan pada saat sore hari aku pulang kerja, malam dan keesokan pagi saat aku sibuk menyiapkan kebutuhan harian anak2. Dengan pembantu yang pulang hari, otomatis urusan anak2 menjadi tanggung jawabku dan suami sepanjang sore sampai keesokan harinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Masalahnya adalah dua minggu ini suamiku pindah kerja ke lain kawasan. Tidak satu kawasan kerja lagi dengan aku. Jadi pulang dan pergi kami sendiri-sendiri. Karena suamiku dapat jatah antar jemput dari kantor, maka pulangnya selalu agak lebih lambat daripada aku. Nah, susahnya lagi karena seharian anak2 nggak ketemu , maka sepulang kerja aku jadi rebutan. Belum sempat istirahat, yang kecil sudah merengek-rengek minta gendong. yang tengah nggak mau kalah minta gendong juga. Dan si sulung Pilar ikut-ikutan ngiri minta disayang. Pusing aku dibuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nanti pas giliran Pilar iri sama adik2nya, maka otomatis dia suka main tangan sama adiknya yang tengah. Yang dorong adiklah, yang cubit adiklah, pokoknya ada saja caranya supaya adiknya nangis. Nah, kalau aku marah, keluarlah kalimat pamungkasnya "Bunda lebih sayang adik!". Nah, bingung nggak tuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Tapi kupikir-pikir, senang juga sih punya anak 3, beda2 pula sifatnya. Biarpun aku sering dibikin stress dengan kebandelan masing2, tapi aku menikmati betul rasanya jadi ibu. Bisa jadi ibuku dulu lebih pusing dengan tingkahku waktu kecil. Jadi sekarang aku lebih bisa menerima keadaan kalau anak2ku banyak komplain, banyak "aktifitas", banyak pertanyaan, dan banyak tingkah yang membuat aku sakit kepala. Namanya juga anak2. Dimarahin seperti apapun ya tetep anak2. Kalau yang nakal anak2 masih maklum deh. Nah kalau yang nakal Bapak2 atau Mak2nya.....lha berabe dong.....!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Bagaimanapun juga, anak2 adalah harta paling berharga yang kumiliki. Meskipun repot ngurus tiga orang anak.....tapi aku menikmatinya. Secapek apapun aku dan suami, otomatis akan hilang begitu saja ketika sampai di rumah melihat senyum dan tawa anak2. Jadi aku heran saja, bagaimana mungkin ada orang yang tega membuang buah hatinya begitu saja? Hmmm...mungkin ini adalah bahan refleksi buat aku.......! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6940593696177736484?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6940593696177736484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6940593696177736484' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6940593696177736484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6940593696177736484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/06/suka-duka-punya-anak-3.html' title='Pilih Kasih?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8025354164903302381</id><published>2008-05-22T09:12:00.005+07:00</published><updated>2008-05-23T10:52:49.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Anak-anak yang malang</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pagi ini aku memulai aktifitas kantor dengan membaca koran pagi. Hanya sepintas, tapi sepertinya ada yang sungguh membuat hatiku sakiitt banget. Pagi ini aku kembali dibikin miris dengan berita sedih, yang sekali lagi, melibatkan anak-anak tanpa dosa.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang ibu yang tengah hamil 4 bulan tega mengakhiri hidupnya sendiri, minum racun, tapi minta ditemani oleh 2 anaknya yang lain. Alasannya klise banget. Karena himpitan ekonomi. Rasanya belum usai aku membaca berita tentang seorang ibu yang tega membunuh anaknya yang menangis sepanjang hari karena lapar sehari sebelumnya. Mirip banget dengan berita yang kubaca pagi ini. Semua karena himpitan ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi apakah memang betul semudah itu menghilangkan nyawa orang? Apalagi nyawa orang2 yang begitu berharga dan kita kasihi dalam hidup ini?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Coba ingat saat-saat indah ketika menatap mata anak2 kita yang begitu polos tanpa dosa. Bukankan anak2 itu begitu menawan? Sebandel apapun mereka, senakal apapun mereka, mereka adalah malaikat2 yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita, untuk kita jaga, kita rawat, kita pelihara. Bahkan ketika mereka terlelap tidur, mereka tetap saja indah untuk dilihat, disentuh, dan dipeluk dengan sayang. Jadi kenapa sekali lagi anak2 harus menjadi korban?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam doaku yang paling tulus tadi malam, aku sempatkan untuk merangkai doa, semoga tidak ada lagi orangtua yang tega menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Semoga semakin banyak orangtua yang menyadari bahwa anak2 harus mendapat prioritas utama dalam menjalani hidup ini. Apapun yang terjadi, anak2 berhak meneruskan hidupnya. Semoga semakin banyak orangtua yang mau belajar dari anak2nya, sehingga cinta itu tidak hanya hadir lewat kata-kata, tapi dalam wujud nyata pelukan sayang orangtua. Sehingga tidak perlu ada lagi anak2 malang lainnya, yang harus menjadi korban dari kepicikan dan keegoisan orangtua mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagiku pribadi, menjadi pelajaran yang sangat berharga, supaya aku semakin banyak meluangkan waktu dan belajar mencintai anak2ku dengan sungguh. Biarpun aku bukan ibu yang 100% sempurna, setidaknya aku akan selalu ada, jika anak2 memerlukan kehadiranku sebagai ibunya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8025354164903302381?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8025354164903302381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8025354164903302381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8025354164903302381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8025354164903302381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/05/anak-anak-yang-malang.html' title='Anak-anak yang malang'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7269106144602433064</id><published>2008-05-02T15:32:00.005+07:00</published><updated>2008-05-02T16:38:58.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Menantu vs Mertua</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#993300;"&gt;Seorang teman dengan menggebu-gebu curhat tentang nasib rumah tangganya saat ini. Selidik punya selidik ternyata semua permasalahan itu muncul karena ibu mertua yang tinggal dengannya saat ini terlalu mencampuri urusan pribadi antara dirinya dan suami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Mertuanya masih terbiasa memperlakukan anaknya (suami temenku) sama seperti pada saat dia belum married. Biarpun istilahnya tinggal di rumah menantu, dia tetep ingin menunjukkan perhatian ke anaknya sehingga tanpa disadari sering menimbulkan rasa sakit hati di hati menantunya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Masalahnya si Ibu mertua ini suka nggak "permisi" dulu ke sang istri kalau misalnya dia pengin menservis anaknya. Contoh misalnya, si Ibu ini karena terlalu sayang sama anak, dia pula yang sibuk masak, sementara temenku ini juga masak. Si Ibu juga yang nyiapin air minumnya pagi sore sementara si istri diabaikan dalam meminta pendapat. Dan sang suami nampaknya karena "nggak enak" sama ibunya akhirnya lebih milih makanan bikinan Ibunya daripada istri sendiri. Trus jadilah perang dunia ketiga. Dan banyak lagi hal2 kecil lainnya yang berpotensi menimbulkan perang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Jadi aku bilang ke temenku ini, lha itu memang resiko tinggal sama mertua. Jangankan mertua yang beda suku dan budaya, yang satu suku saja suka nggak nyambung kalau ketemuan. Jarang banget aku denger ada menantu yang seia sekata dengan mertua. Kalaupun ada pasti aku jadi salah satu orang yang ngiri kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Itulah sebabnya dulu sebelum menikah jauh-jauh hari sudah kukatakan sama si Ayah, aku nggak mau tinggal deket2 rumah. Dalam arti aku nggak mau tinggal deket dengan keluargaku maupun tinggal deket mertuaku. Apalagi satu rumah. Kalau demikian halnya, akan susah bagiku untuk belajar menata hidup dan belajar membentuk suatu keluarga yang mandiri. Maklum si Ayah bungsu dalam urutan keluarganya. Jadi apapun yang terjadi, entah ibunya, entah bapaknya, entah kakak-kakaknya suka "tanya2" mengenai kehidupan adiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Beruntung kami berdua tinggal jauh di tanah rantau. Jauh dari kota kami masing-masing. Jadi cerita Mertua vs Menantu kurang begitu terdengar gaungnya. Bukannya aku nggak akur sama mertuaku karena hubungan kami baik-baik saja. Hanya saja aku nggak siap kalau harus dikuliahi ini itu mengenai apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi oleh si Ayah kalau tinggal deket-deket mertua. Bisa jadi kalau aku tinggal satu rumah, nasibku nggak akan beda jauh dengan temenku tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Bagaimanapun juga, sebaiknya kalau sudah memutuskan untuk berkeluarga, ya memang harus konsisten dalam menjalankan komitmen. Jangan terlalu mudah terpengaruh dengan omongan orang lain. Biarpun itu omongan saudara kita sendiri. Minimal kita nggak childish terus-terusan. Jadi harus mampu berdiri sendiri dan lepas dari campur tangan orang tua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Lain ceritanya kalau kalau sejak awal sudah disepakati supaya orangtua tinggal bersama kita. Mau tidak mau kita harus konsisten memberikan perhatian yang terbaik untuk mereka. Apapun permasalahannya sebagai orangtua, sudah sepatutnya dan sewajarnya kalau sebagai anak atau menantu kita bisa menerima dengan tulus, ikhlas dan penuh cinta. Kalau perlu berikan servis yang terbaik untuk orangtua kita, sebagai ganti perhatian yang telah dilimpahkan kepada kita waktu kita kanak-kanak dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#993300;"&gt;Jika servis terhadap orangtua sendiri maupun mertua bisa kita tampilkan dengan penuh cinta, aku yakin tidak akan ada yang namanya perang dunia antara Menantu dan Mertua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7269106144602433064?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7269106144602433064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7269106144602433064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7269106144602433064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7269106144602433064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/05/menantu-vs-mertua.html' title='Menantu vs Mertua'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-6224704182793174225</id><published>2008-04-28T16:31:00.004+07:00</published><updated>2008-04-28T16:56:52.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office'/><title type='text'>Kartinian di Kantorku</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#006600;"&gt;26 April 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#006600;"&gt;Hari ini ada peringatan hari Kartini di kantorku. Maju 5 hari karena kebetulan kalau Sabtu suasana kantor agak santai dan bos2 tidak terlalu banyak berkeliaran karena mudik ke negara masing2 (Singapore atau  Malaysia).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#006600;"&gt;Acara utama adalah lomba menghias nasi kuning yang dibentuk seperti tumpeng.  Dasarnya datar di tengahnya ada gunungan berbentuk kerucut.  Trus pinggirnya dihias dengan aneka sayuran dan lauk pauk.  Heran juga aku, emangnya kalau Kartinian mesti tumpengan?  Lha ini sih cocoknya memperingati hari Ibu...karena agak '&lt;em&gt;nyrempet2'&lt;/em&gt; dikitlah dengan tugas sehari-hari seorang ibu.  Lagipula belum tentu dulu Kartini pernah bikin nasi tumpeng.  Paling2 yang bikin juga pembokatnya.  Tul nggak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#006600;"&gt;Sebenarnya aku lebih setuju kalau peringatan hari Kartini difokuskan untuk membahas hal2 yang agak "pinter" dikit.  Kurasa ide mencampurkan lomba nasi tumpeng dengan seminar masalah perempuan bukanlah ide yang smart2 banget.  Mendingan sekalian ambil waktu sehari untuk seminar masalah perempuan dengan mengundang pembicara yang menarik dan menyenangkan.  Sekalian disediakan session untuk tanya jawab masalah perempuan.  Kalau nggak bikin diskusi kek gimana cara bikin blog.  Biar bisa menampung pemikiran2 kita sebagai perempuan.  Kalau dicampur aduk dengan hias-menghias tumpeng jelas2 nggak matching dong.  Hampir semua peserta orientasinya pasti "mikir" makanan (termasuk I gitu lho).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#006600;"&gt;Ya biarpun demikian, salut dech buat panitia yang mau capek2 ngurusin.  Hanya saja kalau tahun depan acaranya seperti ini juga, kapan mau jadi pintar seperti Kartini ya?  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#006600;"&gt;*&lt;em&gt; uneg2ku saat ikut Kartinian&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-6224704182793174225?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/6224704182793174225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=6224704182793174225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6224704182793174225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/6224704182793174225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/kartinian-di-kantorku.html' title='Kartinian di Kantorku'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5052795415412880815</id><published>2008-04-25T15:47:00.006+07:00</published><updated>2008-04-30T10:40:27.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Ulang Tahun atau Ulang Tanggal?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000099;"&gt;Aku heran mengapa setiap kali memperingati hari kelahiran selalu di bilang "Ulang Tahun". Kenapa tidak pernah dibilang "Ulang Tanggal" atau "Ulang Bulan". Bukankah yang namanya tahun tidak bisa diulang? Toh kenyataannya setiap hari jadi memang diperingati atau dirayakan pada tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000099;"&gt;Apapun sebutannya yang jelas intinya cuma satu. Manusia diingatkan bahwa ada satu proses yang telah dilewati dalam masa satu tahun ke belakang. Satu tahun terlewati dan kita semakin bertumbuh dewasa. Semua ada tahap-tahapnya. Bermula dari bayi, anak-anak, remaja, untuk kemudian beralih menjadi manusia yang dewasa. Dewasa dalam arti tidak hanya bertumbuh dan berkembang secara jasmani, tetapi juga secara mental dan spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000099;"&gt;Aku sendiri lebih suka menyebutnya "hari lahir". Setiap tanggal dan bulan yang menjadi peringatan kapan aku dilahirkan, membuat aku merasa menjadi seperti manusia baru. Setiap tahun seperti suatu peristiwa kelahiran baru. Bahwa aku tahun ini, sudah pasti berbeda dengan aku yang kemarin. Secara nyata bisa jadi memang masih berwujud aku yang kemarin. Tetapi ada satu proses pendewasaan, yang sadar atau tidak pasti ada dan mempengaruhi cara pandang dan jalan hidup yang kupilih selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000099;"&gt;Setiap tahun, saat memperingati hari lahir, seringkali menjadi ajang instropeksi diri, untuk banyak hal yang sudah, belum dan ingin kulakukan dalam sisa hidup ini. Apalagi ya, hal-hal baik yang bisa kulakukan untuk orang lain? Paling tidak jika sewaktu-waktu aku harus &lt;em&gt;pulang&lt;/em&gt;, ada bekal yang bisa kubawa dari dunia ini. Dan ujung-ujungnya masih banyak hal yang dulunya kurencanakan ternyata belum bisa terjalani dengan baik. Sementara usia terus merambat naik dan tidak bisa ditarik kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000099;"&gt;Tahun ini jika Tuhan masih memberi kesempatan, pada saat usiaku bertambah nanti, aku ingin sebisa mungkin fokus pada anak-anak. Untuk sementara waktu, mungkin aku akan vacum dari kegiatan gereja. Anak-anak harus mendapat porsi lebih dalam segala hal. Itung2 ini semua untuk menebus banyak waktu terbuang ketika pekerjaan menuntut kami untuk meninggalkan mereka di rumah bersama pengasuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000099;"&gt;Paling tidak aku harus mulai dari hal-hal kecil seperti belajar memasak sendiri dan tidak terus-terusan pesen catering untuk makan mereka. Dan seminggu sekali berusaha sebisa mungkin bawa mereka jalan ke mana saja mereka mau. Semoga Tuhan mendengar permohonanku!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5052795415412880815?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5052795415412880815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5052795415412880815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5052795415412880815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5052795415412880815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/ulang-tahun-atau-ulang-tanggal.html' title='Ulang Tahun atau Ulang Tanggal?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7934276657116587417</id><published>2008-04-22T15:34:00.007+07:00</published><updated>2010-09-17T10:31:39.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Mengenang Hari Kartini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Menurut aku mengenang hari Kartini setiap tanggal 21 April, tidak harus identik dengan perempuan berkonde dan berkebaya. Dan kurasa kalau Kartini masih hidup sekarang (Nek Kartini kali...!), beliau pun pasti akan setuju dengan pendapatku. Bisa jadi dia tidak akan berkonde dan berkebaya lagi, tetapi sudah ganti dengan celana jeans dan rambut potong cepak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Kalau dulu Kartini mengungkapkan aspirasi dan pikiran2nya dengan cara menulis dan mengirimkan kepada teman2nya di luar negeri, maka sekarang ini sudah banyak kaum perempuan yang dengan tegas dan penuh percaya diri berani mengungkapkan pemikiran2nya secara langsung alias berterus terang. Hanya saja kadang2 keterusterangan itu dianggap sebagai sesuatu yang tabu bagi pihak lain, terutama bagi kaum pria. Generally mungkin itu terjadi karena pembawaan patrinialisme , di mana laki2 dianggap punya kesempatan dan derajat yang lebih tinggi dari perempuan. Perempuan harus ngikuti kodratnya sebagai perempuan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jadul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; banget kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Aku sering mengatakan pada si Ayah, bahwa kodrat wanita itu sesungguhnya cuma tiga : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengandung, Melahirkan, dan Menyusui&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jadi kalau dibilang masak-memasak, ngurus anak, kerja rumahan, dsb. adalah kodrat perempuan buatku itu salah besar. Selain 3 hal tersebut di atas, semua bisa dilakukan oleh laki2 maupun perempuan. Sepatutnya pekerjaan rumah harus dilakukan bersama. Tidak perlu ada kata &lt;em&gt;'ini bagian kamu, ini bagian aku'&lt;/em&gt;. Semua berkewajiban memelihara dan mengatur rumah supaya menjadi lebih nyaman dan menyenangkan untuk ditempati. Bukankah suami dan istri merupakan bagian dari suatu keluarga?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Dengan melakukan pekerjaan bersama, bukan berarti istri tidak menghormati suami sehingga timbul istilah "Suami2 takut istri" seperti di sinetron. Saling menghormati dan menghargai tetap harus dijaga. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Itulah sebabnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Bukan dari tulang kepala untuk melangkahinya, atau dari tulang kaki untuk jadi keset. Diciptakan dari tulang rusuk supaya dia bisa berdiri sejajar dengan pria. Untuk saling menghibur dan menguatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Jadi, kesimpulannya pada hari Kartini tanggal 21 April kemarin, aku menolak habis kalau diminta pakai baju kebaya di kantor. Alasannya.....ya baca ulang dech dari atas..........!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #006600;"&gt;Selamat berhari Kartini ya........!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7934276657116587417?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7934276657116587417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7934276657116587417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7934276657116587417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7934276657116587417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/mengenang-hari-kartini.html' title='Mengenang Hari Kartini'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-2434197518980706627</id><published>2008-04-16T16:00:00.008+07:00</published><updated>2009-02-18T08:58:46.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Doa Fransiskus Asisi</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kebencian,&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa cinta kasih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi penghinaan,&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa pengampunan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi perselisihan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa kerukunan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kebimbangan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa kepastian&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kesesatan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa kebenaran&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kecemasan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa harapan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kesedihan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku sumber kegembiraan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Bila terjadi kegelapan&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;jadikanlah aku pembawa terang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mencintai daripada dicintai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sebab dengan memberi kami menerima&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dengan mati suci kami bangkit lagi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Untuk hidup selama-lamanya, Amin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Doa di atas adalah salah satu doa favoritku. Bukan hanya karena kata-katanya yang indah, tapi juga karena pelaksanaannya yang membutuhkan keberanian extra dan kebesaran jiwa. Untuk aku pribadi sangat sulit sekali untuk dilaksanakan. Maklum, aku hanyalah manusia biasa, yang masih butuh banyak waktu untuk belajar menjadi baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Sebagai seseorang yang sedang dalam proses pembelajaran, aku mencoba untuk mempraktekkan dari hal yang sebisa mungkin sanggup untuk kulakukan. Tidak muluk2, aku berusaha memulainya dari hal yang kecil dan sederhana. Misalnya, dengan membagikan kegembiraan, jika terjadi kesedihan. Senyum, tawa, canda, terkadang menjadi obat ampuh pelipur lara bagi orang yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Paling tidak aku bisa belajar dari Fransiskus Asisi tentang bagaimana aku harus menjalin relasi dengan sesama. Relasi yang baik dengan sesama, minimal menjadi jaminan untuk menjalin relasi yang baik dengan Allah. Doa Fransiskus, akan senantiasa menjadi pendorong langkahku, di saat aku mulai lelah meniti langkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-2434197518980706627?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/2434197518980706627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=2434197518980706627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2434197518980706627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/2434197518980706627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/doa-fransiskus-asisi.html' title='Doa Fransiskus Asisi'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-1167946767135326916</id><published>2008-04-16T13:01:00.010+07:00</published><updated>2008-04-30T10:41:23.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Kebaikan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Kebaikan akan tetap dikenang sebagai kebaikan, tak peduli besar atau kecil."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kalimat di atas kusunting dari majalah Intisari terbitan bulan April 2008. Sebuah kalimat yang menurutku sarat dengan makna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Teman, bisa jadi makna dari kalimat di atas kurang kita sadari dalam perjalanan hidup ini. Padahal bisa jadi ini nyata dalam hidup kita. Entah pernah dialami oleh orang lain, entah pernah kita alami sendiri. Paling tidak kita pasti pernah berbuat baik kepada orang lain, dan pasti juga pernah mendapat kebaikan dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Seorang teman yang bertahun-tahun tidak bertemu, pada suatu hari menelpon , hanya untuk mengucapkan terima kasih, karena aku sudi menjadi temannya selama ini. Kalau dipikir-pikir itu sebenarnya sudah lama berlalu. Dulu aku suka mendengar dia bercurhat tentang banyak hal. Lagipula aku hanya menjadi seorang pendengar. Bahkan tak jarang aku tak bisa memberikan solusi terbaik untuk segala keluh kesahnya. Jadi kebaikan macam apa yang sudah kulakukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kebaikan yang kita lakukan, entah besar entah kecil, bisa jadi bermanfaat besar bagi orang lain. Kita sadari atau tidak, kebaikan bisa menjadi berkat bagi orang lain. Kebaikan tersebut bisa juga menjadi berkat bagi diri kita sendiri. Hal tersebut bisa kita lihat dari buah-buah yang dihasilkannya. Punya banyak teman, punya banyak sahabat, yang akan senantiasa ada pada saat kita membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hal-hal kecil yang kita lakukan untuk orang lain, semisal : senyuman, empati, simpati, pertolongan tanpa pamrih, dan lain sebagainya, paling tidak sudah membuat kita belajar menabung kebaikan. Kebaikan besar atau kecil, akan menjadikan kita sebagai manusia yang mampu "bersyukur" untuk setiap detik nafas kehidupan yang kita hirup hari ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Belajarlah menanam kebaikan dari sekarang, karena nilai dari suatu kebaikan tak akan pernah binasa.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-1167946767135326916?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/1167946767135326916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=1167946767135326916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1167946767135326916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/1167946767135326916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/kebaikan-akan-tetap-dikenang-sebagai.html' title='Kebaikan'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-5077090079635690654</id><published>2008-04-10T15:27:00.007+07:00</published><updated>2008-04-30T10:42:02.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Permenungan pagi hari</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#993300;"&gt;Yang paling menyedihkan kalau pas nonton berita pagi-pagi kita sudah disuguhi berita tentang bayi2 yang dibuang. Masih mending kalau bayi tersebut dimandikan dulu, dipakaikan baju anget, dibungkus, trus ditaruh di depan rumah seseorang atau panti asuhan. Intinya Ibunya pasti nggak mau kalau bayi tersebut mati nggak keurus. Yang paling menyebalkan dan bikin gerem itu kalau bayinya ditemukan di tempat sampah masih berdarah-darah. Atau ditemukan di got bahkan comberan. Ada yang masih bertahan hidup, ada pula yang sudah nggak bernyawa. Lha kok ada ibu yang tega buang2 bayi seperti itu. Ngeluarinnya saja susah, kenapa harus dibuang-buang? Sementara di lain tempat ada banyak orang yang begitu berharap supaya bisa punya bayi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#993300;"&gt;Belum lagi kalau ada berita tentang anak2 yang jadi korban 'kegilaan' ibunya. Gila2nya sendiri kok anak2 yang disalahkan ya? Ada ibu yang dengan alasan stress mencekik anak2nya. Ada juga yang memberi racun untuk buah hatinya. Belum lagi yang karena cemburu suaminya main perempuan lagi trus anaknya disiram bensin dan dibakar hidup-hidup. Jadi mikir juga ya, betul nggak sih pepatah yang mengatakan, sekejam-kejamnya binatang, tidak akan ada yang mau makan anaknya sendiri? Tapi ini kan bukan binatang. Ini manusia. Jadi apa yang salah ya dengan dunia ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Satu kali aku mengikuti seminar mengenai "Menentang Aborsi". Mengapa Gereja Katolik begitu getol menentang aborsi. Alasannya sederhana saja. Bayi2 itu, sejak sel telur berhasil dibuahi oleh sperma, dia sudah &lt;strong&gt;HIDUP&lt;/strong&gt;. Tuhan sudah menganugerahi kehidupan sejak sel telur berhasil dibuahi. Kalau tidak hidup, bagaimana dia bisa berkembang menjadi janin dan akhirnya bayi dalam rahim ibunya? Jadi orang yang melakukan aborsi sama saja dengan melakukan pembunuhan. Tidak ada satu orang manusia pun yang berhak mengambil hidup orang lain. Hanya Tuhan yang punya hak untuk menghidupkan dan mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Mengapa Tuhan begitu membela bayi2 tak berdosa? Bayi dalam kandungan itu sudah jelas adalah makhluk paling lemah di dunia. Jangankan bicara, menangis saja, yang merupakan "bahasa minta tolong" paling mudah , ia tidak bisa. Satu2nya yang ia bisa adalah menjalin bahasa "&lt;strong&gt;rasa&lt;/strong&gt;" dengan ibunya. Karena ibulah satu2nya yang bisa merasakan dan mengerti "&lt;strong&gt;bahasa&lt;/strong&gt;" bayi yang sedang dikandungnya. Ibu menjadi satu2nya penolong yang diharapkannya. Jika ibunya saja tidak mau mendengarkan "&lt;strong&gt;suaranya&lt;/strong&gt;", kepada siapa lagi ia mau meminta pertolongan? Sangat adil rasanya jika Tuhan sendiri yang berpihak kepada bayi2 tak berdosa itu. Itulah sebabnya melakukan aborsi merupakan dosa besar. Hukuman yang paling kejam bagi para pelakunya adalah hukuman batin. Seumur hidup ia tidak akan bisa tenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Jadi kembali lagi, kenapa anak2 yang sering jadi korban? Bukankan hidup berasal dari Tuhan? Kalau memang anak2 ini tidak layak untuk hidup, mengapa Tuhan menghadirkannya dalam rahim seorang ibu? Sudah pasti Tuhan tahu mengapa Dia memberikan hidup untuk suatu kehidupan baru. Jadi apa yang ada di benak orangtua, ketika anak2 menjadi korban kekerasan dalam suatu rumah tangga?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Anak2, jika boleh memilih, mungkin mereka memilih untuk tidak dilahirkan seandainya tahu bahwa mereka tidak diinginkan. Masalahnya hidup adalah berkat. Tuhan sendiri yang sudah mengatur semuanya. Tinggal kita sebagai orangtua, mencoba menjadi kepanjangan tangan Tuhan, untuk memelihara berkat yang sudah kita terima, dalam wujud anak2 kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Semoga banyak hati para wanita dikobarkan guna menentang kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang melibatkan anak2. Biarlah anak2 tetap menjadi anak2 yang polos sesuai dengan jiwanya. Biarlah kita lukiskan kasih sayang yang tulus untuk jiwa anak2 kita, sehingga kelak jika mereka dewasa, mereka juga bisa berbagi kasih sayang dengan sesamanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-5077090079635690654?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/5077090079635690654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=5077090079635690654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5077090079635690654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/5077090079635690654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/permenungan-pagi-hari.html' title='Permenungan pagi hari'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-216744710911604205</id><published>2008-04-09T12:36:00.008+07:00</published><updated>2008-04-30T10:42:22.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Cinta Tanpa Pamrih</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Secara tidak sengaja aku nonton acara Kick Andy, di mana bintang tamunya adalah seorang "perempuan istimewa" menurut aku. Betapa tidak, Ibet, begitu wanita tersebut dipanggil, dengan bersemangat bercerita dan berkisah tentang sosok laki2 yang jadi suaminya kini. Dari seorang yang tampan, suaminya berubah menjadi "monster" akibat luka bakar yang dideritanya. Wajahnya tidak bisa disebut wajah lagi. Pokoknya serem banget. Tapi bagi Ibet, suaminya, apapun bentuknya, ia nikahi bukan karena wajahnya , tetapi karena kebaikan hati yang dimiliki oleh suaminya. Hebat!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Hatiku tersentuh. Dalam linangan air mata, aku ingat diriku sendiri. Bisakah aku mencintai pasangan hidupku seperti itu? Bagaimana bisa ada orang yang demikian nyata mengungkapkan cintanya yang tanpa pamrih? Sementara aku seringkali berpamrih dalam mengungkapkan rasa cinta kepada suamiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Satu kalimat yang terus kuingat sampai sekarang dari mulut Ibet, "&lt;strong&gt;Seandainya Tuhan memberi kesempatan saya lagi, saya tidak akan mengubah pendirian saya. Selamanya saya akan tetap memilih dia sebagai suami saya!"&lt;/strong&gt; Kalimat itu begitu menggugah nurani tentang perjalanan rumah tanggaku sendiri. Akankah aku bisa mengatakan hal yang sama jika suatu saat nanti suamiku berubah? Sekarang saja sepertinya aku masih belum bisa membuang rasa egois dalam menjalani bahtera rumah tangga ini. Bagaimana aku bisa mencintai pasangan hidupku tanpa pamrih? Sementara perkawinan yang kujalani adalah perkawinan sekali seumur hidup. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Ibet dan kisah cintanya yang unik memberikan satu pelajaran berharga, bahwa cinta saja tidak cukup. Mesti ada kekuatan yang harus diandalkan, untuk menjaga supaya cinta itu tetap utuh. Kalau perlu berkembang menjadi pohon sesawi nan rindang. Dan satu-satunya kekuatan yang harus diandalkan adalah Tuhan sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Bagiku Tuhan menjadi kekuatan yang harus kuandalkan, pada saat aku menjalani hidup ini. Jika Tuhan tidak menjadi kekuatan, maka pondasi rumah tangga akan mudah goyah. Jika Tuhan tidak ambil bagian di dalamnya, maka kata cinta akan tetap menjadi slogan belaka. Mencintai berarti rela memberi bagi orang yang dicintai. Mencintai berarti siap berkurban untuk orang yang dicintai. Jika aku tidak mengandalkan Tuhan, bagaimana bisa aku mencintai tanpa pamrih? Karena mencintai tanpa pamrih adalah hal tersulit untuk dilakukan jika kita masih berwujud manusia biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-216744710911604205?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/216744710911604205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=216744710911604205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/216744710911604205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/216744710911604205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/cinta-tanpa-pamrih.html' title='Cinta Tanpa Pamrih'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-7311762720260941809</id><published>2008-04-07T13:24:00.006+07:00</published><updated>2008-04-30T10:43:27.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sharing'/><title type='text'>Pelajaran Pohon Jambu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Di depan rumahku ada pohon jambu air. Dari pohon kecil hasil cangkokan, sekarang sudah jadi pohon besar dengan buah yang lebat. Padahal menurut perkiraanku dulu ia tidak akan bertahan lama, karena selama beberapa tahun dia nggak mau berkembang. Rupanya pertumbuhannya terhambat, gara2 ada pohon angsana yang nutupi sinar matahari, sehingga pohon jambunya mogok nggak mau tumbuh. Setelah pohon angsananya ditebang, eh, ternyata pohon jambu airnya mau tumbuh juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Pertama berbuah memang nggak terlalu banyak. Lebih banyak yang rontok ketiup angin atau rontok ditarik oleh tangan2 jahil yang lewat di depan rumah. Maklum sih, karena tumbuhnya di luar pagar di pinggir jalan biasa orang lalu lalang. Berikut buahnya mulai banyak. Tapi nggak pernah sempat liat sampai mateng di pohon karena keburu diembat oleh orang lewat. Kata Ayah nggak usah ngomel, semakin banyak diambil, akan semakin banyak buahnya. Masak sih?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Ternyata bener juga. Semakin lama pohon jambu air depan rumah buahnya semakin banyak. Padahal tak terhitung orang2 yang 'memanen' buahnya, terutama mereka yang panen tanpa ijin. Heran juga tuh pohon jambu. Semakin dia banyak diambil, semakin banyak dia menghasilkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Sama dengan apa yang kita alami dalam hidup ini. Sebenarnya, semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita menuai hasilnya. Bisa jadi tidak harus dalam bentuk materi, tapi Tuhan memberikan ganti dalam wujud lainnya. Teman2, persahabatan yang tak lekang oleh waktu, bantuan di kala susah, dan hiburan di kala membutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Bagiku, pohon jambu di depan rumah telah memberi suatu pembelajaran, bahwa jika kita memberi, jangan pernah berharap terima kasih. Dengan banyak memberi, kita akan banyak menerima berkah dalam perjalanan hidup ini. Dengan memberi tanpa pamrih, kita akan mendapatkan berkat lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-7311762720260941809?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/7311762720260941809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=7311762720260941809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7311762720260941809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/7311762720260941809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/pelajaran-pohon-jambu.html' title='Pelajaran Pohon Jambu'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-8793509598586713121</id><published>2008-04-07T12:38:00.002+07:00</published><updated>2008-04-24T15:29:35.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Ibu yang baik?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Saat ini aku sedang dalam proses menjadi seorang ibu yang "baik". Hanya saja masalahnya, baik untukku belum tentu baik untuk anak-anakku. Jadi kesimpulannya, menjadi baik itu relatif. Bisa sulit bisa gampang. Tergantung "PeDeKate" kita kepada anak2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Anakku yang pertama mewarisi "kekeraskepalaan" ku. Semakin aku keras dalam 'mendidik'nya, semakin keras ia melawanku. Semakin aku marah, semakin ia cari gara2 untuk bisa dimarahi. Jadi aku mesti banyak belajar, bagaimana mengendalikan diri, supaya tidak emosi menghadapi si kepala batu ini. So, aku mesti memperbanyak bicara lembut dan meningkatkan perhatian kepadanya. Pendekatan sebagai seorang teman. Alhasil dia jadi agak tenang dan tidak "pethakilan" lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Anakku yang kedua berhati lembut. Biarpun laki2 tidak bisa dimarah sedikitpun. Pasti langsung berlinang air mata. Jadi kuusahakan untuk bicara lembut dan mencoba cari tahu, apa yang diinginkannya. Nampaknya dia suka menggambar. Dengar musik juga iya. Hanya saja aku jadi kewalahan karena kalau di rumah pasti maunya nggambar sama Bunda. Di gerejapun nggak bisa duduk diam, karena dia akan berdiri terkagum-kagum dekat podium tempat koor dan asyik bergumam "na...na...na...." mengikuti koor yang lagi serius nyanyi. Ujung2nya si Ayah harus "kejar2" biar nggak ngganggu umat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Anak yang ketiga sudah pinter nangis kalau lihat wajah ayah atau bunda. Minta digendong. Maklum seharian sama pembantu. Jadi pulang kerja bukannya waktu untuk istirahat, tapi waktu untuk gendong2. Kalau sore pembantu kusuruh pulang, biar kami bisa fokus pada anak2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Mengasuh 3 orang anak, bukan pekerjaan gampang. Tapi juga bukan hal yang sulit. Biarpun banyak orang meragukan kemampuanku, tapi paling tidak aku mau berusaha untuk merawat dan mengasuh anakku sendiri. Banyak teman yang punya anak, terpaksa menitipkan anaknya di kampung sama neneknya dengan alasan tidak bisa ngurus. Aku tidak mau seperti itu. Yang paling bagus untuk anak2 adalah bersama orangtua kandungnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Ibu yang baik&lt;/strong&gt;. Mungkin itu baru sekedar permulaan. Minimal aku sudah mencoba. Dengan segala kerepotan yang ada, aku bersyukur kepada Tuhan, karena diberi anak2 yang manis, yang semua berwajah mirip bapaknya. Tuhan ternyata percaya, bahwa aku, mungkin bisa jadi Ibu yang baik untuk anak2 dan suamiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-8793509598586713121?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/8793509598586713121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=8793509598586713121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8793509598586713121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/8793509598586713121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/ibu-yang-baik.html' title='Ibu yang baik?'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879809584061434003.post-286842459636645717</id><published>2008-04-07T12:00:00.004+07:00</published><updated>2008-04-24T15:30:54.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Pilar Protes</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#663333;"&gt;Anak pertamaku baru berumur 7 tahun. Tapi sudah pinter protes dan cari2 alasan. Sebenarnya bukan salah dia juga, karena aku memang suka "ingkar" janji. Entah karena lupa, setengah lupa, atau pura2 lupa. Setiap kali aku janjikan sesuatu, setiap kali pula kuingkari dengan berbagai alasan, yang sudah pasti tidak akan pernah bisa dimengerti oleh pikiran kanak2nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#663333;"&gt;Beberapa hari ini kerjaan Pilar "ngomel" melulu. Diungkitnya semua janji2ku untuk satu bulan terakhir ini. Yang kata mau ajak dia shoppinglah.....yang mau ajak berenanglah....yang mau ajak main kemanalah......pokoknya dia inget banget semua kata2ku atau kata2 ayahnya yang berhubungan dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;janji&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Terkadang sampai "naik darah" aku dibikinnya. Sudah berusaha dijelaskan panjang lebar pun dia tetap nggak mau ngerti. Lha, namanya juga anak2.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#663333;"&gt;Kalau dipikir-pikir yang nggak tahu diri ya aku sebagai bundanya. Sudah tukang kibul, pas ditagih malah marah2. Pantes saja kalau Pilar sudah mulai belajar bo'ong dikit2. Ayah dan bunda yang kasih contoh. Anak nggak boleh bohong, tapi orangtua kasih contoh jadi pembohong. Payah, ah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#663333;"&gt;And then, aku lagi berusaha untuk membayar lunas utang janji2 itu. Moga2 ada waktu untuk menyenangkan hati Pilar lagi. Bagaimanapun juga, Pilar adalah salah satu hal terpenting dalam hidupku. So, mau nggak mau aku harus belajar untuk jadi orangtua yang lebih baik lagi........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879809584061434003-286842459636645717?l=tinareflections.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tinareflections.blogspot.com/feeds/286842459636645717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879809584061434003&amp;postID=286842459636645717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/286842459636645717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879809584061434003/posts/default/286842459636645717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tinareflections.blogspot.com/2008/04/pilar-protes.html' title='Pilar Protes'/><author><name>Bunda Pilar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608960034172908771</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ABUn2nTipGY/Slav0cnyg9I/AAAAAAAAAJw/hBw57IAL8KA/S220/DSCN0214.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
